Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, guru dapat memberikan kerangka tiga bagian: kalimat utama, dua kalimat penjelas, dan kalimat penutup. Siswa yang masih kesulitan diberi kata awal seperti “Salah satu manfaat ...”. Setelah beberapa latihan, kerangka dikurangi menjadi daftar pertanyaan. Tahap akhirnya, siswa menyusun paragraf utuh tanpa bantuan kalimat pembuka.
Baca Juga: Metode Jigsaw dalam Pembelajaran: Langkah Penerapan dan Contoh Aktivitas Kelompok
Jangan menyamakan scaffolding dengan menyelesaikan tugas siswa. Bantuan yang terlalu banyak dapat mengurangi kesempatan berpikir, sedangkan bantuan yang terlalu sedikit membuat siswa kehilangan arah. Hindari pula melepas semua dukungan secara mendadak hanya karena siswa berhasil satu kali.
Guru dapat mencatat siapa yang masih memerlukan model, siapa yang cukup diberi petunjuk, dan siapa yang sudah mandiri. Catatan tersebut membantu menentukan dukungan pada pertemuan selanjutnya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir