Kampus
Hilmi An Naufal

20 Perguruan Tinggi Negeri Berkumpul di Unand, Mutu Kampus Tak Lagi Cukup Hanya Mengejar Akreditasi

20 Perguruan Tinggi Negeri Berkumpul di Unand, Mutu Kampus Tak Lagi Cukup Hanya Mengejar Akreditasi

11 Oktober 2026 | 07:34

KebonCinta.com — Perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya mengejar nilai akreditasi apabila kualitas pembelajaran belum memberikan dampak nyata bagi mahasiswa.

Universitas Andalas menjadi tuan rumah pertemuan Forum Penjaminan Mutu Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat.

Kegiatan berlangsung selama dua hari dan diikuti 39 peserta yang mewakili 20 perguruan tinggi.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum pelantikan kepengurusan FPM BKS-PTN Barat periode 2026-2028.

Salah satu pembahasan utama berkaitan dengan perubahan sistem akreditasi serta penerapan SAPTO 2.0.

“Mutu tumbuh ketika kita saling belajar dan saling menguatkan,” menjadi pesan yang dibawa dalam forum tersebut.

Perguruan tinggi kemudian didorong membangun budaya mutu yang tidak hanya muncul menjelang proses akreditasi.

Selama ini, akreditasi menjadi salah satu indikator yang mudah dilihat masyarakat ketika memilih perguruan tinggi maupun program studi.

Namun kualitas kampus sebenarnya mencakup aspek yang jauh lebih luas.

Kurikulum harus relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan dunia kerja.

Dosen perlu mempunyai kemampuan mengajar sekaligus mengikuti perkembangan ilmu di bidang masing-masing.

Fasilitas pendidikan juga harus mendukung proses belajar dan penelitian.

Baca Juga: Data Dapodik Dipadankan dengan DTSEN untuk PIP Fase 2 Tahun 2026, Kelengkapan Identitas Jadi Perhatian 

Selain itu, kampus harus mampu menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan.

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menilai peningkatan mutu membutuhkan keterlibatan seluruh unsur universitas.

Pekerjaan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada satu unit penjaminan mutu.

Fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan hingga pimpinan kampus mempunyai peran masing-masing.

Universitas Andalas sendiri sedang memperkuat pengakuan nasional maupun internasional.

Kampus tersebut mencatat 42 program studi telah memperoleh akreditasi internasional.

Sementara proporsi program studi dengan predikat unggul disebut mendekati 60 persen.

Namun kampus tetap didorong melihat hasil pendidikan secara lebih nyata.

Salah satunya dengan memperhatikan kemampuan lulusan mendapatkan pekerjaan, melanjutkan pendidikan maupun membangun usaha setelah kuliah.

Forum juga menjadi sarana berbagi pengalaman antarkampus.

Sebuah perguruan tinggi dapat mempelajari sistem yang berhasil diterapkan kampus lain tanpa harus kehilangan karakter dan keunggulan lokalnya.

Kolaborasi seperti ini menjadi penting karena kemampuan setiap perguruan tinggi tidak selalu sama.

Sebagian kampus mempunyai pengalaman panjang dalam akreditasi internasional, sementara kampus lain mungkin memiliki keunggulan pada riset maupun pengabdian masyarakat.

Pertukaran praktik baik dapat membantu memperkecil kesenjangan kualitas.

Perguruan tinggi pada akhirnya mempunyai tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan ijazah.

Kampus harus memastikan waktu dan biaya yang dikeluarkan mahasiswa selama kuliah memberikan bekal nyata untuk kehidupan setelah lulus.

Karena itu, ukuran kualitas pendidikan tinggi perlu terus bergerak dari sekadar kelengkapan dokumen menuju dampak yang benar-benar dirasakan mahasiswa dan masyarakat.

Tags:
Universitas Andalas PTN Akreditasi SAPTO 2.0 Mahasiswa Kampus Pendidikan Tinggi BAN-PT

Komentar Pengguna