KebonCinta.com — Sebanyak 528 aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Karya Satya.
Penghargaan diberikan kepada PNS yang telah menunjukkan pengabdian selama 10, 20 hingga 30 tahun.
Penyematan dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Penyematan dilakukan dalam dua sesi.
Sesi pertama diikuti 267 PNS yang sebagian besar berasal dari jajaran Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Sementara sesi kedua diikuti 261 PNS dari berbagai perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Khofifah memberikan apresiasi khusus kepada jajaran pendidikan.
“Kerja keras harus dijaga, amanah harus dijaga,” ujar Khofifah saat memberikan pesan kepada para penerima penghargaan.
Ia menilai berbagai capaian pembangunan tidak dapat dilepaskan dari pekerjaan ASN di belakangnya.
Guru, pejabat fungsional maupun pejabat struktural diminta tetap menjalankan tugas dengan orientasi pelayanan.
Sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang disorot.
Khofifah berharap tenaga pendidik terus mempersiapkan generasi muda Jawa Timur menghadapi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pencapaian akademik yang sudah diperoleh harus dipertahankan secara berkelanjutan.
ASN di bidang kesehatan dan pertanian juga mendapatkan apresiasi.
Pemerintah provinsi menilai kerja aparatur di berbagai sektor memiliki hubungan langsung dengan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.
Satyalancana Karya Satya bukan penghargaan yang hanya mempertimbangkan lamanya masa kerja.
Tanda kehormatan diberikan sebagai bentuk penghargaan negara terhadap kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan seorang PNS.
Pada sesi kedua, sebanyak 69 ASN tercatat telah menjalani masa pengabdian selama 30 tahun.
Khofifah menilai tiga dekade pengabdian merupakan perjalanan panjang dalam pelayanan pemerintahan.
Ia juga memilih menyematkan tanda kehormatan secara langsung kepada para penerima.
Selain memberikan penghargaan, Khofifah mengingatkan bahwa tugas ASN tidak berhenti setelah mendapatkan tanda kehormatan.
Integritas harus tetap dijaga dalam menjalankan pekerjaan.
Pelayanan kepada masyarakat juga diminta dilakukan secara ramah.
ASN menjadi salah satu bagian pemerintahan yang paling sering berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Cara pegawai melayani dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Karena itu, profesionalitas tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan administratif.
Sikap, transparansi dan tanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam pelayanan.
Penghargaan kepada 528 ASN tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk mempertahankan kualitas kerja sekaligus memberikan contoh kepada generasi aparatur yang lebih muda.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir