Sebagai contoh, hasil pemetaan literasi dapat menjadi bahan refleksi bagi sekolah untuk meningkatkan kegiatan membaca dan pemahaman teks. Sementara itu, informasi mengenai lingkungan belajar dapat membantu sekolah mengidentifikasi aspek pembelajaran yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Sekolah dan pemerintah daerah dapat memanfaatkan hasil tersebut untuk menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dengan pendekatan ini, evaluasi tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi dilanjutkan dengan upaya memperbaiki proses belajar-mengajar.
Baca Juga: Materi TKA Biologi SMA: Kisi-Kisi, Pokok Bahasan, dan Strategi Belajarnya
| Aspek | Ujian Nasional (UN) | Asesmen Nasional (AN) |
|---|---|---|
| Tujuan | Mengukur capaian belajar siswa secara individual | Memetakan mutu pendidikan |
| Fokus | Hasil belajar mata pelajaran | Literasi, numerasi, karakter, dan lingkungan belajar |
| Peserta | Siswa pada tingkat akhir jenjang | Sampel siswa pada jenjang tertentu, serta guru dan kepala sekolah sesuai instrumen |
| Hasil | Hasil individual sesuai sistem UN pada masa pelaksanaannya | Gambaran mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dan daerah |
| Kelulusan | Dalam sistem UN sebelumnya, keikutsertaan menjadi bagian dari ketentuan kelulusan | Tidak menentukan kelulusan siswa |
| Pemanfaatan | Evaluasi capaian belajar siswa | Perbaikan kualitas pembelajaran dan sistem pendidikan |
Perbandingan tersebut menggambarkan perbedaan fungsi keduanya secara umum. UN merupakan kebijakan yang telah dihentikan, sedangkan AN digunakan sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan.
Ujian Nasional telah dihapus pada 2020 dan kemudian digantikan oleh pendekatan evaluasi yang berbeda, termasuk pelaksanaan Asesmen Nasional mulai 2021.
Namun, perlu dipahami bahwa perubahan tersebut bukan berarti siswa tidak lagi dinilai secara akademik. Guru dan sekolah tetap melakukan penilaian terhadap proses serta hasil belajar peserta didik berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan asesmen yang berbeda dari AN maupun UN. TKA dirancang untuk mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu dan memberikan hasil individual kepada peserta yang mengikutinya. TKA tidak menentukan kelulusan.
Oleh karena itu, masyarakat perlu membedakan ketiga istilah tersebut agar tidak keliru memahami kebijakan evaluasi pendidikan yang berlaku saat ini.
Baca Juga: Sini Kumpul! Berikut 6 Contoh Soal UTS SKI Kelas 12 MA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Perbedaan utama Asesmen Nasional dan Ujian Nasional terletak pada tujuan, aspek yang diukur, serta pemanfaatan hasilnya. UN dahulu berfokus pada capaian belajar siswa secara individual, sedangkan AN digunakan untuk memetakan mutu pendidikan dan menjadi dasar perbaikan pembelajaran.
AN tidak menentukan kelulusan. Hasilnya dimanfaatkan oleh sekolah dan pemerintah untuk mengidentifikasi kebutuhan serta meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan memahami perbedaan tersebut, siswa, orang tua, dan guru diharapkan dapat melihat asesmen sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran, bukan semata-mata sebagai ujian yang menentukan keberhasilan seorang siswa.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir