Remaja
Hilmi An Naufal

110 Tim Pelajar Adu Ide Bisnis di FIKSI 2026, dari Agribisnis hingga Gim Digital

110 Tim Pelajar Adu Ide Bisnis di FIKSI 2026, dari Agribisnis hingga Gim Digital

14 Oktober 2026 | 14:11

KebonCinta.com — Ratusan pelajar dari berbagai sekolah berkumpul di Bali untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan kewirausahaan dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia atau FIKSI 2026.

Universitas Pendidikan Ganesha atau Undiksha menjadi tuan rumah ajang yang berlangsung hingga 16 Oktober 2026.

Sebanyak 110 tim mengikuti kegiatan tersebut.

Peserta berasal dari 86 sekolah di Indonesia serta satu sekolah dari Malaysia.

“Kami siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Wakil Rektor Undiksha I Ketut Sudiana.

Ia menjelaskan FIKSI menjadi bagian dari upaya menumbuhkan calon wirausaha muda yang mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian di masa depan.

Ajang tersebut merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

FIKSI dirancang sebagai ruang bagi pelajar untuk mengembangkan gagasan kreatif menjadi produk atau layanan yang mempunyai nilai ekonomi.

Peserta tidak hanya membuat proposal.

Mereka juga harus mampu menjelaskan ide, manfaat dan potensi pengembangan usaha yang dirancang.

Karya para siswa ditampilkan melalui pameran yang dapat dikunjungi masyarakat.

Dengan demikian, peserta mendapatkan kesempatan memperkenalkan gagasan kepada orang lain di luar lingkungan sekolah.

Sebanyak 11 bidang kewirausahaan dipertandingkan.

Bidang tersebut mencakup agribisnis, agroteknologi dan kemaritiman.

Ada pula kesehatan, kecantikan dan perawatan diri serta kewirausahaan sosial.

Sektor wisata dan budaya juga menjadi bagian dari kompetisi.

Baca Juga: ASN Kemendikdasmen WFH Setiap Jumat Mulai April 2026, Ini Aturan dan Pengecualiannya 

Pelajar yang tertarik pada teknologi dapat mengikuti bidang teknologi digital.

Sementara kreativitas di bidang kuliner, fesyen, gim digital dan kriya juga mendapatkan ruang tersendiri.

Bidang video, animasi, film, seni rupa dan desain ikut dipertandingkan.

Keberagaman kategori menunjukkan bahwa kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan menjual barang.

Sebuah ide bisnis dapat muncul dari teknologi, seni, budaya hingga solusi terhadap persoalan sosial.

FIKSI juga menghadirkan kegiatan seminar motivasi dan kewirausahaan.

Peserta dapat memperoleh wawasan mengenai bagaimana sebuah ide dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Bagi siswa, pengalaman seperti ini dapat membantu melatih berbagai kemampuan sekaligus.

Mereka belajar melakukan riset, bekerja dalam tim, membuat produk dan menyampaikan gagasan di depan orang lain.

Kemampuan tersebut dapat bermanfaat meskipun peserta nantinya tidak langsung menjadi pengusaha.

Keterampilan menyelesaikan masalah dan berkomunikasi tetap dibutuhkan dalam berbagai bidang pekerjaan.

Undiksha menilai kewirausahaan merupakan salah satu kompetensi yang semakin penting bagi generasi muda.

Perubahan teknologi dan dunia kerja membuat anak muda perlu lebih adaptif dalam melihat peluang.

Sekolah juga dapat menjadi tempat munculnya berbagai ide sederhana yang ternyata mempunyai nilai ekonomi.

Contohnya dapat berasal dari pemanfaatan produk lokal, pengembangan aplikasi maupun inovasi untuk menyelesaikan masalah lingkungan.

Melalui FIKSI, siswa didorong untuk tidak berhenti pada tahap mempunyai ide.

Mereka harus memikirkan bagaimana gagasan tersebut dapat benar-benar digunakan dan memberikan manfaat.

FIKSI 2026 berlangsung pada 13 hingga 16 Oktober.

Selama kegiatan berlangsung, pelajar dari berbagai wilayah dapat saling bertukar pengalaman dan melihat inovasi yang dikembangkan sekolah lain.

Ajang ini sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dan kewirausahaan dapat mulai dikembangkan sejak masih duduk di bangku sekolah.

Tags:
FIKSI 2026 Siswa Pelajar Undiksha Kewirausahaan Inovasi kemendikdasmen Remaja

Komentar Pengguna