Pendidikan
M. Panji Maulana

Apakah Nilai TKA Memengaruhi Rapor Pendidikan Sekolah? Pahami Perbedaan dan Hubungannya

Apakah Nilai TKA Memengaruhi Rapor Pendidikan Sekolah? Pahami Perbedaan dan Hubungannya

15 Oktober 2026 | 11:18

keboncinta.com- Kehadiran Tes Kemampuan Akademik (TKA) menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan guru, kepala sekolah, peserta didik, dan orang tua. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah nilai TKA akan memengaruhi hasil Rapor Pendidikan sekolah. Sebagian orang bahkan menganggap bahwa apabila nilai TKA peserta didik rendah, nilai Rapor Pendidikan sekolah juga akan otomatis mengalami penurunan.

Anggapan tersebut perlu diluruskan karena TKA, Asesmen Nasional (AN), dan Rapor Pendidikan memiliki fungsi yang berbeda dalam sistem evaluasi pendidikan Indonesia.

TKA digunakan untuk mengukur capaian akademik individu murid pada mata pelajaran tertentu melalui asesmen terstandar. Sementara itu, Asesmen Nasional merupakan evaluasi sistem pendidikan, sedangkan Rapor Pendidikan menyajikan informasi mengenai kondisi mutu layanan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dan wilayah.

Ketiganya dapat saling melengkapi dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, hubungan tersebut tidak berarti nilai TKA seorang peserta didik secara otomatis menjadi nilai Rapor Pendidikan sekolah.

Apa Itu Tes Kemampuan Akademik (TKA)?

Tes Kemampuan Akademik atau TKA merupakan asesmen terstandar yang diselenggarakan untuk mengukur capaian kemampuan akademik peserta didik pada mata pelajaran tertentu.

Menurut penjelasan Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, TKA dikembangkan untuk menyediakan informasi capaian akademik individu yang lebih terstandar dan dapat digunakan dalam konteks tertentu, termasuk kebutuhan seleksi akademik.

Salah satu latar belakang penyelenggaraan TKA adalah adanya perbedaan praktik penilaian antarsatuan pendidikan. Nilai rapor sekolah tetap penting, tetapi standar dan karakteristik penilaiannya dapat bervariasi.

Dalam situasi yang memerlukan perbandingan capaian akademik antarpeserta didik dari sekolah berbeda, hasil asesmen terstandar dapat menjadi informasi tambahan.

TKA tidak dimaksudkan untuk menggantikan seluruh proses penilaian yang dilakukan guru. Penilaian harian, tugas, proyek, asesmen formatif, dan asesmen sumatif di sekolah tetap memiliki peran penting dalam pembelajaran.

TKA juga tidak sama dengan Ujian Nasional yang pernah diterapkan sebelumnya.

Apakah Nilai TKA Langsung Memengaruhi Rapor Pendidikan?

Nilai TKA tidak boleh dianggap otomatis menaikkan atau menurunkan indikator Rapor Pendidikan sekolah.

Alasannya, Rapor Pendidikan memiliki sistem indikator dan sumber data tersendiri. Dalam kerangka evaluasi mutu pendidikan, Asesmen Nasional merupakan salah satu sumber penting untuk menggambarkan kondisi satuan pendidikan.

Sementara itu, TKA menghasilkan informasi capaian akademik murid pada mata pelajaran yang diujikan.

Kemendikdasmen menjelaskan bahwa TKA tidak menggantikan Asesmen Nasional. Keduanya memiliki tujuan, peserta, dan bentuk pelaporan yang berbeda.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pemanfaatan data asesmen dalam sistem evaluasi pendidikan dapat berkembang mengikuti kebijakan pemerintah.

Pusat Asesmen Pendidikan juga menjelaskan bahwa hasil TKA berpotensi melengkapi informasi Asesmen Nasional untuk pemetaan mutu hasil belajar pada akhir jenjang pendidikan.

Baca Juga: Aplikasi TKA Error atau Internet Lemot saat Gladi Bersih? Jangan Panik, Ini yang Harus Dilakukan Siswa 

Oleh sebab itu, terdapat dua hal yang harus dibedakan:

  1. Pengaruh langsung terhadap indikator Rapor Pendidikan: tidak dapat diasumsikan hanya karena peserta didik memperoleh nilai TKA tertentu.
  2. Pemanfaatan hasil TKA untuk evaluasi mutu pendidikan: dapat dilakukan sebagai informasi tambahan dalam menganalisis capaian akademik dan memperbaiki pembelajaran.

Sekolah sebaiknya merujuk pada definisi indikator dan sumber data yang ditampilkan dalam Rapor Pendidikan pada periode yang sedang digunakan untuk memastikan apakah terdapat pembaruan kebijakan mengenai pemanfaatan hasil TKA.

Perbedaan TKA, Asesmen Nasional, dan Rapor Pendidikan

Ketiga istilah ini sering disebut secara bersamaan, tetapi sebenarnya tidak memiliki fungsi yang identik.

AspekTKAAsesmen NasionalRapor Pendidikan
BentukAsesmen terstandarEvaluasi sistem pendidikanPlatform pelaporan dan evaluasi mutu
Fokus utamaCapaian akademik individu pada mata pelajaran tertentuMutu hasil belajar dan lingkungan belajar pada tingkat sistemGambaran berbagai indikator mutu pendidikan
PelaporanHasil peserta TKAHasil agregat untuk evaluasi sistemIndikator satuan pendidikan dan wilayah sesuai kewenangan akses
KegunaanInformasi akademik individu, kebutuhan seleksi tertentu, dan pemetaanEvaluasi mutu sistem pendidikanIdentifikasi masalah dan perencanaan perbaikan
Penentu kelulusanTidakTidakTidak
Hubungan dengan perbaikan sekolahMenjadi informasi tambahan mengenai capaian akademikMemberikan gambaran mutu pada tingkat sistemMembantu menentukan prioritas pembenahan

Perbedaan ini menunjukkan bahwa TKA tidak tepat diperlakukan sebagai pengganti Asesmen Nasional ataupun Rapor Pendidikan.

TKA merupakan instrumen asesmen, sedangkan Rapor Pendidikan merupakan sarana untuk memahami kondisi mutu pendidikan berdasarkan indikator dan data yang tersedia.

Apa Perbedaan TKA dengan Asesmen Nasional?

Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan pengukuran dan tingkat pelaporan hasilnya.

TKA Mengukur Capaian Akademik Individu

TKA dirancang untuk memberikan informasi mengenai capaian akademik peserta didik pada mata pelajaran tertentu.

Peserta yang mengikuti TKA memperoleh hasil yang dapat digunakan sesuai ketentuan pemanfaatannya.

Hasil tersebut dapat menjadi salah satu bahan refleksi mengenai penguasaan kompetensi akademik, baik bagi peserta didik maupun satuan pendidikan.

Asesmen Nasional Mengevaluasi Sistem Pendidikan

Asesmen Nasional tidak dirancang sebagai ujian kelulusan individu.

AN digunakan untuk mengevaluasi mutu pendidikan melalui instrumen yang mencakup Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

AKM berfokus pada kompetensi literasi membaca dan numerasi yang mendasar bagi proses belajar.

Survei Karakter berkaitan dengan aspek karakter peserta didik, sedangkan Survei Lingkungan Belajar membantu memberikan gambaran mengenai kondisi yang mendukung proses pendidikan.

Hasil AN digunakan pada tingkat satuan pendidikan dan wilayah untuk mendukung evaluasi sistem, bukan untuk menerbitkan nilai ujian kelulusan bagi setiap murid.

Baca Juga: Mempersiapkan Diri untuk Menghadapi TKA 

Apakah TKA Menggantikan Asesmen Nasional?

Tidak. Kemendikdasmen telah menjelaskan bahwa penyelenggaraan TKA tidak menggantikan Asesmen Nasional.

Keduanya hadir untuk memenuhi kebutuhan informasi yang berbeda.

Asesmen Nasional memberikan gambaran mutu sistem pendidikan, sementara TKA menyediakan informasi capaian akademik individu pada mata pelajaran tertentu.

Sekolah karena itu tidak seharusnya menghentikan perhatian terhadap indikator Rapor Pendidikan hanya karena telah mengikuti TKA.

Sebaliknya, hasil kedua asesmen dapat dipelajari sesuai tujuan masing-masing untuk memperkaya pemahaman mengenai kebutuhan pembelajaran.

Mata Pelajaran Apa Saja yang Diujikan dalam TKA?

Berdasarkan penjelasan resmi Pusat Asesmen Pendidikan, cakupan mata pelajaran TKA berbeda menurut jenjang.

Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs atau sederajat, mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika.

Untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK atau sederajat, TKA mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan dua mata pelajaran pilihan.

Pilihan mata pelajaran pada jenjang pendidikan menengah atas mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Cakupan tersebut menunjukkan bahwa TKA mengukur capaian akademik berdasarkan mata pelajaran, bukan sekadar mengulang pengukuran literasi dan numerasi umum dalam Asesmen Nasional.

Walaupun demikian, soal TKA dapat menekankan kemampuan bernalar, memahami konsep, dan menyelesaikan masalah.

Karena ketentuan teknis dapat diperbarui, sekolah dan peserta didik perlu memeriksa informasi terbaru melalui portal resmi TKA sebelum melakukan pendaftaran atau persiapan.

Apakah TKA Menentukan Kelulusan Siswa?

Tidak. TKA bukan penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa kelulusan ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Artinya, peserta didik tidak otomatis dinyatakan tidak lulus hanya karena memperoleh hasil TKA rendah.

Sekolah tetap bertanggung jawab melaksanakan proses penilaian dan menetapkan kelulusan sesuai peraturan.

Orang tua dan peserta didik juga perlu membedakan fungsi TKA sebagai asesmen akademik dengan ketentuan seleksi pendidikan lanjutan yang mungkin menggunakan hasil TKA sebagai salah satu komponen.

Penggunaan hasil TKA dalam suatu jalur seleksi harus mengikuti aturan resmi jalur tersebut dan tidak dapat disamakan dengan syarat kelulusan sekolah.

Mengapa Nilai TKA dan Indikator Rapor Pendidikan Bisa Berbeda?

Perbedaan hasil antara TKA dan indikator yang ditampilkan dalam Rapor Pendidikan tidak selalu menunjukkan adanya kesalahan.

Ada beberapa alasan yang perlu diperhatikan.

1. Kompetensi yang Diukur Tidak Sama

TKA mengukur capaian akademik dalam mata pelajaran tertentu.

Sementara itu, indikator literasi dan numerasi yang bersumber dari Asesmen Nasional memiliki kerangka pengukuran tersendiri.

Seorang peserta didik dapat menunjukkan kemampuan yang berbeda ketika menghadapi jenis kompetensi, konteks soal, atau tuntutan penalaran yang berbeda.

2. Tingkat Pelaporan Berbeda

TKA menghasilkan informasi capaian individu peserta.

Rapor Pendidikan menampilkan indikator pada tingkat satuan pendidikan berdasarkan sumber data yang digunakan.

Karena itu, nilai seorang siswa tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan capaian agregat sekolah seolah-olah keduanya menggunakan satuan pengukuran yang identik.

3. Kelompok Peserta Dapat Berbeda

Asesmen Nasional menggunakan mekanisme peserta yang ditentukan untuk evaluasi sistem pendidikan.

TKA ditujukan bagi peserta pada akhir jenjang pendidikan sesuai ketentuan penyelenggaraannya.

Perbedaan kelompok peserta dapat menyebabkan gambaran hasil yang tidak sepenuhnya sama.

4. Waktu dan Tujuan Pengukuran Berbeda

Hasil asesmen dipengaruhi oleh periode pelaksanaan dan kompetensi yang diukur.

Sekolah perlu memastikan tahun data, kelompok peserta, dan definisi indikator sebelum membandingkan hasil.

5. Skala dan Metode Penilaian Berbeda

Angka yang dihasilkan dari dua instrumen asesmen tidak selalu berada pada skala yang sama.

Karena itu, sekolah tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa nilai TKA tertentu setara dengan nilai AKM atau indikator Rapor Pendidikan tertentu tanpa dasar metodologis resmi.

Bagaimana Sekolah Memanfaatkan Hasil TKA untuk Perbaikan Pembelajaran?

Walaupun tidak boleh dianggap otomatis menentukan capaian Rapor Pendidikan, hasil TKA tetap dapat menjadi informasi tambahan yang bermanfaat.

Sekolah dapat memanfaatkannya melalui beberapa langkah.

Langkah 1: Pelajari Hasil Sesuai Informasi yang Tersedia

Sekolah perlu memahami bentuk laporan TKA, mata pelajaran yang diukur, serta batasan interpretasinya.

Hindari membuat kesimpulan yang lebih luas daripada informasi yang diberikan oleh laporan.

Langkah 2: Bandingkan dengan Hasil Penilaian Sekolah Secara Hati-Hati

Hasil TKA dapat dipelajari bersama hasil asesmen kelas dan nilai rapor.

Namun, perbandingan harus mempertimbangkan perbedaan tujuan, materi, serta metode penilaian.

Apabila ditemukan perbedaan yang cukup besar, sekolah dapat meninjau kesesuaian instrumen penilaian internal dengan kompetensi yang seharusnya dikuasai peserta didik.

Langkah 3: Identifikasi Kompetensi yang Memerlukan Penguatan

Jika laporan yang tersedia menunjukkan kelemahan pada kompetensi tertentu, guru dapat menggunakannya sebagai bahan refleksi.

Sebagai contoh, peserta didik mungkin membutuhkan penguatan dalam memahami bacaan akademik atau menyelesaikan persoalan matematika yang memerlukan beberapa tahap penalaran.

Temuan tersebut perlu diperiksa kembali melalui asesmen pembelajaran yang lebih rinci.

Langkah 4: Rancang Intervensi Pembelajaran

Guru dapat memperbaiki strategi pembelajaran melalui latihan penalaran, diskusi pemecahan masalah, asesmen formatif, dan pemberian umpan balik.

Tujuannya bukan hanya meningkatkan hasil tes berikutnya, tetapi memperkuat pemahaman konsep peserta didik.

Langkah 5: Evaluasi Dampaknya

Setelah program dilaksanakan, sekolah perlu memantau perkembangan kemampuan siswa melalui instrumen penilaian yang relevan.

Evaluasi tidak harus menunggu pelaksanaan TKA berikutnya.

Asesmen kelas dapat membantu guru mengetahui apakah perubahan pembelajaran telah memberikan hasil.

Contoh Analisis Hasil TKA dan Rapor Pendidikan

Misalnya, sebuah SMA memperoleh gambaran bahwa indikator literasi dalam Rapor Pendidikan relatif baik, tetapi sebagian peserta TKA menunjukkan kesulitan pada soal Bahasa Indonesia yang membutuhkan analisis mendalam.

Apakah kondisi tersebut berarti data Rapor Pendidikan salah?

Belum tentu.

Sekolah perlu memeriksa terlebih dahulu apakah kompetensi, kelompok peserta, dan periode pengukurannya sama.

Kemudian, guru dapat menganalisis pekerjaan siswa untuk mengetahui apakah kesulitan tersebut berkaitan dengan penarikan kesimpulan, evaluasi argumen, atau pemahaman teks yang kompleks.

Hasil analisis dapat digunakan untuk memperkuat strategi pembelajaran membaca kritis.

Sebaliknya, apabila indikator literasi Rapor Pendidikan memerlukan perbaikan tetapi hasil TKA sebagian siswa tergolong baik, sekolah tidak boleh langsung mengabaikan indikator Rapor Pendidikan.

Perbedaan itu justru menjadi alasan untuk memeriksa data dan kondisi pembelajaran lebih mendalam.

Contoh ini bersifat ilustratif, bukan hasil penelitian atau data sekolah tertentu.

 

Tags:
TKA Tes Kemampuan Akademik Rapor Pendidikan Asesmen Nasional

Komentar Pengguna