KebonCinta.com — Sebanyak 15 siswa SD Tahfidz Al Khoir Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengikuti kegiatan eduwisata pertanian terpadu yang diselenggarakan Rumah Zakat di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal dunia pertanian melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan kebun dan peternakan.
Berdasarkan laporan Ciremai Today yang diterbitkan Sabtu (24/10/2026), kegiatan berlangsung melalui program Eduwisata Integrated Farming System yang dikembangkan Rumah Zakat.
Para peserta berasal dari SD Tahfidz Al Khoir yang berlokasi di Jalan Babar Layar, Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan turut didampingi sejumlah guru serta Kepala SD Tahfidz Al Khoir, Tuti Warshiti.
BELAJAR PERTANIAN DI LUAR KELAS
Program eduwisata ini dirancang untuk memperkenalkan sistem pertanian terpadu kepada anak-anak.
Berbeda dari pembelajaran yang hanya mengandalkan buku atau penjelasan di kelas, kegiatan tersebut memungkinkan siswa melakukan pengamatan serta praktik sederhana secara langsung.
Para peserta diperkenalkan pada konsep Integrated Farming System atau sistem pertanian terpadu.
Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai kegiatan pertanian, seperti budidaya tanaman, pemeliharaan ikan, dan peternakan.
Siswa dapat memahami bahwa kegiatan pertanian mempunyai banyak proses yang saling berhubungan.
Melalui pengalaman langsung, anak-anak juga didorong untuk lebih menghargai lingkungan dan sumber daya alam.
DIAWALI SENAM DAN PENGENALAN PERTANIAN
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama untuk membangun semangat para peserta.
Setelah itu, siswa memperoleh materi pengenalan mengenai pertanian terpadu.
Penjelasan diberikan dengan menghubungkan konsep pertanian terhadap kegiatan yang dapat diamati di sekitar lokasi.
Anak-anak kemudian mengikuti kegiatan praktik yang dirancang agar mereka dapat mengenal proses budidaya secara bertahap.
Praktik menjadi bagian penting karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencoba sendiri kegiatan yang sebelumnya hanya mereka ketahui melalui pembelajaran.
BELAJAR MENYEMAI DAN MENANAM SAYURAN
Salah satu kegiatan yang diikuti siswa adalah menyemai benih dan menanam bibit sayuran.
Melalui aktivitas tersebut, siswa diperkenalkan pada proses awal pertumbuhan tanaman.
Anak-anak dapat melihat bagaimana benih ditempatkan pada media tanam dan mengapa tanaman membutuhkan perhatian dalam proses pertumbuhannya.
Praktik sederhana tersebut juga menjadi sarana pembelajaran tentang kesabaran dan tanggung jawab.
Siswa dikenalkan pada pentingnya merawat tanaman secara berkelanjutan agar dapat tumbuh dan menghasilkan manfaat.
MENGENAL TERNAK AYAM DAN IKAN LELE
Selain kegiatan berkebun, para peserta memperoleh pengalaman dalam kegiatan peternakan dan perikanan.
Siswa diajak memberi makan ikan lele dan ayam.
Kegiatan tersebut memperkenalkan kebutuhan dasar hewan ternak serta pentingnya pemeliharaan yang sesuai.
Peserta juga mendapatkan kesempatan memanen telur ayam dan sayuran.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai hubungan antara kegiatan pemeliharaan dan hasil yang diperoleh.
Anak-anak kemudian berkeliling kebun untuk mengenal berbagai jenis tanaman serta melihat rumah bibit.
KEPEDULIAN LINGKUNGAN SEJAK DINI
Pembelajaran di luar kelas dapat menjadi cara untuk memperkenalkan kepedulian lingkungan kepada peserta didik.
Melalui kegiatan pertanian, siswa diajak memahami pentingnya menjaga tanaman, hewan, dan lingkungan sekitar.
Kegiatan juga dapat mendukung pengembangan keterampilan kerja sama, komunikasi, dan kemandirian.
Menurut laporan penyelenggaraan kegiatan, para peserta mengikuti aktivitas dengan antusias, terutama ketika mendapatkan kesempatan melakukan praktik langsung.
Program ini menunjukkan salah satu bentuk kolaborasi pendidikan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan lembaga sosial.
EDUWISATA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
Kawasan pertanian terpadu dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk berbagai mata pelajaran.
Misalnya, pengamatan tanaman berkaitan dengan materi ilmu pengetahuan alam, sedangkan penghitungan hasil panen dapat dihubungkan dengan keterampilan numerasi.
Kegiatan pemeliharaan lingkungan juga dapat memperkuat pembelajaran karakter.
Meskipun demikian, penerapan materi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kurikulum dan rancangan pembelajaran sekolah.
Melalui kegiatan eduwisata di Balongan, siswa SD Tahfidz Al Khoir memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari kegiatan di kelas.
Kegiatan serupa diharapkan dapat mendorong lembaga pendidikan untuk terus mengembangkan pembelajaran kontekstual yang memperkenalkan potensi lingkungan dan kehidupan masyarakat kepada peserta didik.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir