KebonCinta.com — Pemerintah Kabupaten Cirebon merampungkan revitalisasi tahap pertama terhadap 12 Sekolah Menengah Pertama negeri di wilayah tersebut.
Program dilaksanakan menggunakan bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Ronianto mengatakan pemerintah telah melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan.
“Revitalisasi sekolah SMP negeri tahap pertama sebanyak 12 sekolah,” ujar Ronianto.
Ia kemudian menjelaskan Pemkab Cirebon berperan mengajukan kebutuhan sekaligus menerima manfaat program.
Anggaran serta konsultan perencana dan pengawas disiapkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pekerjaan pembangunan dilakukan secara swakelola oleh sekolah.
Komite sekolah juga dilibatkan dalam proses pengerjaan revitalisasi.
Skema bantuan pemerintah pusat dinilai membantu mempercepat penanganan gedung sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Apabila hanya mengandalkan kemampuan APBD Kabupaten Cirebon, proses rehabilitasi seluruh bangunan yang membutuhkan penanganan dapat berlangsung lebih lama.
Pemerintah daerah kini tidak berhenti pada tahap pertama.
Pengajuan revitalisasi tahap kedua juga telah disampaikan kepada Kemendikdasmen.
Namun pengajuan tersebut masih berada dalam proses.
Baca Juga: Guru Informatika Bisa Kuliah S2 Gratis di UGM! Beasiswa 2026 Tawarkan Potongan UKT hingga 100 Persen
Pemerintah berharap tahapan berikutnya dapat segera dilaksanakan mengingat masih terdapat sekolah yang membutuhkan peningkatan fasilitas.
Faktor musim hujan juga menjadi salah satu pertimbangan.
Pekerjaan konstruksi sekolah akan lebih mudah dilakukan apabila jadwal dan kondisi cuaca dapat dipersiapkan dengan baik.
Bupati Cirebon Imron menilai perbaikan gedung perlu diikuti peningkatan kualitas proses belajar.
Bangunan yang lebih baik harus benar-benar dimanfaatkan untuk menciptakan kegiatan pendidikan yang semakin berkualitas.
“Kami meminta siswa menjaga fasilitas sekolah yang telah diperbaiki,” ujar Imron.
Ia kemudian meminta fasilitas dimanfaatkan untuk belajar, berkarya serta meningkatkan prestasi.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari pengembangan pendidikan di Kabupaten Cirebon.
Pemerintah mendorong penggunaan Panel Interaktif Digital atau PID dalam proses pembelajaran.
Perangkat tersebut dapat membantu guru menampilkan materi dalam bentuk digital dan membuat proses belajar lebih interaktif.
Namun teknologi bukan satu-satunya penentu keberhasilan pendidikan.
Pemerintah daerah menilai kompetensi guru, motivasi siswa serta dukungan orang tua tetap mempunyai peran yang sangat besar.
Revitalisasi bangunan karena itu hanya menjadi salah satu bagian dari peningkatan mutu sekolah.
Lingkungan belajar yang aman dan nyaman dapat membantu siswa mengikuti pembelajaran dengan lebih baik.
Guru juga dapat menggunakan sarana sekolah secara lebih optimal ketika ruang belajar berada dalam kondisi layak.
Pemkab Cirebon berharap bantuan pemerintah pusat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah mendapatkan perbaikan.
Setelah 12 SMP selesai pada tahap pertama, pemerintah kini menunggu proses pengajuan tahap berikutnya.
Program tersebut diharapkan secara bertahap mengurangi jumlah sekolah yang mempunyai bangunan rusak sekaligus menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman bagi siswa Kabupaten Cirebon.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir