Khazanah
M. Panji Maulana

Apa Itu Sujud Sahwi? Penyebab, Bacaan, dan Tata Cara Melakukannya saat Sholat

Apa Itu Sujud Sahwi? Penyebab, Bacaan, dan Tata Cara Melakukannya saat Sholat

11 Oktober 2026 | 07:11

KebonCinta.com – Pernah lupa jumlah rakaat, melewatkan tasyahud awal, atau baru menyadari ada kekeliruan ketika sholat hampir selesai? Dalam fikih Islam, ada ketentuan sujud sahwi untuk kondisi tertentu. Namun, tidak semua kesalahan sholat dapat diperbaiki hanya dengan sujud tambahan. Berikut penyebab, bacaan, dan tata caranya beserta penjelasan perbedaan pendapat ulama.

Apa Itu Sujud Sahwi?

Secara bahasa, sahwi berkaitan dengan lupa atau lalai. Sujud sahwi ialah dua kali sujud yang disyariatkan karena kekeliruan tertentu ketika mengerjakan sholat, misalnya lupa atau ragu terhadap bagian sholat. Dasarnya terdapat dalam hadis Nabi Muhammad saw., di antaranya riwayat Muslim tentang keraguan jumlah rakaat dan riwayat Bukhari tentang kekeliruan dalam sholat.

Dalam mazhab Syafi'i, sujud sahwi umumnya dihukumi sunah untuk sebab-sebab yang ditentukan. Pembahasan hukum dan waktu pelaksanaannya dapat berbeda di antara panduan fikih, sehingga contoh berikut perlu dibaca sesuai konteksnya.

Apa Saja Penyebab Sujud Sahwi?

1. Lupa tasyahud awal. Misalnya, saat sholat empat rakaat seseorang langsung berdiri ke rakaat ketiga. Menurut penjelasan Muhammadiyah, bila sudah berdiri sempurna, ia melanjutkan sholat dan melakukan sujud sahwi; bila belum berdiri sempurna, ia dapat kembali duduk.

2. Meninggalkan sunah ab‘adh. Dalam mazhab Syafi'i, contohnya tasyahud awal dan qunut Subuh. Meninggalkannya karena lupa dianjurkan ditutup dengan sujud sahwi. Ketentuan qunut ini berkaitan dengan pandangan mazhab, bukan praktik seragam seluruh umat Islam.

3. Ragu terhadap jumlah rakaat. Contohnya ketika sholat Zuhur seseorang tidak yakin berada pada rakaat ketiga atau keempat. Dalam panduan yang mengutamakan bilangan yang pasti, ia mengambil tiga rakaat, menyelesaikan satu rakaat lagi, kemudian sujud sahwi.

4. Kelebihan atau kekurangan rakaat karena lupa. Hadis menerangkan bahwa Nabi pernah melakukan sujud sahwi setelah diketahui ada kelebihan rakaat. Bila rakaat kurang, bagian yang kurang harus disempurnakan; dua sujud saja tidak menggantikan rakaat yang tertinggal.

Baca Juga: Filosofi Sujud: Makna Spiritual di Balik Gerakan Paling Rendah di Hadapan Sang Pencipta 

Tata Cara Sujud Sahwi Sebelum Salam

Menurut tata cara yang umum dijelaskan dalam mazhab Syafi'i, sujud sahwi dilaksanakan menjelang salam. Urutannya sebagai berikut:

  1. Selesaikan tasyahud akhir seperti biasa.
  2. Bertakbir, lalu lakukan sujud pertama dengan tenang.
  3. Duduk di antara dua sujud sebagaimana dalam sholat.
  4. Bertakbir dan lakukan sujud kedua.
  5. Duduk kembali, kemudian ucapkan salam.

Jumlahnya dua sujud, bukan dua rakaat. Perhatikan gerakan dan tuma'ninah; jangan tergesa-gesa karena ingin segera menyelesaikan sholat.

Apakah Sujud Sahwi Bisa Setelah Salam?

Bisa, menurut panduan yang mendasarkan pelaksanaannya pada sejumlah hadis. Muhammadiyah menerangkan sujud sahwi dilakukan sebelum salam apabila penyebabnya diketahui sebelum salam, dan sesudah salam apabila baru diketahui setelah salam. Ada riwayat Nabi bersujud dua kali sesudah salam ketika diberi tahu bahwa sholatnya kelebihan rakaat.

Sementara itu, dalam panduan mazhab Syafi'i, pelaksanaan sujud sahwi yang umum ialah sebelum salam. Perbedaan praktik tersebut mempunyai dasar pembahasan fikih.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
SujudSahwi TataCaraSujudSahwi BacaanSujudSahwi DoaSujudSahwi

Komentar Pengguna