KebonCinta.com - Dalam matematika, perkalian dengan bilangan yang sama bisa ditulis lebih ringkas. Daripada menuliskan 5 × 5 × 5 × 5, kamu cukup menulis 5⁴.
Bentuk tersebut disebut bilangan berpangkat. Angka kecil di bagian kanan atas menunjukkan pangkat atau eksponennya. Meski terlihat sederhana, memahami cara membaca bentuk ini menjadi bekal sebelum mempelajari perhitungannya.
Lalu, apa arti angka-angka dalam bilangan berpangkat? Yuk, kenali melalui contoh berikut.
Untuk pangkat bilangan bulat positif, eksponen menunjukkan banyaknya faktor yang sama dalam suatu perkalian berulang.
Baca Juga: Contoh Soal TKA Matematika SMA, Pahami Cara Menghitung Fungsi dan Keuntungan Maksimum
Sebagai contoh:
3⁴ = 3 × 3 × 3 × 3 = 81
Pada bentuk tersebut, angka 3 muncul sebagai faktor sebanyak empat kali. Jadi, 3⁴ tidak berarti 3 × 4.
Bandingkan kedua perhitungan berikut:
3⁴ = 81
3 × 4 = 12
Hasilnya berbeda karena perpangkatan dan perkalian biasa merupakan operasi yang berbeda.
Pengertian perkalian berulang ini digunakan sebagai pengenalan untuk pangkat bulat positif. Pangkat nol, negatif, dan pecahan memiliki penjelasan lanjutan.
Bilangan berpangkat mempunyai dua bagian utama, yaitu basis dan pangkat.
Perhatikan bentuk berikut:
2⁵
Angka 2 merupakan basis, yaitu bilangan pokok yang menjadi faktor berulang. Sementara itu, angka 5 merupakan pangkat atau eksponen, yang menunjukkan banyaknya faktor tersebut.
Baca Juga: Cakupan Materi TKA Matematika SMA, Siswa Perlu Kuasai Konsep dan Strategi Penyelesaian Soal
Artinya:
2⁵ = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 32
Posisi keduanya tidak boleh tertukar. Jika basis dan pangkat ditukar, nilainya dapat berubah.
2⁵ = 32
5² = 25
Karena itu, perhatikan angka utama dan angka kecil di kanan atas sebelum menghitung.
Bilangan berpangkat dibaca dengan menyebutkan basis terlebih dahulu, kemudian pangkatnya.
Berikut beberapa contoh:
Istilah kuadrat digunakan untuk pangkat dua, sedangkan kubik digunakan untuk pangkat tiga.
Saat membacanya, kamu tidak perlu langsung menghitung hasilnya. Pastikan terlebih dahulu bahwa basis dan pangkat sudah dikenali dengan benar.
Baca Juga: TKA Matematika 2026: Ini Materi, Level Kognitif, dan Kisi-Kisi yang Wajib Dipahami!
Untuk mengubah perkalian berulang menjadi bentuk eksponen, tentukan bilangan yang menjadi faktor sama, lalu hitung banyak kemunculannya.
Contohnya:
6 × 6 = 6²
4 × 4 × 4 = 4³
2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 2⁵
Namun, perkalian 2 × 3 × 4 tidak bisa langsung ditulis sebagai 2³ karena faktor-faktornya berbeda.
Cobalah mulai dari perkalian sederhana, seperti 7 × 7 × 7. Ada tiga faktor bernilai 7, sehingga bentuk pangkatnya adalah 7³. Dengan latihan ini, hubungan antara perkalian berulang dan bilangan berpangkat akan lebih mudah dipahami.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir