Beasiswa
Al Fina

Beasiswa Garuda S1 Segera Dibuka! Skor IQ 120 dan SAT 1.200 Jadi Syarat, Cek Daftarnya

Beasiswa Garuda S1 Segera Dibuka! Skor IQ 120 dan SAT 1.200 Jadi Syarat, Cek Daftarnya

16 Oktober 2026 | 23:25

KebonCinta.com – Peluang melanjutkan pendidikan sarjana dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah kembali terbuka bagi siswa kelas 12 SMA, SMK, dan MA. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersiap membuka kembali pendaftaran Beasiswa Garuda untuk calon mahasiswa berprestasi yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

Meski demikian, calon pendaftar masih harus menunggu pengumuman resmi mengenai tanggal pembukaan seleksi. Sembari menanti informasi tersebut, siswa dapat mulai menyiapkan persyaratan akademik, sertifikat prestasi, hingga dokumen pendukung agar tidak terburu-buru ketika pendaftaran dimulai.

Beasiswa Garuda merupakan program bantuan pendidikan jenjang sarjana yang diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia pada bidang-bidang strategis. Program ini menyasar calon mahasiswa yang berminat menekuni bidang kesehatan, ketahanan pangan, kemaritiman, energi, pertahanan, digitalisasi, serta material dan manufaktur maju.

Selain itu, bidang hilirisasi industri, bisnis dan ekonomi, serta hukum dan kebijakan publik juga termasuk dalam cakupan prioritas program.

Tak Harus Punya LoA, Siswa Bisa Mulai Persiapan dari Sekarang

Salah satu hal yang perlu diketahui calon peserta adalah kepemilikan Letter of Acceptance (LoA) atau surat penerimaan dari perguruan tinggi bukan menjadi syarat awal untuk mendaftar Beasiswa Garuda.

Berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam pedoman program, penerima beasiswa memperoleh kesempatan untuk mendapatkan LoA pada program studi yang sesuai dengan prioritas nasional hingga satu tahun setelah ditetapkan sebagai penerima beasiswa.

Ketentuan tersebut memberi kesempatan bagi siswa untuk mempersiapkan aplikasi beasiswa terlebih dahulu tanpa harus menyelesaikan proses penerimaan kampus sebelum mendaftar. Meski begitu, calon peserta tetap perlu memperhatikan ketentuan pemilihan program studi dan perguruan tinggi yang berlaku pada periode seleksi.

Apa Saja yang Ditanggung Beasiswa Garuda?

Dukungan Beasiswa Garuda mencakup biaya pendidikan dan sejumlah kebutuhan penunjang selama penerima menjalani studi. Berdasarkan komponen pembiayaan yang tercantum dalam pedoman program, berikut rincian yang perlu diketahui.

1. Biaya pendidikan

Komponen pembiayaan pendidikan meliputi:

  • Biaya kuliah atau tuition fee.
  • Biaya pendaftaran.
  • Tunjangan buku.

2. Biaya pendukung

Selain biaya pendidikan, penerima beasiswa dapat memperoleh dukungan untuk sejumlah kebutuhan berikut:

  • Transportasi.
  • Pengurusan aplikasi visa.
  • Asuransi kesehatan.
  • Biaya kedatangan.
  • Biaya hidup bulanan.
  • Biaya keadaan darurat atau force majeure.

Cakupan tersebut menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipahami calon pendaftar, terutama siswa yang berencana menempuh pendidikan di luar negeri. Besaran, mekanisme, dan ketentuan pencairan masing-masing komponen tetap perlu merujuk pada pedoman resmi yang berlaku.

Syarat Umum Beasiswa Garuda yang Harus Dipenuhi

Sebelum mengikuti seleksi, calon peserta perlu memastikan bahwa status pendidikan dan dokumen identitasnya memenuhi ketentuan program.

Berikut persyaratan umum yang tercantum dalam pedoman Beasiswa Garuda:

  1. Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan KTP, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), atau paspor.
  2. Sedang duduk di kelas 12 SMA, SMK, atau Madrasah Aliyah (MA).
  3. Memenuhi kriteria untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di sekolah masing-masing. Persyaratan ini dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah dan nilai rapor semester 1 hingga semester 5.
  4. Memiliki surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan atau rumah sakit pemerintah yang diterbitkan paling lama enam bulan sebelum tanggal pendaftaran.
  5. Menyetujui surat pernyataan yang tersedia dalam aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP.
  6. Bersedia tidak menerima beasiswa bergelar dari sumber pendanaan lain maupun beasiswa non-gelar dengan komponen pembiayaan yang sama setelah ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Garuda Sarjana.
  7. Tidak sedang mendaftar atau menerima beasiswa non-gelar yang didanai LPDP hingga penetapan penerima Beasiswa Garuda.

Calon pendaftar sebaiknya mulai memeriksa kelengkapan dokumen sejak dini. Surat keterangan sekolah, misalnya, perlu disiapkan dengan memperhatikan ketentuan nilai rapor dan status kelayakan mengikuti SNBP.

Skor IQ Minimal 120 dan SAT 1.200, Jangan Abaikan Syarat Khusus

Selain persyaratan administrasi, Beasiswa Garuda memiliki ketentuan khusus yang berkaitan dengan prestasi dan kemampuan akademik calon peserta.

Berikut sejumlah persyaratan yang perlu diperhatikan:

  • Prestasi akademik atau nonakademik: memiliki sertifikat prestasi dalam tiga tahun terakhir dari ajang yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional atau lembaga lain yang diakui.
  • Tes IQ: melampirkan hasil tes kecerdasan atau Intelligence Quotient (IQ) dengan skor minimal 120.
  • Tes SAT: menyertakan sertifikat Scholastic Assessment Test (SAT) dengan skor sekurang-kurangnya 1.200.
  • Tes Bakat Skolastik: pendaftar yang belum memiliki sertifikat SAT atau belum mencapai skor minimum yang ditetapkan wajib mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, sesuai ketentuan program.

Persyaratan tersebut perlu menjadi perhatian sejak tahap awal persiapan. Siswa yang belum memiliki sertifikat SAT sebaiknya memantau informasi mengenai mekanisme TBS, termasuk jadwal dan ketentuan pelaksanaannya, melalui kanal resmi penyelenggara.

Calon peserta juga perlu memastikan bahwa sertifikat prestasi dan hasil tes yang dimiliki sesuai dengan persyaratan administrasi pada periode pendaftaran yang akan dibuka.

Syarat Bahasa Inggris Beasiswa Garuda untuk Kampus Dalam dan Luar Negeri

Kemampuan bahasa menjadi salah satu dokumen penting, khususnya bagi siswa yang berencana melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri.

Persyaratan skor bahasa dalam pedoman dibedakan berdasarkan tujuan studi. Berikut rinciannya.

Untuk pendaftar perguruan tinggi luar negeri:

  • IELTS dengan skor minimal 6,5.
  • TOEFL iBT dengan skor minimal 80.
  • PTE Academic dengan skor minimal 58.

Selain bahasa Inggris, pendaftar juga perlu melampirkan sertifikat kemampuan bahasa resmi lain yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sesuai bahasa pengantar atau ketentuan program studi yang dituju. Contoh ambang kemampuan yang tercantum dalam bahan persyaratan meliputi bahasa Prancis minimal B2, bahasa Spanyol minimal B1, bahasa Mandarin HSK 4 dengan skor sekurang-kurangnya 180, bahasa Jepang minimal N3, atau bahasa Jerman minimal C1.

Untuk pendaftar perguruan tinggi dalam negeri:

  • IELTS dengan skor minimal 6,0.
  • TOEFL ITP dengan skor minimal 500.
  • TOEFL iBT dengan skor minimal 61.
  • PTE Academic dengan skor minimal 50.

Sebelum mengunggah dokumen, pastikan sertifikat masih berlaku dan jenis tes yang digunakan sesuai dengan ketentuan program. Pendaftar juga perlu memeriksa kembali apakah terdapat perubahan skor minimum atau persyaratan bahasa pada pengumuman seleksi terbaru.

Dokumen Tambahan bagi Pendaftar Penyandang Disabilitas

Calon peserta penyandang disabilitas perlu memperhatikan persyaratan administrasi tambahan. Dokumen yang tercantum dalam ketentuan meliputi surat keterangan sebagai penyandang disabilitas serta surat persetujuan orang tua yang dibubuhi tanda tangan di atas meterai Rp10.000.

Dokumen tersebut perlu disiapkan sesuai format dan ketentuan yang berlaku pada aplikasi pendaftaran. Pendaftar disarankan membaca petunjuk resmi secara menyeluruh agar tidak ada berkas yang terlewat.

Peluang bagi Keluarga Berpenghasilan Terbatas

Dokumen pendukung kondisi ekonomi keluarga juga tercantum dalam persyaratan program. Bukti yang dapat digunakan antara lain dokumen kepesertaan program bantuan pemerintah maupun dokumen yang menggambarkan penghasilan orang tua.

Contoh dokumen yang disebutkan dalam ketentuan meliputi:

  • Bukti terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
  • Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
  • Kartu Indonesia Pintar (KIP).
  • Kartu Jakarta Pintar (KJP).
  • Kartu Indonesia Sehat (KIS).
  • Bukti keikutsertaan dalam program pemerintah lain untuk keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
  • Bukti penghasilan orang tua.
  • Slip gaji orang tua selama tiga bulan terakhir bagi yang bekerja pada instansi, lembaga, atau perusahaan.
  • Surat pernyataan pendapatan kotor gabungan orang tua yang bekerja di sektor informal.
  • Bukti pembayaran listrik atau pembelian token listrik selama tiga bulan terakhir.

Calon pendaftar perlu memastikan dokumen yang diserahkan benar-benar sesuai dengan kondisi keluarga dan ketentuan administrasi yang ditetapkan penyelenggara. Kelengkapan bukti pendukung dapat membantu proses verifikasi data pada tahap seleksi.

Hingga informasi yang menjadi acuan artikel ini, tanggal resmi pembukaan pendaftaran Beasiswa Garuda belum diumumkan oleh Kemdiktisaintek. Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak mengandalkan jadwal yang belum dikonfirmasi.

Informasi terbaru dapat dipantau melalui situs resmi Beasiswa Garuda di https://www.beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id serta kanal komunikasi resmi Kemdiktisaintek.

Bagi siswa kelas 12 yang menargetkan kuliah S1 dengan dukungan beasiswa, masa menunggu ini dapat dimanfaatkan untuk menata dokumen, memeriksa persyaratan akademik, dan menentukan bidang studi yang sesuai dengan minat serta prioritas program.

Dengan persiapan yang lebih awal, calon pendaftar dapat menghadapi proses seleksi secara lebih terarah ketika pendaftaran resmi Beasiswa Garuda kembali dibuka.***

Tags:
beasiswa Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek

Komentar Pengguna