KebonCinta.com – Tahiyat atau tasyahud merupakan bacaan penting dalam sholat yang berisi penghormatan kepada Allah, salam kepada Nabi Muhammad saw., dan dua kalimat syahadat. Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan tahiyat awal dan akhir, baik dari segi bacaan, waktu pelaksanaan, maupun hukumnya. Berikut panduan lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya.
Tahiyat adalah bacaan yang diucapkan ketika duduk tasyahud. Bacaan ini mengandung pengagungan kepada Allah, doa keselamatan, dan kesaksian tentang keesaan Allah serta kerasulan Nabi Muhammad saw.
Dasar bacaan tasyahud terdapat dalam hadis Sahih Bukhari nomor 831 dari Abdullah bin Mas'ud. Terdapat pula redaksi lain yang diriwayatkan Ibnu Abbas dalam Sahih Muslim.
Perbedaan redaksi yang mempunyai dasar hadis tidak otomatis menunjukkan kesalahan dalam beribadah.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Fardhu, Lengkap dengan Urutan Dzikir, Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Tahiyat awal dilakukan setelah rakaat kedua pada sholat yang memiliki tiga atau empat rakaat, yaitu Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya.
Sementara itu, tahiyat akhir dilaksanakan pada rakaat terakhir sebelum salam, termasuk pada sholat Subuh yang hanya terdiri atas dua rakaat.
Jadi, sholat Subuh tidak memiliki tahiyat awal, tetapi tetap mempunyai tahiyat akhir.
Berikut salah satu redaksi yang digunakan dalam tradisi fikih Syafi'i, sebagaimana dicantumkan NU Online:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ
Kemudian membaca shalawat singkat:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Attahiyyātul mubārakātush-shalawātuth-thayyibātu lillāh. Assalāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh. Assalāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhish-shālihīn. Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh.
Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad.
Maknanya ialah segala penghormatan, keberkahan, doa, dan kebaikan ditujukan kepada Allah.
Keselamatan, rahmat, serta keberkahan dimohonkan bagi Nabi Muhammad saw. dan seluruh hamba Allah yang saleh.
Bacaan kemudian dilanjutkan dengan persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.
Shalawat singkat merupakan permohonan agar Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Istikharah, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu Pelaksanaan, dan Petunjuknya
Tahiyat akhir diawali dengan seluruh bacaan tasyahud sebagaimana tahiyat awal di atas, kemudian dilanjutkan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad saw.
Salah satu redaksi shalawat Ibrahimiyah terdapat dalam Sahih Bukhari nomor 3370:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā shallaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka hamīdum majīd.
Allāhumma bārik ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka hamīdum majīd.
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau melimpahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia.
Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberikan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia.”
Perbedaannya dapat dilihat dari tiga hal:
Bacaan shalawat Ibrahimiyah merupakan bentuk yang lengkap, sedangkan kadar minimal shalawat yang memenuhi rukun dibahas tersendiri dalam fikih Syafi'i.
Jika seseorang lupa tahiyat awal dan telah berdiri sempurna ke rakaat berikutnya, menurut panduan Syafi'i ia melanjutkan sholat tanpa kembali duduk.
Pada akhir sholat, disunahkan melakukan sujud sahwi sebelum salam.
Hal ini berbeda dengan tahiyat akhir. Karena termasuk rukun, tahiyat akhir tidak cukup diganti dengan sujud sahwi. Rukun yang tertinggal perlu disempurnakan menurut ketentuan fikih.
Dalam praktik yang umum diajarkan menurut mazhab Syafi'i, tahiyat awal menggunakan duduk iftirasy, sedangkan tahiyat akhir menggunakan duduk tawarruk pada sholat yang mempunyai dua tasyahud.
Namun, rincian posisi duduk berbeda menurut mazhab dan keadaan sholat. Pembaca sebaiknya mengikuti tuntunan guru yang memahami dalil serta praktik ibadahnya.
Mulailah dengan menghafal tasyahud hingga dua kalimat syahadat. Setelah lancar, pelajari shalawat singkat dan shalawat Ibrahimiyah.
Gunakan mushaf atau referensi bacaan yang benar, dengarkan pelafalan guru, dan ulangi secara bertahap.
Tulisan Latin hanya membantu pembelajaran. Pengucapan huruf Arab tetap perlu diperbaiki melalui bimbingan langsung agar bacaan lebih tepat.
Referensi keagamaan:
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir