6. Rusia — 103,78
Rusia berada di urutan keenam dengan skor rata-rata 103,78. Hasil tersebut menempatkannya dalam kelompok sepuluh besar berdasarkan tes yang digunakan. Untuk memahami kemampuan masyarakat secara lebih luas, skor IQ perlu dilihat bersama indikator lain, seperti capaian pendidikan, kesempatan belajar, dan kondisi sosial.
7. Singapura — 103,56
Singapura mencatat skor rata-rata 103,56 dan berada di posisi ketujuh. Negara ini sering mendapat perhatian dalam pembahasan pendidikan, khususnya terkait pembelajaran matematika dan sains. Walaupun demikian, hasil tes daring ini tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh penduduk Singapura memiliki kemampuan kognitif yang sama.
8. Mongolia — 102,61
Mongolia berada di peringkat kedelapan dengan skor rata-rata 102,61. Negara ini masuk dalam daftar sepuluh besar pada pemeringkatan 2026. Angka tersebut menunjukkan hasil rata-rata peserta yang mengikuti tes, sehingga tidak seharusnya langsung digeneralisasi kepada seluruh penduduk Mongolia.
9. Selandia Baru — 102,35
Selandia Baru menempati posisi kesembilan dengan skor 102,35. Negara ini memiliki sistem pendidikan yang mencakup berbagai jalur pembelajaran. Namun, posisi dalam peringkat IQ daring tidak dapat menggambarkan seluruh aspek kemampuan seseorang, termasuk kreativitas, keterampilan sosial, dan kemampuan memecahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
10. Vietnam — 102,26
Vietnam melengkapi daftar sepuluh besar dengan skor rata-rata 102,26. Masuknya Vietnam menunjukkan hasil peserta negara tersebut dalam tes yang dijadikan dasar pemeringkatan. Meski menarik untuk dicermati, angka ini bukan bukti bahwa setiap warga Vietnam memiliki tingkat kecerdasan tertentu.
IQ merupakan singkatan dari intelligence quotient, yaitu skor yang diperoleh melalui tes psikologis untuk mengukur sejumlah kemampuan kognitif. Aspek yang dinilai dapat mencakup penalaran, pemahaman pola, kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan tertentu dalam mengolah informasi.
Hasil tes IQ umumnya dibandingkan dengan standar yang ditetapkan berdasarkan kelompok acuan. Dalam skala yang banyak digunakan, skor rata-rata ditetapkan sekitar 100. Namun, hasil seseorang dapat dipengaruhi oleh jenis tes, kondisi saat mengerjakan, bahasa, dan kesesuaian instrumen dengan orang yang diuji.
Karena itu, hasil dari satu platform tes daring belum tentu setara dengan hasil tes psikologis terstandar yang dilaksanakan dan diinterpretasikan oleh tenaga profesional.
Tidak selalu.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir