KebonCinta.com - Saat satu periode akuntansi berakhir, tidak semua saldo akun diperlakukan sama. Saldo kas tetap dibawa ke periode berikutnya, sedangkan saldo pendapatan dan beban ditutup melalui proses penutupan buku.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan pengelompokan akun riil dan akun nominal. Memahami keduanya membantu kamu mengenali fungsi akun sekaligus membaca hubungan antara laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi.
Akun riil adalah akun permanen yang saldo akhirnya diteruskan sebagai saldo awal periode berikutnya. Kelompok ini meliputi aset, liabilitas, dan ekuitas.
Baca Juga: Materi TKA SMA Ekonomi, Ini Topik yang Perlu Dipelajari dan Strategi Menghadapi Ujian
Contoh akun riil antara lain kas, piutang usaha, peralatan, utang usaha, serta modal pemilik. Akun-akun tersebut menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu.
Misalnya, saldo kas pada akhir Desember sebesar Rp8.000.000 akan menjadi saldo awal kas Januari, sebelum transaksi baru dicatat.
Namun, istilah permanen tidak berarti nilainya selalu tetap. Saldo akun riil dapat bertambah, berkurang, bahkan menjadi nol sesuai transaksi perusahaan.
Akun nominal adalah akun sementara yang digunakan untuk mencatat pendapatan dan beban selama satu periode akuntansi.
Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi agar Lebih Aman, Yuk Disimak
Contohnya mencakup pendapatan jasa, beban gaji, beban listrik, dan beban sewa. Akun tersebut menjadi dasar penghitungan laba atau rugi periode berjalan.
Pada akhir periode, saldo pendapatan dan beban ditutup sehingga periode berikutnya dimulai dengan saldo nol pada akun-akun tersebut. Dampak laba atau rugi akhirnya masuk ke ekuitas sesuai bentuk usahanya.
Penutupan tidak menghapus riwayat transaksi. Catatan periode sebelumnya tetap tersimpan untuk kebutuhan pelaporan dan pemeriksaan.
Perbedaan utamanya terletak pada keberlanjutan saldo dan tujuan pelaporannya.
Akun riil menyajikan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas. Sementara itu, akun nominal menunjukkan pendapatan serta beban untuk mengukur kinerja selama suatu periode.
Sebagai contoh, perusahaan menerima pembayaran tunai Rp500.000 atas jasa yang sudah selesai diberikan. Transaksi ini melibatkan dua kelompok akun:
Debit Kas: Rp500.000
Kredit Pendapatan Jasa: Rp500.000
Kas termasuk akun riil, sedangkan pendapatan jasa termasuk akun nominal.
Baca Juga: Daftar KIP Kuliah 2026? Begini Cara Cek dan Perbarui Desil DTSEN Jika Data Ekonomi Tidak Sesuai
Saat menemukan nama akun, tanyakan apa yang dicatat. Jika berkaitan dengan aset, liabilitas, atau ekuitas, akun tersebut tergolong riil.
Jika mencatat pendapatan atau beban periode berjalan, akun tersebut tergolong nominal. Dengan memahami isi dan fungsi akun, kamu dapat mengelompokkannya tanpa sekadar menghafal namanya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir