KebonCinta.com - Dinding kamar yang masih kosong atau sudut mainan yang belum tertata bisa menjadi awal kegiatan menyenangkan bersama anak. Orang tua dapat mengajaknya memilih gambar, menentukan tempat hiasan, lalu menata bagian kecil kamar secara bertahap.
Kegiatan ini memberi anak kesempatan untuk mengikuti proses dari awal hingga selesai. Ide yang semula hanya dibayangkan perlahan berubah menjadi hasil karya yang dapat dilihat setiap hari.
Menghias kamar bersama anak tidak harus membutuhkan banyak perlengkapan. Kertas gambar, pensil warna, dan beberapa hasil karya anak bisa menjadi bahan untuk memulai proyek sederhana di rumah.
Agar kegiatan mudah diikuti, pilih satu bagian kamar terlebih dahulu. Sudut membaca, rak mainan, atau area untuk memajang gambar dapat menjadi pilihan.
Baca Juga: Contoh Surat Permohonan Mutasi Siswa dari Orang Tua, Lengkap dengan Format
Misalnya, ajak anak membuat tiga gambar untuk dipasang di dekat tempat tidur. Lingkup kegiatan yang kecil membantu orang tua menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan sekaligus menunjukkan hasil yang ingin dicapai.
Tidak perlu terburu-buru menambah dekorasi ke seluruh ruangan. Beri anak waktu untuk mengerjakan bagian yang sudah dipilih sesuai kemampuan dan ketertarikannya.
Sebelum menyiapkan bahan, tanyakan hiasan seperti apa yang ingin dibuat anak. Ia mungkin ingin menggambar hewan, membuat bentuk bintang, atau memajang karya yang sudah dimilikinya.
Orang tua dapat memberikan pilihan sederhana, misalnya, “Mau membuat gambar baru atau memakai gambar yang kemarin?”
Selanjutnya, ajak anak menentukan warna dan tempat pemasangan. Jika ruang yang tersedia terbatas, bantu ia memilih hiasan yang dapat dipasang. Dengan begitu, anak ikut terlibat dalam merencanakan proyeknya.
Baca Juga: Anak Sedang Tantrum? Psikolog Ingatkan Orang Tua Jangan Ikut Marah, Begini Cara Meresponsnya
Setelah ide disepakati, jelaskan urutan pekerjaan dengan bahasa yang mudah dipahami. Kegiatan dapat dimulai dari menyiapkan bahan, membuat hiasan, mencoba susunan, kemudian memasangnya.
Sebelum menggunakan perekat, letakkan hiasan terlebih dahulu untuk melihat susunannya. Anak bisa menggeser atau mengganti posisi sampai menemukan penataan yang disukai.
Proyek juga tidak harus selesai dalam satu waktu. Menggambar dapat dilakukan hari ini, sedangkan memasang hiasan dilanjutkan esok hari. Anak mendapat kesempatan mengenali bahwa sebuah hasil dapat dikerjakan melalui beberapa tahap.
Bagikan pekerjaan sesuai kemampuan anak. Ia bisa menggambar, memilih karya, atau menyusun hiasan, sementara orang tua membantu penggunaan alat tajam dan pemasangan di tempat tinggi.
Saat kegiatan selesai, ajak anak mengembalikan pensil warna dan mengumpulkan sisa kertas. Membereskan perlengkapan menjadi bagian dari penyelesaian proyek yang dilakukan bersama.
Orang tua juga dapat mengapresiasi keterlibatan anak secara konkret, seperti, “Kamu sudah memilih gambar dan menyusunnya sampai selesai.”
Baca Juga: Anak Baru Masuk Pesantren dan Sering Rindu Rumah? Ini Cara Orang Tua Mendampinginya
Dari satu sudut kamar, anak dapat mengenal proses merencanakan, mengerjakan, dan menyelesaikan sebuah kegiatan. Hiasan yang terpasang menjadi hasil nyata dari ide serta usaha yang ia lakukan dengan pendampingan orang tua.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir