KebonCinta.com — Kanker masih menjadi salah satu ancaman kesehatan paling menakutkan bagi masyarakat global. Penyakit akibat mutasi sel ganas ini tidak memandang usia dan kerap berujung pada kematian.
Selain riwayat keturunan dan gaya hidup pasif, kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu kini menjadi sorotan utama para peneliti medis. Salah satu biang kerok utama yang tengah disorot pakar kesehatan dunia adalah paparan senyawa akrilamida pada sajian sehari-hari.
Merujuk pada penjelasan US Food and Drug Administration (FDA), akrilamida merupakan zat kimia berbahaya yang terbentuk secara alami sewaktu bahan pangan tinggi pati diolah menggunakan teknik pemanasan ekstrem, seperti penggorengan minyak panas maupun pemanggangan.
Meskipun riset lanjutan masih berproses, deretan badan kesehatan terkemuka di tingkat global telah mengelompokkan akrilamida sebagai agen yang berisiko karsinogenik atau berpotensi kuat memicu pertumbuhan sel kanker pada manusia.
Baca Juga: Jangan Sampai Lupa, Ini Cara Cek Password dan Jadwal AKGTK 2026 di EMIS GTK
Melansir laporan Times of India, berikut beberapa jenis kudapan populer yang rentan memicu pembentukan racun akrilamida apabila diolah pada temperatur tinggi berlebih:
Camilan renyah yang satu ini menduduki posisi teratas sebagai penyumbang akrilamida terbesar. Reaksi kimia antara kadar gula alami kentang dan asam amino saat terkena panas tinggi menjadi pemicu utamanya.
Semakin gelap warna gorengan, semakin pekat konsentrasi zat berbahaya di dalamnya. Data riset menunjukkan tingkat akrilamida pada keripik kentang berkisar antara 300–2.000 µg/kg, sementara kentang goreng berada di kisaran 200–700 µg/kg.
Proses pemanggangan skala industri beriklim panas tinggi pada produk biskuit komersial tidak hanya menyisakan akrilamida, tetapi juga tumpukan bahan pengawet dan pemanis buatan. Penelitian mencatat kadar akrilamida biskuit pabrikan mencapai 60–1.000 µg/kg.
Tingkat kematangan saat memanggang roti berbanding lurus dengan besarnya risiko kesehatan. Lembaran roti berkerak cokelat tua hingga menghitam mengindikasikan lonjakan konsentrasi akrilamida yang sangat pekat, yakni mencapai 50–500 µg/kg.
Tahapan penyangraian (roasting) biji kopi pada fase awal turut merangsang kemunculan zat akrilamida. Kopi berkarakter light to medium roast terbukti relatif lebih aman ketimbang varian dark roast. Kopi seduh cair tercatat mengandung akrilamida sekitar 5–20 µg/L, sedangkan bubuk kopi instan dapat mencapai 100–400 µg/kg.
Produk sereal favorit seperti corn flakes dan olahan gandum siap saji umumnya diproses lewat teknik pemanggangan bersuhu tinggi. Sereal berwarna kecokelatan serta berkadar gula tinggi menyimpan kadar akrilamida sebesar 150–1.200 µg/kg.
Itulah daftar makanan favorit yang sering dimakan tapi jika berlebihan akan berbahaya bagi diri sendiri.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir