Gaya Hidup
Al Fina

4 Makanan untuk Penderita Kanker Payudara yang Kaya Nutrisi, Nomor 3 Punya Senyawa yang Menarik Perhatian

4 Makanan untuk Penderita Kanker Payudara yang Kaya Nutrisi, Nomor 3 Punya Senyawa yang Menarik Perhatian

20 Oktober 2026 | 07:52

KebonCinta.com – Oktober dikenal sebagai Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara. Momen ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan pemahaman tentang kanker payudara, termasuk memperhatikan kesehatan dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Bagi seseorang yang sedang menjalani pengobatan kanker payudara, makanan memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral. Asupan nutrisi yang cukup juga dapat membantu menjaga kekuatan tubuh selama menghadapi proses pengobatan.

Menurut American Cancer Society, sejumlah faktor gaya hidup, termasuk pola makan dan aktivitas fisik, berkaitan dengan risiko kanker. Meski demikian, hubungan antara pola makan dan kanker cukup kompleks sehingga tidak tepat jika satu jenis makanan dianggap mampu mencegah atau menyembuhkan penyakit tersebut.

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

Karena itu, pilihan makanan untuk penderita kanker payudara sebaiknya berfokus pada pola makan yang beragam, seimbang, dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Dilansir dari Breast Cancer Research Foundation, ada beberapa kelompok makanan yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Mulai dari biji-bijian utuh hingga ikan yang kaya omega-3, berikut ulasannya.

1. Biji-Bijian Utuh dan Kacang-Kacangan, Sumber Serat yang Baik

Biji-bijian utuh dan kacang-kacangan merupakan pilihan makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat serta sejumlah nutrisi penting.

Contoh biji-bijian utuh yang mudah ditemukan antara lain oatmeal, beras merah, roti gandum utuh, dan quinoa. Sementara itu, kacang merah, lentil, kacang hijau, serta berbagai jenis kacang lainnya dapat menjadi sumber serat dan protein nabati.

Serat berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan dan membantu mengatur respons gula darah. Kacang-kacangan juga menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting.

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Cancer menemukan bahwa perempuan dengan asupan serat lebih tinggi memiliki kemungkinan sekitar 8 persen lebih rendah mengalami kanker payudara dibandingkan kelompok dengan asupan lebih rendah.

Meski temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan yang menarik, hasil penelitian ini tidak membuktikan bahwa serat secara langsung mencegah kanker payudara. Selain itu, temuan mengenai risiko kanker tidak otomatis berarti makanan berserat tinggi dapat mengobati pasien yang sudah didiagnosis.

Untuk menu sehari-hari, kamu bisa mengganti sebagian nasi putih dengan beras merah, memilih oatmeal sebagai sarapan, atau menambahkan kacang-kacangan ke dalam sup dan salad.

Jika pasien sedang mengalami efek samping pengobatan seperti diare atau gangguan pencernaan tertentu, jenis dan jumlah serat mungkin perlu disesuaikan dengan anjuran dokter atau ahli gizi.

2. Buah dan Sayuran Kaya Antioksidan untuk Melengkapi Nutrisi

Buah dan sayuran berwarna-warni menyediakan berbagai vitamin, mineral, serat, serta senyawa alami yang mendukung kesehatan tubuh.

Buah jeruk, stroberi, dan paprika, misalnya, mengandung vitamin C. Sementara itu, wortel, bayam, ubi jalar, dan mangga menyediakan karotenoid yang berperan dalam fungsi tubuh.

Brokoli dan sayuran lainnya juga mengandung beragam senyawa fitokimia. Adapun minyak zaitun extra virgin dapat menjadi sumber lemak tak jenuh dan polifenol sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Antioksidan membantu tubuh menghadapi stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya mengalami ketidakseimbangan.

Namun, penting untuk dipahami bahwa manfaat buah dan sayuran tidak berarti mengonsumsi makanan kaya antioksidan dalam jumlah besar dapat menyembuhkan kanker payudara.

Bagi pasien yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi, penggunaan suplemen antioksidan dosis tinggi perlu dikonsultasikan dengan dokter karena keamanan dan manfaatnya dapat berbeda bergantung pada jenis pengobatan.

Cara sederhana untuk memulai adalah dengan menghadirkan variasi buah dan sayuran dalam menu harian. Pilih jenis yang mudah dikonsumsi dan sesuai dengan toleransi tubuh selama pengobatan.

3. Sayuran Cruciferous, Kelompok Sayuran dengan Senyawa Bioaktif

Pernah mendengar istilah sayuran cruciferous? Kelompok sayuran ini meliputi brokoli, kembang kol, kale, kubis, dan kubis Brussel.

Sayuran tersebut mengandung glukosinolat, yaitu senyawa alami yang dapat diuraikan menjadi senyawa lain, termasuk indol dan isotiosianat.

Dalam penelitian laboratorium dan sejumlah penelitian praklinis, senyawa-senyawa tersebut menunjukkan aktivitas biologis yang menarik untuk diteliti, termasuk kemungkinan pengaruhnya terhadap proses yang berkaitan dengan pertumbuhan sel.

Meski begitu, hasil penelitian laboratorium tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai bukti bahwa mengonsumsi sayuran cruciferous mampu menghambat atau menyembuhkan kanker payudara pada manusia.

Lantas, mengapa sayuran ini tetap layak dimasukkan ke dalam menu?

Brokoli, kale, dan kembang kol mengandung vitamin, serat, serta berbagai nutrisi yang mendukung pola makan sehat. Mengonsumsinya bersama kelompok makanan lain membantu memperkaya variasi asupan harian.

Kamu bisa mengolahnya dengan cara dikukus, direbus, atau ditumis menggunakan sedikit minyak. Pilih tekstur dan cara pengolahan yang paling nyaman, terutama jika pasien mengalami perubahan nafsu makan atau gangguan pencernaan selama pengobatan.

4. Ikan Kaya Omega-3 untuk Mendukung Kebutuhan Nutrisi

Ikan seperti salmon, sarden, makarel, dan beberapa jenis tuna merupakan sumber protein. Sebagian di antaranya juga kaya asam lemak omega-3, terutama EPA dan DHA.

Omega-3 merupakan lemak yang memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk berperan dalam pembentukan membran sel dan proses yang berkaitan dengan respons peradangan.

Protein dari ikan juga membantu memenuhi kebutuhan tubuh untuk memelihara jaringan dan mendukung pemulihan.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Makanan Sehat kanker payudara Kesehatan

Komentar Pengguna