KebonCinta.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersiap membuka pendaftaran Beasiswa Riset Baznas 2026 bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti yang membutuhkan dukungan pendanaan untuk mengembangkan penelitian maupun menghasilkan publikasi ilmiah.
Program ini menawarkan sembilan kategori bantuan dengan nilai yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan jenis riset. Pendanaan mencakup penyelesaian tugas akhir mahasiswa, penelitian yang dikerjakan secara berkelompok, hingga biaya penerbitan artikel di jurnal ilmiah nasional maupun internasional.
Besaran bantuan yang disediakan cukup beragam. Mahasiswa jenjang sarjana dapat memperoleh dana Rp 4 juta, sedangkan bantuan bagi kelompok atau lembaga penelitian mencapai Rp 30 juta. Baznas juga menyediakan pembiayaan publikasi jurnal dengan nominal mulai dari Rp 1 juta.
Informasi mengenai kategori dan persyaratan program tersebut disampaikan melalui akun Instagram @beasiswabaznasri. Calon peserta perlu memahami ketentuan setiap kategori sebelum mempersiapkan dokumen pendaftaran.
Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026
Beasiswa Riset Baznas 2026 menyediakan sembilan pilihan bantuan yang dapat disesuaikan dengan status akademik maupun kebutuhan penelitian pemohon.
Berikut rincian kuota dan nominal bantuan berdasarkan informasi yang tersedia:
Berdasarkan pembagian tersebut, program ini tidak hanya menyasar mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Peneliti yang tergabung dalam kelompok riset dan akademisi yang membutuhkan biaya publikasi artikel juga memiliki kesempatan untuk mengajukan pendanaan.
Khusus bantuan publikasi, nilai yang diterima mengikuti batas maksimal masing-masing kategori dan ketentuan biaya yang ditetapkan dalam program.
Sebelum memilih kategori, calon pendaftar perlu memperhatikan sejumlah ketentuan umum. Persyaratan ini menjadi dasar seleksi bagi peserta yang ingin memperoleh bantuan penelitian maupun publikasi ilmiah.
Berikut persyaratan umum yang tercantum dalam informasi program:
Penelitian yang tidak termasuk dalam tema prioritas Baznas tetap dapat diajukan. Namun, kesesuaian dengan tema prioritas menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan peluang proposal untuk dipertimbangkan dalam seleksi.
Karena itu, pemohon disarankan mempelajari fokus riset yang menjadi perhatian Baznas sebelum menentukan topik penelitian.
Mahasiswa yang ingin mendapatkan bantuan penyelesaian tugas akhir harus memenuhi ketentuan akademik dan administratif yang berlaku pada kategori riset mahasiswa.
Salah satu persyaratan yang perlu diperhatikan adalah standar akreditasi perguruan tinggi dan program studi. Dalam informasi program, program studi disyaratkan minimal terakreditasi A atau Unggul, sedangkan perguruan tinggi minimal berstatus B atau Baik Sekali, sesuai ketentuan pedoman.
Selain itu, mahasiswa perlu memenuhi persyaratan berikut:
Agar proses pengajuan lebih terorganisasi, calon penerima dapat mulai mengumpulkan dokumen berikut:
Calon peserta sebaiknya memeriksa kembali kelengkapan dan kesesuaian setiap dokumen dengan pedoman resmi sebelum mengirimkan berkas.
Selain mahasiswa, Baznas menyediakan dukungan pendanaan bagi lembaga maupun kelompok riset. Kategori ini ditujukan untuk penelitian yang dikerjakan secara kolaboratif dengan jumlah anggota dan persyaratan kelembagaan tertentu.
Tim penelitian harus terdiri atas dua hingga lima orang, termasuk seorang ketua. Anggota tim juga diwajibkan berstatus akademisi dan/atau praktisi aktif.
Terdapat sejumlah ketentuan lain yang harus dipenuhi, antara lain:
Dokumen yang perlu dipersiapkan meliputi formulir pendaftaran atau data diri ketua dan anggota, CV seluruh anggota, KTP, serta kartu identitas kepegawaian atau ID Card.
Untuk kategori lembaga, pemohon perlu menyertakan akta atau surat keputusan pengesahan. Sementara itu, kelompok riset perlu menyiapkan surat keterangan dan rekomendasi dari HRD atau pimpinan unit kerja.
Berkas lainnya mencakup RAB, surat rekomendasi tokoh atau pimpinan instansi, surat pernyataan bermeterai Rp 10.000, draf proposal penelitian, bahan presentasi dalam format PowerPoint atau video, serta hasil pemeriksaan plagiarisme maksimal 25 persen.
Kelengkapan administrasi tersebut penting untuk menunjukkan kelayakan tim, kesiapan pelaksanaan penelitian, dan kesesuaian kebutuhan biaya dengan batas pendanaan yang tersedia.
Peluang berikutnya ditujukan bagi akademisi dan peneliti yang artikelnya telah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Melalui bantuan article processing charge (APC), Baznas menyediakan dukungan untuk membayar biaya pemrosesan atau penerbitan artikel.
Bantuan ini mencakup jurnal nasional terakreditasi Sinta 3, Sinta 2, dan Sinta 1, serta jurnal internasional bereputasi. Plafon bantuan berbeda-beda, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 12,5 juta.
Agar dapat mengajukan pendanaan, pemohon perlu memenuhi beberapa ketentuan berikut:
Nominal pendanaan ditentukan berdasarkan nilai yang lebih rendah antara batas bantuan kategori jurnal dan tagihan APC dari penerbit. Dengan demikian, bantuan yang diterima tidak selalu sama dengan plafon maksimal yang tercantum.
Pendaftar kategori publikasi perlu menyiapkan formulir atau biodata, KTP, kartu identitas institusi atau surat keterangan aktif, serta CV penulis.
Dokumen pendukung lainnya mencakup naskah lengkap artikel versi yang telah diterima, bukti akreditasi atau indeksasi jurnal beserta tautannya, LoA resmi, bukti besaran biaya APC dari penerbit, dan hasil pemeriksaan plagiarisme maksimal 25 persen.
Pemohon juga perlu melampirkan surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 serta surat rekomendasi dari pimpinan institusi, dosen pembimbing, atau promotor sesuai ketentuan kategori.
Bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi yang berminat, informasi mengenai jadwal pembukaan, batas akhir pendaftaran, mekanisme pengiriman berkas, dan tahapan seleksi perlu dipantau melalui kanal resmi Baznas RI.
Informasi yang menjadi acuan artikel ini menyebutkan bahwa pendaftaran akan segera dibuka, tetapi belum mencantumkan tanggal pembukaan maupun tenggat pendaftaran secara terperinci.
Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak hanya berfokus pada jadwal, tetapi juga mulai memeriksa kelayakan kategori, menyiapkan proposal, meminta rekomendasi, serta melengkapi dokumen yang dibutuhkan.
Persiapan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko berkas tidak lengkap saat pendaftaran resmi dibuka. Pastikan seluruh persyaratan akhir, kuota, dan jadwal dikonfirmasi melalui pengumuman resmi Baznas sebelum mengajukan permohonan.
Catatan: Rincian kategori, kuota, dan persyaratan dalam artikel ini mengacu pada referensi yang diberikan. Calon pendaftar tetap perlu memeriksa pedoman resmi Beasiswa Riset Baznas 2026 untuk memastikan tidak ada perubahan ketentuan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir