KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali membuka pendaftaran Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) Tahun 2027 bagi dosen tetap perguruan tinggi di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan doktor atau S3 di Austria.
Program beasiswa tersebut merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Austria untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan tinggi.
Berdasarkan pengumuman resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tertanggal 30 September 2026, pendaftaran dilakukan melalui sistem Kualifikasi Dikti dengan batas akhir 1 Maret 2027.
Program ini dapat menjadi kesempatan bagi dosen yang belum menyelesaikan pendidikan doktor untuk mengembangkan kemampuan akademik dan penelitian.
BEASISWA DOKTOR DI PERGURUAN TINGGI AUSTRIA
Indonesia-Austria Scholarship Programme merupakan program beasiswa jenjang doktor yang dilaksanakan melalui kerja sama Kemdiktisaintek dengan OeAD, lembaga pendidikan dan internasionalisasi Austria.
Program tersebut didukung melalui jejaring kerja sama ASEA-UNINET.
Beasiswa ini ditujukan bagi dosen tetap Indonesia yang memenuhi persyaratan dan ingin menempuh pendidikan doktor pada perguruan tinggi di Austria.
Program IASP bukan beasiswa sarjana atau magister yang terbuka bagi seluruh lulusan perguruan tinggi.
Pelamar harus memenuhi status kepegawaian dan persyaratan akademik yang telah ditentukan penyelenggara.
MASA STUDI HINGGA 36 BULAN
Berdasarkan informasi resmi ASEA-UNINET, masa beasiswa berlangsung selama 36 bulan.
Durasi tersebut mencakup fase persiapan selama sembilan bulan pada awal program.
Terdapat kemungkinan perpanjangan hingga maksimal dua semester berdasarkan pertimbangan masing-masing kasus.
Namun, perpanjangan tidak otomatis diberikan kepada seluruh penerima.
Penyelenggara menetapkan kuota hingga 15 penerima baru setiap tahun akademik.
Jumlah penerima aktual tetap mengikuti proses seleksi dan keputusan pihak penyelenggara.
SIAPA YANG BOLEH MENDAFTAR?
Calon peserta harus memenuhi beberapa ketentuan utama.
Kriteria tersebut perlu dibaca bersama lampiran pengumuman Kemdiktisaintek.
Dosen yang tidak memenuhi persyaratan status kepegawaian atau usia sebaiknya memastikan kelayakannya sebelum mengirimkan permohonan.
DOKUMEN YANG PERLU DIPERSIAPKAN
Calon pelamar disarankan mulai mempersiapkan dokumen identitas, status dosen, riwayat pendidikan, serta informasi rencana studi doktor.
Selain itu, pelamar perlu memeriksa ketentuan tentang kemampuan bahasa, rencana penelitian, penerimaan universitas, serta dokumen pendukung lainnya.
Persyaratan dokumen secara lengkap harus mengikuti lampiran pengumuman resmi.
Tidak tepat menganggap setiap universitas di Austria mempunyai ketentuan penerimaan yang sama.
CARA DAFTAR BEASISWA IASP 2027
Berikut langkah pendaftarannya:
PENDAFTARAN DITUTUP 1 MARET 2027
Kemdiktisaintek menetapkan batas pengajuan pada 1 Maret 2027.
Informasi tambahan dapat diperoleh melalui portal resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi maupun jaringan penyelenggara IASP.
Calon peserta disarankan mempersiapkan berkas sejak dini karena proses pengajuan pendidikan doktor membutuhkan kelengkapan administrasi dan perencanaan penelitian.
Program ini diharapkan membantu meningkatkan jumlah dosen berkualifikasi doktor sekaligus memperluas jejaring penelitian internasional perguruan tinggi Indonesia.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir