Pendidikan
Al Fina

5 Soal Prediksi TKA Ekonomi 2026/2027 dan Kunci Jawaban, Ada Pembahasan Lengkap yang Wajib Dipelajari!

5 Soal Prediksi TKA Ekonomi 2026/2027 dan Kunci Jawaban, Ada Pembahasan Lengkap yang Wajib Dipelajari!

17 Oktober 2026 | 09:55

Dengan demikian, keterampilan yang dimiliki lulusan menjadi lebih relevan dengan perkembangan industri.

Pernyataan 3: Mendorong program magang bersertifikat yang diakui industri.

Jawaban: Tepat.

Magang memberikan pengalaman kerja nyata kepada siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat mengembangkan keterampilan teknis maupun nonteknis, memahami budaya kerja, dan meningkatkan kesiapan memasuki pasar tenaga kerja.

Soal 3: Kebijakan untuk Memperbaiki Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran negara X mengalami defisit, terutama akibat meningkatnya impor barang konsumsi. Sementara itu, kinerja ekspor hasil bumi stagnan karena persaingan global yang semakin ketat.

Pemerintah ingin memperbaiki neraca pembayaran dalam jangka menengah.

Evaluasilah apakah setiap kebijakan berikut Logis atau Tidak Logis untuk mencapai tujuan tersebut.

Pernyataan

1. Menurunkan bea masuk untuk semua jenis barang impor guna menstimulasi perdagangan (Logis/Tidak Logis)

2. Memberikan subsidi dan insentif pajak bagi industri manufaktur yang berorientasi ekspor (Logis/Tidak Logis)

3. Melakukan devaluasi mata uang agar harga produk ekspor menjadi lebih murah di pasar internasional (Logis/Tidak Logis)

Kunci jawaban:

Tidak Logis

Logis

Logis, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi negara

Pembahasan:

Neraca pembayaran mencatat transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dan pihak luar negeri dalam periode tertentu. Perbaikan posisi eksternal dapat diupayakan melalui peningkatan daya saing ekspor, pengelolaan impor, dan kebijakan nilai tukar yang sesuai.

Pernyataan 1: Menurunkan bea masuk untuk semua barang impor.

Jawaban: Tidak Logis.

Penurunan bea masuk membuat barang impor lebih murah sehingga berpotensi meningkatkan permintaan impor. Jika impor meningkat tanpa diimbangi peningkatan ekspor, tekanan terhadap neraca perdagangan dapat semakin besar.

Meski demikian, impor bahan baku dan barang modal juga dapat mendukung produksi dalam negeri. Oleh sebab itu, dampaknya perlu dilihat berdasarkan jenis barang yang diimpor dan tujuan kebijakan.

Pernyataan 2: Memberikan subsidi dan insentif pajak bagi industri manufaktur berorientasi ekspor.

Jawaban: Logis.

Insentif yang dirancang secara tepat dapat membantu menekan biaya produksi, meningkatkan daya saing, dan mendorong penjualan produk ke pasar internasional.

Apabila ekspor meningkat, penerimaan devisa berpotensi bertambah sehingga dapat membantu memperbaiki posisi eksternal negara.

Pernyataan 3: Melakukan devaluasi mata uang agar produk ekspor lebih murah di pasar internasional.

Jawaban: Logis, dengan catatan.

Devaluasi merupakan penurunan nilai resmi mata uang dalam sistem nilai tukar tetap. Jika harga produk dalam mata uang domestik tidak berubah, penurunan nilai mata uang dapat membuat produk ekspor relatif lebih murah bagi pembeli asing.

Namun, keberhasilan kebijakan ini bergantung pada respons permintaan ekspor dan impor. Devaluasi juga dapat meningkatkan biaya impor, terutama untuk bahan baku dan energi, serta berpotensi menambah tekanan inflasi.

Soal 4: Biaya Peluang dalam Kegiatan Produksi

Seorang petani memiliki lahan subur, tetapi sumber daya berupa waktu, tenaga, dan modal yang tersedia terbatas. Ia mempertimbangkan tiga alternatif penggunaan lahan untuk musim tanam berikutnya:

Menanam padi dengan potensi keuntungan Rp10.000.000.

Menanam jagung dengan potensi keuntungan Rp12.000.000.

Menanam kedelai dengan potensi keuntungan Rp8.000.000.

Karena keterbatasan sumber daya, petani hanya dapat memilih satu jenis tanaman. Setelah mempertimbangkan keuntungan yang mungkin diperoleh, ia memutuskan menanam jagung.

Berdasarkan kasus tersebut, pilihlah semua pernyataan yang benar secara konsep ekonomi.

A. Masalah utama yang dihadapi petani adalah kelangkaan sumber daya.

B. Biaya peluang dari keputusan menanam jagung adalah Rp18.000.000.

C. Keputusan menanam jagung merupakan pilihan yang rasional bagi petani.

D. Biaya peluang dari keputusan menanam jagung adalah Rp10.000.000.

E. Jika petani memilih menanam padi, biaya peluangnya adalah Rp12.000.000.

Kunci jawaban: A, C, D, dan E.

Pembahasan:

Soal ini menguji pemahaman mengenai kelangkaan, pilihan rasional, dan biaya peluang atau opportunity cost.

Pernyataan A: Masalah utama petani adalah kelangkaan sumber daya.

Jawaban: Benar.

Petani memiliki sumber daya terbatas sehingga tidak dapat menanam semua jenis tanaman sekaligus. Kondisi tersebut merupakan contoh kelangkaan, yaitu keterbatasan sumber daya dibandingkan dengan berbagai alternatif penggunaannya.

Pernyataan B: Biaya peluang menanam jagung adalah Rp18.000.000.

Jawaban: Salah.

Biaya peluang bukan penjumlahan keuntungan dari seluruh alternatif yang tidak dipilih. Biaya peluang adalah nilai alternatif terbaik yang dikorbankan ketika seseorang mengambil keputusan.

Pernyataan C: Keputusan menanam jagung merupakan pilihan rasional.

Jawaban: Benar.

Jagung memberikan potensi keuntungan Rp12.000.000, lebih tinggi daripada padi sebesar Rp10.000.000 dan kedelai sebesar Rp8.000.000.

Dengan asumsi faktor lain setara, memilih jagung merupakan keputusan rasional karena memberikan potensi keuntungan terbesar.

Pernyataan D: Biaya peluang menanam jagung adalah Rp10.000.000.

Jawaban: Benar.

Ketika petani memilih jagung, alternatif terbaik yang dikorbankan adalah menanam padi dengan potensi keuntungan Rp10.000.000.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
TKA 2026 Tes Kemampuan Akademik kemendikdasmen Latihan Soal

Komentar Pengguna