Pembahasan:
Sistem ekonomi komando menempatkan pemerintah sebagai pengambil keputusan utama dalam penggunaan sumber daya ekonomi.
Pernyataan 1 – Logis. Pemerintah dapat menetapkan prioritas produksi berdasarkan kebutuhan masyarakat dan rencana ekonomi nasional.
Pernyataan 2 – Tidak Logis. Kebebasan penuh perusahaan swasta dalam menentukan metode produksi tidak sesuai dengan sistem yang keputusan ekonominya dikendalikan secara terpusat.
Pernyataan 3 – Logis. Pemerintah dapat mengatur distribusi barang agar sesuai dengan tujuan pemerataan atau kebutuhan warga.
Dalam praktiknya, penerapan sistem ekonomi suatu negara dapat memiliki variasi. Namun, soal ini mengacu pada karakteristik dasar sistem ekonomi komando.
Soal 6. Menghitung Pendapatan Nasional Bersih (NNI)
Data perekonomian Negara Makmur pada 2024 adalah sebagai berikut:
Produk Domestik Bruto (PDB): Rp1.600 triliun
Pendapatan faktor produksi luar negeri di dalam negeri: Rp150 triliun
Pendapatan faktor produksi dalam negeri di luar negeri: Rp80 triliun
Penyusutan barang modal: Rp100 triliun
Pajak tidak langsung: Rp70 triliun
Pajak langsung: Rp120 triliun
Berdasarkan data tersebut, besarnya Pendapatan Nasional Bersih atau Net National Income (NNI) atas dasar biaya faktor adalah ....
A. Rp1.360 triliun
B. Rp1.430 triliun
C. Rp1.450 triliun
D. Rp1.530 triliun
E. Rp1.600 triliun
Kunci jawaban: A. Rp1.360 triliun
Pembahasan:
Langkah pertama adalah menghitung Produk Nasional Bruto (PNB) dengan menambahkan pendapatan faktor neto dari luar negeri ke PDB.
Pendapatan faktor neto luar negeri:
[80-150=-70]
Maka:
[PNB=PDB+(-70)]
[PNB=1.600-70=1.530]
Selanjutnya, kurangi penyusutan untuk mendapatkan Produk Nasional Neto (PNN):
[PNN=1.530-100=1.430]
Untuk memperoleh NNI atas dasar biaya faktor, kurangi pajak tidak langsung:
[NNI=1.430-70=1.360]
Dengan demikian, jawabannya adalah Rp1.360 triliun.
Pajak langsung tidak dikurangkan dalam perhitungan NNI atas dasar biaya faktor pada rumus yang digunakan di soal ini. Pajak langsung berkaitan dengan pembagian beban pajak atas pendapatan, bukan komponen pengurang dalam penyesuaian dari harga pasar ke biaya faktor.
Soal 7 Kebijakan Moneter Ketat untuk Mengendalikan Inflasi
Inflasi di suatu negara meningkat hingga mencapai dua digit. Kondisi tersebut menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi. Bank sentral kemudian mempertimbangkan kebijakan moneter ketat (tight money policy).
Tindakan yang paling sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut adalah ....
A. Menurunkan suku bunga acuan agar masyarakat semakin mudah meminjam uang.
B. Membeli surat berharga secara besar-besaran untuk menambah likuiditas perbankan.
C. Menurunkan persyaratan cadangan minimum bank untuk memperluas penyaluran kredit.
D. Menaikkan suku bunga acuan untuk menekan permintaan kredit dan pertumbuhan uang beredar.
E. Memberikan insentif kredit agar konsumsi masyarakat meningkat pesat.
Kunci jawaban: D
Pembahasan:
Kebijakan moneter ketat merupakan langkah bank sentral untuk mengurangi tekanan inflasi dengan membatasi pertumbuhan likuiditas dan permintaan dalam perekonomian.
Salah satu instrumennya adalah menaikkan suku bunga acuan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir