KebonCinta.com — Sebanyak 19 santri madrasah diniyah asal Kota Cirebon, Jawa Barat, terpilih mewakili daerahnya dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan di Kabupaten Cianjur.
Para peserta mengikuti berbagai cabang perlombaan di bidang seni, keagamaan, dan olahraga untuk menunjukkan kemampuan serta prestasi yang telah dikembangkan melalui pendidikan madrasah diniyah.
Kontingen Kota Cirebon secara resmi dilepas oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, pada Kamis (22/10/2026).
Prosesi pelepasan berlangsung di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon.
Kegiatan tersebut dilaporkan melalui website resmi Pemerintah Kota Cirebon pada Jumat (23/10/2026).
19 SANTRI TERPILIH MEWAKILI CIREBON
PORSADIN menjadi salah satu wadah bagi peserta didik madrasah diniyah untuk mengembangkan kemampuan di luar kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Sebanyak 19 peserta dari Kota Cirebon memperoleh kesempatan mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat.
Keikutsertaan mereka merupakan hasil dari proses pembinaan, latihan, dan pendampingan yang dilakukan oleh para guru serta pihak terkait.
Para peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperoleh pengalaman baru dalam kegiatan kompetisi.
Pemerintah Kota Cirebon juga menekankan bahwa pencapaian peserta tidak hanya diukur dari jumlah penghargaan yang berhasil diraih.
Keberanian, kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.
WAKIL WALI KOTA TEKANKAN PENTINGNYA AKHLAK
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, mengingatkan bahwa pendidikan agama harus mampu membentuk generasi yang mempunyai karakter dan akhlak baik.
Dalam kegiatan pelepasan pada 22 Oktober 2026, ia menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam membimbing perkembangan anak.
Dukungan keluarga serta pendidik menjadi bagian penting dalam membentuk kepribadian yang disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati sesama.
Siti Farida juga mengingatkan peserta untuk membiasakan diri menghargai orang tua dan guru.
Kebiasaan sederhana seperti mengucapkan terima kasih dan menghormati orang lain dinilai mempunyai peran penting dalam pendidikan karakter.
PENDIDIKAN AGAMA DI TENGAH PERKEMBANGAN AI
Perkembangan teknologi digital turut menjadi perhatian Wakil Wali Kota Cirebon.
Menurutnya, kemudahan mengakses internet dan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memberikan peluang baru dalam pembelajaran.
Namun, penggunaan teknologi tidak boleh menghilangkan pentingnya bimbingan langsung dari guru.
Dalam pendidikan agama, khususnya pembelajaran membaca Al-Qur'an, peran ustaz dan ustazah tetap diperlukan untuk membimbing bacaan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai keislaman.
Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, sementara proses pembentukan karakter membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan.
DUKUNGAN KEMENAG DAN GURU DINIYAH
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon yang diwakili Kasubbag Tata Usaha, Asep Fauzi Firmansyah, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para santri yang terpilih mengikuti PORSADIN.
Asep menilai keikutsertaan tersebut mencerminkan kerja keras peserta, guru, orang tua, serta pihak yang mendukung proses pembinaan.
Ia juga mengingatkan agar peserta tetap menjaga sikap dan sportivitas selama perlombaan.
Dukungan terhadap kontingen melibatkan pemerintah daerah, Kementerian Agama, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), pendidik, serta keluarga peserta.
HARAPAN BAGI PENDIDIKAN MADRASAH DINIYAH
PORSADIN diharapkan menjadi sarana pengembangan potensi santri sekaligus memperkuat peran pendidikan madrasah diniyah.
Melalui perlombaan, peserta mendapatkan kesempatan untuk melatih keberanian, meningkatkan kemampuan, serta membangun pengalaman berinteraksi dengan peserta dari daerah lain.
Pemerintah Kota Cirebon berharap para santri dapat membawa nama baik daerah melalui prestasi dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan agama.
Keikutsertaan kontingen juga diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik madrasah diniyah lainnya untuk terus belajar, mengembangkan bakat, serta berprestasi di bidang olahraga dan seni keagamaan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir