Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan tersebut dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang, terutama ketika menggantikan sumber makanan yang kaya serat, vitamin, mineral, dan lemak tak jenuh.
Sejumlah penelitian juga mengkaji hubungan antara kualitas pola makan, proses peradangan, dan kesehatan mental. Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa setiap makanan tinggi lemak secara langsung menyebabkan suasana hati memburuk.
Sebagai langkah sederhana, konsumsi gorengan dan makanan cepat saji dapat dibatasi. Pilihan seperti ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, serta sayuran dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sebagai bagian dari pola makan yang lebih beragam.
Baca Juga: Sering Lelah dan Stres Karena Pekerjaan? Ini Cara Menjaga Kesehatan Mental
Keripik, makanan ringan kemasan, dan camilan asin lainnya sering kali mudah dikonsumsi tanpa memperhatikan jumlahnya. Padahal, produk semacam ini dapat menyumbang natrium dalam jumlah cukup besar.
Asupan natrium yang berlebihan diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Sementara itu, hubungan langsung antara makanan tinggi garam dan perubahan suasana hati masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Meski demikian, memperhatikan kandungan natrium tetap penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membaca label gizi sebelum membeli makanan kemasan. Porsi camilan juga perlu diperhatikan agar konsumsi garam harian tidak berlebihan.
Buah segar atau camilan yang lebih rendah natrium dapat menjadi alternatif untuk menambah variasi makanan sehari-hari.
Mengatur pola makan bukan berarti harus menghindari seluruh makanan favorit. Hal yang lebih penting adalah menjaga keseimbangan asupan, memperhatikan ukuran porsi, dan mengenali respons tubuh terhadap makanan atau minuman tertentu.
Selain memilih makanan yang lebih beragam dan bergizi, beberapa kebiasaan lain juga dapat membantu mendukung kondisi emosional, antara lain:
Perlu diingat bahwa suasana hati dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk stres, kondisi kesehatan, lingkungan, perubahan hormon, dan kualitas tidur. Karena itu, makanan sebaiknya tidak dianggap sebagai satu-satunya penyebab perubahan emosi.
Apabila perubahan suasana hati berlangsung terus-menerus, terasa berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan penyebab dan penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Sini Kumpul! Berikut 6 Contoh Soal UTS SKI Kelas 12 MA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Kebiasaan makan sehari-hari merupakan salah satu aspek yang layak diperhatikan ketika menjaga kesehatan tubuh dan suasana hati. Makanan tinggi gula, konsumsi kafein berlebihan, alkohol, makanan tinggi lemak, serta camilan tinggi garam perlu dikonsumsi dengan bijak sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing individu.
Alih-alih menghindari semua jenis makanan tertentu tanpa pertimbangan, langkah yang lebih baik adalah membangun pola makan seimbang, menjaga kualitas tidur, dan mengelola stres. Dengan memperhatikan berbagai faktor tersebut, upaya menjaga kesehatan fisik dan emosional dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir