KebonCinta.com-- Gigi berlubang kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan yang sepele. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, kerusakan gigi dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius, mulai dari rasa nyeri hebat hingga infeksi pada jaringan di sekitar gigi.
Kondisi yang dikenal sebagai karies gigi ini terjadi ketika lapisan gigi mengalami kerusakan. Sisa makanan yang terselip di bagian berlubang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jika tidak dibersihkan dengan baik, kerusakan bisa semakin dalam dan menimbulkan berbagai keluhan.
Karena itu, mengenali bahaya gigi berlubang sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berikut lima dampak yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: 10 Contoh Soal UTS SKI Kelas 11 Semester Genap Beserta Kunci Jawaban
Salah satu keluhan yang paling sering muncul akibat gigi berlubang adalah sakit gigi. Rasa nyeri biasanya semakin terasa ketika kerusakan mencapai bagian dalam gigi, termasuk pulpa yang mengandung saraf dan pembuluh darah.
Nyeri dapat terasa berdenyut, muncul saat mengunyah, atau menjadi lebih sensitif ketika mengonsumsi makanan dan minuman panas maupun dingin. Jika rasa sakit berlangsung terus-menerus, pemeriksaan ke dokter gigi diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakannya.
Gigi berlubang yang disertai penumpukan bakteri dapat menimbulkan masalah pada jaringan di sekitarnya. Gusi bisa terlihat kemerahan, membengkak, terasa sakit, atau mudah berdarah.
Dalam kondisi tertentu, infeksi juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di sekitar gigi. Gejala seperti ini sebaiknya tidak diabaikan karena dapat menandakan adanya infeksi yang membutuhkan penanganan medis.
Abses gigi merupakan kumpulan nanah yang terbentuk akibat infeksi bakteri. Kondisi ini dapat terjadi ketika bakteri masuk lebih dalam melalui kerusakan gigi dan memicu infeksi di sekitar akar gigi atau jaringan gusi.
Gejalanya bisa berupa benjolan pada gusi, nyeri hebat, pembengkakan, hingga demam. Abses gigi perlu segera ditangani dokter karena infeksi berisiko menyebar ke jaringan lain. Pembengkakan yang mengganggu proses menelan atau pernapasan membutuhkan pertolongan darurat.
Baca Juga: 10 Contoh Soal UTS SKI Kelas 11 Semester Ganjil Beserta Kunci Jawaban untuk Latihan Siswa
Lubang yang semakin besar dapat membuat struktur gigi melemah. Akibatnya, gigi menjadi lebih rentan retak atau patah, terutama ketika digunakan untuk menggigit dan mengunyah makanan keras.
Kerusakan yang sudah meluas juga dapat membuat bagian gigi yang tersisa sulit dipertahankan. Penanganan sejak awal membantu mencegah lubang bertambah besar dan mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut.
Bahaya lain yang dapat terjadi pada gigi dengan kerusakan berat adalah polip pulpa atau pulp polyp. Kondisi ini berupa pertumbuhan jaringan yang berlebihan pada pulpa gigi sebagai respons terhadap iritasi atau peradangan kronis.
Polip pulpa dapat terlihat seperti jaringan berwarna merah muda atau kemerahan yang tumbuh dari lubang gigi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir