Perhatikan juga respons tubuh terhadap kopi. Jangan memaksakan kebiasaan minum beberapa cangkir hanya karena menganggap jumlah tersebut masih berada dalam batas umum.
Kopi dengan tambahan susu atau sedikit gula masih bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang. Namun, jumlah gula, krimer, dan sirup perlu diperhatikan, terutama jika kopi dikonsumsi berkali-kali dalam sehari.
Minuman kopi kekinian dengan ukuran besar dapat mengandung gula dan kalori lebih tinggi daripada kopi hitam tanpa pemanis. Jika tujuan Anda menjaga kesehatan, pilih sajian dengan tambahan gula secukupnya dan perhatikan informasi kandungan gizi apabila tersedia.
Selain itu, kandungan kafein tidak selalu ditentukan oleh warna kopi. Kopi yang terasa ringan belum tentu mengandung kafein lebih sedikit. Jenis biji, takaran bubuk, dan teknik penyeduhan juga berpengaruh.
Meskipun kopi umumnya aman dalam jumlah wajar bagi kebanyakan orang dewasa sehat, ada kelompok yang perlu lebih berhati-hati.
Ibu hamil dianjurkan membatasi total asupan kafein hingga tidak lebih dari 200 miligram per hari menurut panduan NHS. Jumlah tersebut mencakup kafein dari berbagai sumber, bukan hanya kopi.
Orang yang memiliki kondisi medis tertentu, sedang menggunakan obat-obatan, atau mengalami gangguan tidur dan keluhan jantung juga mungkin perlu membatasi kafein sesuai saran tenaga kesehatan.
Jika ingin mengurangi kopi, lakukan secara bertahap agar tidak mudah mengalami sakit kepala atau kelelahan akibat penghentian kafein mendadak.
Baca Juga: 7 Tanda Gula Darah Tinggi yang Sering Diabaikan, dari Mudah Lelah hingga Pandangan Kabur
Jadi, berapa cangkir kopi yang baik untuk tubuh? Bagi kebanyakan orang dewasa sehat, total asupan kafein hingga sekitar 400 miligram per hari merupakan acuan umum. Akan tetapi, angka tersebut tidak otomatis berarti semua orang aman minum empat cangkir kopi setiap hari karena kadar kafein dalam setiap sajian berbeda-beda.
Pilih ukuran dan jenis kopi yang sesuai, batasi tambahan gula, hindari minum terlalu dekat dengan waktu tidur, serta perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya. Jika kopi memicu jantung berdebar, rasa cemas, atau gangguan tidur, kurangi jumlahnya.
Kebiasaan minum kopi yang baik bukanlah tentang seberapa banyak cangkir yang dapat dihabiskan, melainkan bagaimana menikmati kopi secara bijak tanpa mengorbankan kesehatan dan kualitas istirahat.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir