Pendidikan
Al Fina

7 Soal Prediksi TKA Ekonomi 2026 dan Kunci Jawaban, Lengkap dengan Pembahasan!

7 Soal Prediksi TKA Ekonomi 2026 dan Kunci Jawaban, Lengkap dengan Pembahasan!

17 Oktober 2026 | 12:36

Logis

Pembahasan:

Sistem ekonomi komando menempatkan pemerintah sebagai pengambil keputusan utama dalam penggunaan sumber daya ekonomi.

Pernyataan 1 – Logis. Pemerintah dapat menetapkan prioritas produksi berdasarkan kebutuhan masyarakat dan rencana ekonomi nasional.

Pernyataan 2 – Tidak Logis. Kebebasan penuh perusahaan swasta dalam menentukan metode produksi tidak sesuai dengan sistem yang keputusan ekonominya dikendalikan secara terpusat.

Pernyataan 3 – Logis. Pemerintah dapat mengatur distribusi barang agar sesuai dengan tujuan pemerataan atau kebutuhan warga.

Dalam praktiknya, penerapan sistem ekonomi suatu negara dapat memiliki variasi. Namun, soal ini mengacu pada karakteristik dasar sistem ekonomi komando.

Soal 6. Menghitung Pendapatan Nasional Bersih (NNI)

Data perekonomian Negara Makmur pada 2024 adalah sebagai berikut:

Produk Domestik Bruto (PDB): Rp1.600 triliun

Pendapatan faktor produksi luar negeri di dalam negeri: Rp150 triliun

Pendapatan faktor produksi dalam negeri di luar negeri: Rp80 triliun

Penyusutan barang modal: Rp100 triliun

Pajak tidak langsung: Rp70 triliun

Pajak langsung: Rp120 triliun

Berdasarkan data tersebut, besarnya Pendapatan Nasional Bersih atau Net National Income (NNI) atas dasar biaya faktor adalah ....

A. Rp1.360 triliun

B. Rp1.430 triliun

C. Rp1.450 triliun

D. Rp1.530 triliun

E. Rp1.600 triliun

Kunci jawaban: A. Rp1.360 triliun

Pembahasan:

Langkah pertama adalah menghitung Produk Nasional Bruto (PNB) dengan menambahkan pendapatan faktor neto dari luar negeri ke PDB.

Pendapatan faktor neto luar negeri:

[80-150=-70]

Maka:

[PNB=PDB+(-70)]

[PNB=1.600-70=1.530]

Selanjutnya, kurangi penyusutan untuk mendapatkan Produk Nasional Neto (PNN):

[PNN=1.530-100=1.430]

Untuk memperoleh NNI atas dasar biaya faktor, kurangi pajak tidak langsung:

[NNI=1.430-70=1.360]

Dengan demikian, jawabannya adalah Rp1.360 triliun.

Pajak langsung tidak dikurangkan dalam perhitungan NNI atas dasar biaya faktor pada rumus yang digunakan di soal ini. Pajak langsung berkaitan dengan pembagian beban pajak atas pendapatan, bukan komponen pengurang dalam penyesuaian dari harga pasar ke biaya faktor.

Soal 7 Kebijakan Moneter Ketat untuk Mengendalikan Inflasi

Inflasi di suatu negara meningkat hingga mencapai dua digit. Kondisi tersebut menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi. Bank sentral kemudian mempertimbangkan kebijakan moneter ketat (tight money policy).

Tindakan yang paling sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut adalah ....

A. Menurunkan suku bunga acuan agar masyarakat semakin mudah meminjam uang.

B. Membeli surat berharga secara besar-besaran untuk menambah likuiditas perbankan.

C. Menurunkan persyaratan cadangan minimum bank untuk memperluas penyaluran kredit.

D. Menaikkan suku bunga acuan untuk menekan permintaan kredit dan pertumbuhan uang beredar.

E. Memberikan insentif kredit agar konsumsi masyarakat meningkat pesat.

Kunci jawaban: D

Pembahasan:

Kebijakan moneter ketat merupakan langkah bank sentral untuk mengurangi tekanan inflasi dengan membatasi pertumbuhan likuiditas dan permintaan dalam perekonomian.

Salah satu instrumennya adalah menaikkan suku bunga acuan.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
4 / 5
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Prediksi TKA Tes Kemampuan Akademik kemendikdasmen Latihan Soal

Komentar Pengguna