KebonCinta.com - Latihan baru berlangsung beberapa menit, tetapi perut sudah terasa penuh, mual, atau melilit. Kondisi ini bisa mengganggu konsentrasi dan membuat gerakan yang biasanya mudah menjadi terasa tidak nyaman.
Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah makanan sebelum latihan. Bukan hanya jenisnya, tetapi juga seberapa banyak yang dimakan dan seberapa dekat jaraknya dengan aktivitas fisik.
Dalam bahan pemberitaan Republika yang mengutip Verywell Health, ahli gizi Yasi Ansari menjelaskan bahwa makanan tinggi lemak, protein, dan serat dapat meningkatkan risiko ketidaknyamanan pencernaan apabila dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu olahraga.
Menurut Ansari, saat tubuh berolahraga, sebagian aliran darah dialihkan dari saluran pencernaan menuju otot yang sedang bekerja. Akibatnya, aliran darah untuk mendukung pencernaan menjadi lebih terbatas.
Baca Juga: Penderita Penyakit Jantung Tetap Bisa Olahraga, Ini 4 Pilihan yang Bisa Dipertimbangkan
Pada saat bersamaan, lambung mungkin masih memproses makanan yang baru dikonsumsi. Kombinasi aktivitas fisik dan pencernaan yang belum selesai dapat membuat perut terasa tidak nyaman.
Academy of Nutrition and Dietetics juga menjelaskan bahwa makan terlalu dekat dengan latihan dapat menimbulkan gangguan pencernaan karena tubuh menghadapi kebutuhan kerja otot dan proses mencerna makanan secara bersamaan.
Ahli gizi olahraga Amy Stephens, dalam bahan pemberitaan tersebut, menyebut lemak, serat, dan protein dapat memperlambat pencernaan. Jika jedanya terlalu singkat, makanan mungkin masih berada di lambung ketika latihan dimulai.
Keluhan yang muncul dapat berupa kram, kembung, mual, atau keinginan mendesak untuk buang air besar. Namun, makanan bergizi tersebut tidak perlu dihindari sepanjang hari. Yang perlu diperhatikan adalah penempatannya dalam jadwal makan.
USADA menyarankan perhatian khusus pada makanan yang berpotensi mengiritasi pencernaan menjelang latihan intensitas tinggi. Toleransi terhadap makanan tetap berbeda pada setiap orang.
Baca Juga: 4 Gerakan Olahraga di Rumah untuk Pemula, Tanpa Alat Gym dan Mudah Dilakukan
Jika keluhan berulang, catat makanan, porsi, jarak makan, dan aktivitas yang dilakukan. Catatan ini dapat membantu menemukan pola, misalnya perut terasa begah setelah makan dalam porsi besar atau menggunakan banyak topping berlemak.
Ubah satu kebiasaan terlebih dahulu agar respons tubuh lebih mudah diamati. Hindari langsung menyimpulkan bahwa satu bahan makanan pasti menjadi penyebab.
Keluhan pencernaan saat olahraga tidak selalu berasal dari makanan. Karena itu, jangan memaksakan latihan ketika perut terasa sakit.
Jika keluhan menetap, semakin berat, atau sering berulang, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya dan penanganan yang sesuai dengan kondisi tubuh.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir