Untuk lulusan baru, riwayat pendidikan menjadi bagian penting karena pengalaman profesional mungkin masih terbatas.
Informasi yang dapat dicantumkan meliputi nama perguruan tinggi, program studi, jenjang pendidikan, dan tahun kelulusan.
Contohnya:
Universitas X
Sarjana Sistem Informasi | 2021–2025
IPK: 3,65/4,00
Mahasiswa juga dapat menambahkan proyek akhir, kegiatan akademik, atau prestasi yang sesuai dengan bidang pekerjaan.
Bagian keterampilan harus menunjukkan kompetensi yang dapat mendukung pekerjaan.
Untuk posisi administrasi, contohnya:
Untuk posisi teknologi informasi:
Tidak perlu mencantumkan seluruh keterampilan yang pernah dipelajari.
Prioritaskan keterampilan yang benar-benar dikuasai dan relevan dengan lowongan.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah CV ATS friendly harus menggunakan PDF atau Microsoft Word.
Jawabannya bergantung pada ketentuan sistem rekrutmen.
Sebagian ATS dapat membaca PDF berbasis teks dengan baik, sementara sistem lain mungkin lebih sesuai dengan dokumen Word.
Karena itu, ikuti format file yang ditentukan perusahaan, baik PDF maupun DOCX.
Jika menggunakan PDF, pastikan dokumen bukan hasil pemindaian gambar dan teks di dalamnya masih dapat dipilih serta disalin.
Gunakan nama berkas yang jelas, misalnya:
CV_Andi_Pratama_IT_Support.pdf
Setelah CV selesai dibuat, lakukan pemeriksaan akhir.
Coba salin seluruh teks dari PDF ke aplikasi pengolah teks biasa.
Jika isi dan urutan informasi tetap terbaca dengan benar, hal tersebut dapat menjadi pemeriksaan awal bahwa dokumen tidak sepenuhnya bergantung pada elemen visual.
Namun, cara ini bukan pengujian resmi terhadap seluruh jenis ATS.
Periksa pula kesalahan penulisan, konsistensi tanggal, informasi kontak, dan kesesuaian pengalaman dengan lowongan pekerjaan.
Tidak ada aturan universal yang mewajibkan seluruh CV ATS friendly hanya terdiri atas satu halaman.
Untuk lulusan baru dengan pengalaman terbatas, satu halaman sering kali cukup.
Sementara pelamar yang memiliki pengalaman kerja lebih panjang dapat menggunakan dua halaman atau lebih apabila informasi tambahan memang relevan.
Hal yang terpenting bukan jumlah halaman, melainkan kualitas dan kejelasan informasi.
Hindari menambahkan pengalaman yang tidak berhubungan dengan posisi hanya untuk membuat CV terlihat panjang.
CV ATS friendly tidak harus menggunakan bahasa Inggris.
Bahasa CV sebaiknya disesuaikan dengan persyaratan perusahaan serta bahasa yang digunakan dalam proses rekrutmen.
Jika perusahaan meminta CV berbahasa Inggris, pelamar sebaiknya mengikuti instruksi tersebut.
Untuk lowongan yang menggunakan bahasa Indonesia, CV bahasa Indonesia juga dapat digunakan apabila tidak ada persyaratan khusus.
Istilah teknis yang umum digunakan dalam bidang pekerjaan, seperti SEO, Microsoft Excel, atau Network Troubleshooting, dapat dipertahankan sesuai konteksnya.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
Kesalahan lainnya adalah terlalu bergantung pada alat pemeriksa skor ATS.
Saat ini tersedia berbagai layanan yang menawarkan analisis kesesuaian CV dengan deskripsi lowongan.
Alat tersebut dapat membantu menemukan istilah atau keterampilan relevan yang belum dicantumkan. Namun, skor yang dihasilkan bukan standar universal yang berlaku di seluruh perusahaan.
Setiap sistem rekrutmen memiliki kemampuan, konfigurasi, dan kriteria seleksi yang berbeda.
Baca Juga: Lagi Cari Kerja? 6 Tools Ini Bisa Bantu CV Lebih Menarik dan Lowongan Lebih Cepat Ditemukan
Lulusan baru tetap dapat membuat CV ATS friendly meskipun belum pernah bekerja secara penuh waktu.
Pengalaman yang dicantumkan tidak harus selalu berasal dari pekerjaan formal.
Mahasiswa dapat menampilkan pengalaman magang, organisasi, proyek kuliah, pelatihan, kegiatan sukarela, atau portofolio yang berkaitan dengan posisi yang dilamar.
Misalnya, lulusan Sistem Informasi yang ingin melamar sebagai IT Support dapat menambahkan proyek instalasi jaringan komputer atau pengalaman membantu pemeliharaan perangkat teknologi.
Sementara lulusan Akuntansi dapat menonjolkan pengalaman menyusun laporan keuangan sederhana, penggunaan spreadsheet, dan proyek analisis data.
Jelaskan kegiatan yang benar-benar dilakukan, alat yang digunakan, serta hasil yang diperoleh.
Pengalaman sederhana yang dituliskan secara konkret biasanya lebih informatif daripada daftar panjang keterampilan tanpa penjelasan.
Membuat CV yang mudah dibaca sistem bukan berarti mengabaikan kenyamanan perekrut manusia.
CV tetap perlu mempunyai tampilan profesional, struktur yang teratur, dan isi yang meyakinkan.
Gunakan judul bagian yang jelas, jarak antarparagraf yang cukup, serta poin-poin singkat untuk menjelaskan pengalaman.
Utamakan informasi yang paling relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Jika melamar beberapa posisi berbeda, sesuaikan ringkasan profesional, keterampilan, dan penekanan pengalaman pada masing-masing CV tanpa mengubah fakta.
Sebagaimana dijelaskan dalam panduan Harvard Extension School tentang penyusunan resume, resume yang baik perlu mempertimbangkan pembaca manusia maupun sistem ATS, sekaligus menampilkan pencapaian secara jelas dan akurat.
Pada akhirnya, CV ATS friendly merupakan salah satu cara untuk menyampaikan kualifikasi secara terstruktur dalam proses rekrutmen digital.
Desain yang sederhana, penggunaan kata kunci secara wajar, pengalaman yang relevan, serta informasi yang jujur dapat membantu CV lebih mudah dipahami oleh sistem dan perekrut.
Bagi pencari kerja, khususnya fresh graduate, langkah terpenting adalah memastikan bahwa CV benar-benar menggambarkan kemampuan yang dimiliki dan menjelaskan alasan mengapa mereka sesuai dengan posisi yang dilamar.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir