KebonCinta.com - Kabar baik bagi tenaga pendidik di Indonesia! Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka peluang pengembangan kompetensi melalui program beasiswa pelatihan teknis literasi bagi guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Program yang dijalankan melalui Direktorat Guru Pendidikan Dasar ini merupakan hasil kolaborasi Kemendikdasmen dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Cambridge University. Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam mengembangkan keterampilan membaca dan menulis peserta didik.
Program bertajuk Literacy Teaching, Reading, and Writing ini berfokus pada peningkatan kompetensi pengajaran literasi. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Kesempatan ini dapat menjadi pilihan bagi guru yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas wawasan mengenai pendekatan pengajaran literasi berstandar internasional.
Namun, sebelum mendaftar, calon peserta perlu memastikan bahwa seluruh kriteria telah terpenuhi dan dokumen persyaratan sudah dipersiapkan.
Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026
Pendaftaran program beasiswa pelatihan literasi memiliki sejumlah ketentuan yang wajib dipenuhi oleh calon peserta. Persyaratan tersebut mencakup kriteria umum dan kriteria khusus.
Berikut kriteria dasar bagi guru yang ingin mengikuti program pelatihan literasi:
Calon peserta disarankan memeriksa kembali data kepegawaian dan identitas sebelum memulai proses pendaftaran agar tidak terkendala saat mengunggah dokumen.
Selain kriteria umum, terdapat persyaratan tambahan yang perlu diperhatikan, yaitu:
Ketentuan sertifikat bahasa Inggris dikecualikan bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri yang masa kelulusannya tidak lebih dari dua tahun dihitung dari tanggal pendaftaran, sesuai ketentuan program.
Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan oleh calon peserta. Pendaftar perlu menyiapkan sertifikat resmi dengan skor yang memenuhi batas minimal yang ditentukan.
Berikut daftar skor minimal masing-masing tes bahasa Inggris:
| Jenis tes bahasa Inggris | Skor minimal |
|---|---|
| TOEFL ITP | 450 |
| Duolingo English Test | 75 |
| TOEFL iBT | 45 |
| IELTS | 5,0 |
| TOEIC | 440 |
| EnglishScore | 290 |
| Versant Test | 47 |
Pastikan sertifikat yang digunakan masih berlaku dan sesuai dengan ketentuan penyelenggara. Calon peserta juga perlu memeriksa kembali persyaratan resmi untuk memastikan jenis tes dan bukti kemampuan bahasa Inggris yang diterima.
Agar proses pendaftaran berjalan lancar, calon peserta perlu menyiapkan dokumen dalam bentuk hasil pindai atau scan. Berkas dibagi menjadi dokumen umum dan dokumen khusus.
Dokumen yang perlu dipersiapkan meliputi:
Esai menjadi salah satu bagian penting dalam pendaftaran. Karena itu, calon peserta perlu menyusunnya secara jelas, terstruktur, dan sesuai dengan pengalaman mengajar masing-masing.
Esai minimal 500 kata tersebut harus mencakup empat hal berikut:
Agar lebih meyakinkan, esai sebaiknya memuat contoh nyata dari pengalaman mengajar, permasalahan literasi yang dihadapi murid, serta gagasan konkret untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Selain berkas umum, peserta juga wajib menyiapkan dokumen tambahan sebagai bukti status kepegawaian dan kualifikasi akademik.
Dokumen khusus tersebut terdiri atas:
Sebelum mengunggah berkas, pastikan seluruh dokumen dapat dibaca dengan jelas dan informasi di dalamnya sesuai dengan data yang tercantum pada formulir pendaftaran.
Guru SD dan SMP yang memenuhi persyaratan dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui portal resmi Direktorat Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen.
Berikut langkah yang dapat dilakukan:
Calon peserta sebaiknya mengacu pada pengumuman resmi untuk mengetahui jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, dan ketentuan tambahan yang mungkin berlaku.
Program beasiswa pelatihan literasi hasil kolaborasi Kemendikdasmen, LPDP, dan Cambridge University membuka kesempatan bagi guru SD dan SMP untuk memperkuat keterampilan profesionalnya.
Penguasaan metode pengajaran membaca dan menulis yang efektif diharapkan dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi pendidik, tetapi juga dengan kemampuan murid dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan.
Bagi guru yang memenuhi kriteria, persiapan sejak awal menjadi langkah penting. Mulai dari memeriksa status kepegawaian, memastikan skor bahasa Inggris, melengkapi dokumen, hingga menyusun esai yang menggambarkan pengalaman dan rencana pengembangan pembelajaran.
Catatan: Informasi mengenai jadwal, periode pendaftaran, serta ketentuan seleksi terbaru perlu dikonfirmasi melalui portal resmi Kemendikdasmen sebelum pengajuan dilakukan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir