KebonCinta.com - Guru dapat melakukan refleksi setelah menjalani observasi praktik kinerja melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Salah satu pertanyaan yang perlu dijawab adalah, “Bagaimana refleksi Anda tentang praktik kinerja Anda selama observasi praktik kinerja?”
Pertanyaan tersebut mendorong guru untuk melihat kembali proses pembelajaran yang telah dilakukan, termasuk aspek yang sudah berjalan baik dan bagian yang masih perlu diperbaiki.
Dalam dokumen refleksi tindak lanjut, guru tidak harus menyatakan bahwa proses pembelajaran telah berjalan sempurna. Refleksi justru dapat berisi temuan selama observasi secara jujur dan objektif, kemudian dikaitkan dengan rencana perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
Refleksi dapat disesuaikan dengan mata pelajaran, karakteristik kelas, kebutuhan murid, serta kondisi nyata selama proses pembelajaran. Berikut 10 contoh jawaban yang dapat dijadikan referensi.
�9�3 Baca Juga: 6 Contoh Jawaban PMM tentang Upaya Peningkatan untuk Mengatasi Tantangan dalam Tindak Lanjut
1. Fokus pada keterlibatan murid
Selama observasi, sebagian besar murid sudah aktif menjawab pertanyaan, tetapi masih terdapat beberapa murid yang cenderung pasif. Kegiatan diskusi kelompok berjalan cukup baik, meskipun pembagian peran dalam kelompok belum sepenuhnya merata.
Sebagai tindak lanjut, guru dapat menetapkan peran yang lebih jelas bagi setiap anggota kelompok agar seluruh murid memiliki kesempatan untuk berpartisipasi.
2. Fokus pada pengelolaan waktu
Alokasi waktu pembelajaran belum sepenuhnya optimal karena kegiatan inti berlangsung lebih lama dari yang direncanakan. Kondisi tersebut membuat kegiatan penutup dan refleksi bersama murid menjadi lebih singkat.
�9�3 Baca Juga: Dari Evaluasi ke Aksi: Cara Observasi PMM Membentuk Guru Lebih Kompeten
Untuk memperbaikinya, guru dapat membuat perencanaan waktu yang lebih rinci dalam modul ajar serta menggunakan penanda waktu selama pembelajaran berlangsung.
3. Fokus pada pembelajaran berdiferensiasi
Guru telah berupaya mengakomodasi kebutuhan belajar murid yang beragam. Namun, pemetaan kebutuhan tersebut belum terlihat secara optimal dalam proses pembelajaran. Beberapa murid masih mengalami kesulitan, sementara murid lainnya dapat menyelesaikan tugas lebih cepat.
Sebagai tindak lanjut, guru dapat melakukan asesmen diagnostik sederhana sebelum pembelajaran dan menyiapkan tugas dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.
4. Fokus pada kejelasan tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran telah disampaikan pada awal kegiatan, tetapi belum dikaitkan kembali pada pertengahan dan akhir pembelajaran. Akibatnya, sebagian murid belum sepenuhnya memahami arah kegiatan yang dilakukan.
Guru dapat menuliskan tujuan pembelajaran di papan tulis dan mengajak murid mengevaluasi ketercapaiannya pada akhir pembelajaran.
5. Fokus pada kualitas pertanyaan
Pertanyaan yang diberikan selama pembelajaran masih didominasi pertanyaan tingkat rendah yang membutuhkan jawaban singkat. Padahal, pertanyaan pemantik yang lebih menantang dapat mendorong murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Guru dapat menyiapkan pertanyaan secara berjenjang, mulai dari mengingat, memahami, menerapkan, hingga menganalisis.
6. Fokus pada pemberian umpan balik
Guru telah memberikan umpan balik kepada murid, tetapi sebagian besar masih bersifat umum, seperti memberikan penilaian “bagus” atau meminta murid memperbaiki tugas.
Umpan balik yang lebih spesifik dapat membantu murid memahami kelebihan sekaligus bagian yang perlu diperbaiki. Guru dapat memberikan masukan secara lisan maupun tertulis dengan menjelaskan kekuatan dan aspek yang masih harus ditingkatkan.
7. Fokus pada iklim kelas
Suasana kelas selama pembelajaran sudah cukup kondusif dan murid merasa nyaman untuk bertanya. Namun, konsistensi dalam menerapkan kesepakatan kelas masih perlu ditingkatkan agar murid semakin mandiri dalam mengelola perilakunya.
Sebagai tindak lanjut, guru dapat meninjau kembali kesepakatan kelas bersama murid dan memberikan apresiasi terhadap perilaku positif.
8. Fokus pada penggunaan media dan teknologi
Media pembelajaran yang digunakan telah membantu murid memahami materi, tetapi pemanfaatannya masih cenderung satu arah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir