Kampus
M. Panji Maulana

Apa Itu DOI Jurnal Ilmiah? Fungsi dan Cara Mencarinya untuk Daftar Pustaka

Apa Itu DOI Jurnal Ilmiah? Fungsi dan Cara Mencarinya untuk Daftar Pustaka

16 Oktober 2026 | 15:29

keboncinta.com- Mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, makalah, atau artikel ilmiah mungkin pernah menemukan kode unik bertuliskan DOI pada halaman jurnal. Kode tersebut biasanya berupa kombinasi angka, huruf, dan tanda baca yang terletak di bagian informasi publikasi atau halaman pertama artikel.

Namun, tidak semua mahasiswa memahami apa itu DOI jurnal ilmiah, bagaimana fungsinya, dan mengapa kode tersebut sering dicantumkan dalam daftar pustaka.

Padahal, DOI memiliki peranan penting dalam dunia publikasi akademik. Selain membantu mengidentifikasi sebuah karya ilmiah, DOI memudahkan pembaca menemukan sumber penelitian yang digunakan sebagai referensi.

Memahami cara mencari dan menuliskan DOI juga dapat membantu mahasiswa menyusun daftar pustaka secara lebih akurat sesuai pedoman penulisan ilmiah.

Apa Itu DOI Jurnal Ilmiah?

DOI merupakan singkatan dari Digital Object Identifier, yaitu pengenal digital unik yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu objek secara persisten atau berkelanjutan.

Menurut DOI Foundation, DOI dirancang agar sebuah objek tetap dapat diidentifikasi dan ditemukan meskipun lokasi informasi tentang objek tersebut berubah.

Dalam dunia akademik, DOI banyak digunakan pada artikel jurnal ilmiah, buku elektronik, prosiding konferensi, kumpulan data penelitian, dan berbagai publikasi lainnya.

Sebagai contoh, sebuah artikel ilmiah dapat memiliki DOI berikut:

10.1071/AH13113

Apabila kode tersebut ditambahkan ke alamat https://doi.org/, hasilnya menjadi:

https://doi.org/10.1071/AH13113

Tautan tersebut dapat digunakan untuk mengakses halaman publikasi yang terkait dengan DOI.

DOI biasanya didaftarkan oleh penerbit atau lembaga melalui organisasi registrasi seperti Crossref. Karena itu, penulis atau mahasiswa tidak bisa sembarangan membuat DOI untuk sebuah artikel.

Baca Juga: Jurnal Predator Ancam Integritas Akademik, Publikasi Ilmiah Tak Boleh Sekadar Kejar Target 

Apa Fungsi DOI dalam Jurnal Ilmiah?

DOI memiliki sejumlah fungsi yang bermanfaat dalam kegiatan penelitian dan penulisan karya ilmiah.

1. Menjadi Identitas Unik Artikel Ilmiah

Setiap DOI yang terdaftar mengidentifikasi objek tertentu secara unik.

Hal ini membantu membedakan suatu artikel dari publikasi lain, termasuk ketika terdapat artikel dengan judul yang hampir sama.

Dengan mengetahui DOI, peneliti dapat memeriksa informasi publikasi secara lebih tepat.

2. Mempermudah Pencarian Sumber Referensi

Mahasiswa tidak selalu perlu mengetik judul jurnal yang panjang untuk menemukan sebuah artikel.

Jika DOI sudah diketahui, kode tersebut dapat dibuka melalui layanan https://doi.org/ untuk menuju halaman publikasinya.

Cara ini berguna terutama ketika mahasiswa sedang memeriksa referensi dari penelitian terdahulu.

3. Menyediakan Tautan Referensi yang Lebih Stabil

Alamat halaman website jurnal dapat berubah karena pembaruan sistem, perubahan domain, atau perpindahan penerbit.

DOI dirancang agar tetap menjadi identitas yang sama, sementara alamat tujuan yang terkait dengannya dapat diperbarui.

Meski demikian, DOI tidak menjamin tautan selalu berfungsi apabila pengelola tidak memperbarui informasi yang diperlukan.

4. Membantu Penulisan Daftar Pustaka

Dalam sejumlah gaya penulisan akademik, termasuk APA edisi ketujuh, DOI dicantumkan pada referensi apabila karya tersebut memilikinya.

Penggunaan DOI membantu pembaca melacak publikasi yang dikutip dalam skripsi, tesis, laporan penelitian, atau artikel ilmiah.

Baca Juga: Contoh Jurnal Mengajar Guru Harian dan Cara Mencatat Tindak Lanjut 

Bagaimana Bentuk dan Struktur DOI?

Secara umum, DOI mempunyai dua bagian utama, yaitu prefix dan suffix, yang dipisahkan dengan tanda garis miring (/).

Sebagai contoh:

10.1000/182

Penjelasannya:

  • 10.1000 merupakan prefix yang berkaitan dengan registrasi DOI.
  • 182 merupakan suffix atau bagian pengenal objek yang ditentukan dalam sistem registrasi.

Contoh tersebut merupakan DOI demonstrasi yang digunakan oleh DOI Foundation untuk menjelaskan struktur pengenal digital.

DOI tidak harus mempunyai panjang karakter yang sama. Bagian suffix dapat menggunakan angka, huruf, maupun karakter tertentu sesuai ketentuan registrasi.

Cara Mencari DOI Jurnal Ilmiah

Ada beberapa cara yang bisa digunakan mahasiswa untuk menemukan DOI suatu artikel.

1. Periksa Halaman Pertama Artikel atau PDF

Cara paling sederhana adalah membuka dokumen jurnal yang sudah diunduh.

Periksa halaman pertama, terutama bagian dekat judul, nama penulis, abstrak, atau informasi penerbitan.

DOI sering ditampilkan dalam bentuk:

DOI: 10.xxxx/xxxxx

atau tautan:

https://doi.org/10.xxxx/xxxxx

Namun, letaknya bisa berbeda pada setiap penerbit. Sebagian jurnal menempatkan DOI pada halaman web artikel dan tidak mencantumkannya di dokumen PDF.

2. Cari DOI melalui Website Crossref

Crossref menyediakan layanan pencarian metadata publikasi ilmiah.

Mahasiswa dapat menggunakan fasilitas ini secara gratis untuk menemukan DOI yang telah tercatat dalam basis data Crossref.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka https://search.crossref.org/.
  2. Masukkan judul lengkap artikel ilmiah pada kolom pencarian.
  3. Periksa hasil berdasarkan judul, penulis, dan tahun publikasi.
  4. Pilih artikel yang sesuai.
  5. Salin DOI yang tertera pada informasi publikasi.

Apabila memiliki daftar referensi yang belum dilengkapi DOI, mahasiswa juga dapat menggunakan layanan Crossref Simple Text Query.

Layanan tersebut memungkinkan pengguna memasukkan referensi dalam format teks untuk mencocokkannya dengan DOI yang tersedia.

Perlu diperhatikan, hasil pencarian harus tetap diverifikasi karena artikel dengan judul serupa atau metadata yang kurang lengkap dapat menyebabkan ketidaksesuaian.

3. Cari melalui Google Scholar

Google Scholar merupakan mesin pencari akademik yang sering digunakan mahasiswa untuk memperoleh literatur penelitian.

Langkah-langkahnya:

  1. Buka Google Scholar.
  2. Masukkan judul artikel yang ingin dicari.
  3. Pilih hasil penelitian yang sesuai.
  4. Buka tautan menuju website jurnal atau penerbit.
  5. Temukan informasi DOI pada halaman publikasi tersebut.

Google Scholar tidak selalu menampilkan DOI secara langsung pada hasil pencarian. Karena itu, pengguna mungkin harus membuka halaman penerbit terlebih dahulu.

Baca Juga: 7 Situs Gratis untuk Cari Jurnal Ilmiah dengan Cepat, Cocok untuk Skripsi hingga Penelitian

4. Gunakan Mesin Pencari dengan Judul Artikel

Jika DOI belum ditemukan, mahasiswa dapat melakukan pencarian menggunakan judul lengkap artikel.

Misalnya:

"The physical health status of asylum seekers" DOI

Gunakan tanda kutip pada frasa judul untuk mempersempit hasil pencarian.

Namun, informasi yang ditemukan melalui mesin pencari sebaiknya diperiksa kembali melalui website resmi penerbit atau basis data metadata.

Cara Menulis DOI dalam Daftar Pustaka Skripsi

Penulisan DOI harus mengikuti gaya sitasi yang digunakan perguruan tinggi.

Dalam panduan APA edisi ketujuh dari Monash University, DOI dituliskan menggunakan format tautan:

https://doi.org/xxxxx

Sebagai contoh, referensi artikel jurnal ilmiah dapat ditulis sebagai berikut:

Hadgkiss, E. J., & Renzaho, A. M. (2014). The physical health status, service utilisation and barriers to accessing care for asylum seekers residing in the community: A systematic review of the literature. Australian Health Review, 38(2), 142–159.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
DOI jurnal ilmiah Kuliah Panduan Praktis

Komentar Pengguna