Gaya Hidup
Al Fina

Berat Badan Terus Naik? Jangan Langsung Diet Ketat, Cek 4 Kebiasaan Sehari-hari Ini

Berat Badan Terus Naik? Jangan Langsung Diet Ketat, Cek 4 Kebiasaan Sehari-hari Ini

25 Oktober 2026 | 22:55

KebonCinta.com - Berat badan yang terus berubah terkadang membuat seseorang ingin segera menjalani diet ketat. Mulai dari mengurangi porsi makan secara drastis hingga menghindari berbagai jenis makanan, langkah tersebut kerap dianggap sebagai cara tercepat untuk mengatasi kenaikan berat badan.

Padahal, menjaga berat badan tidak harus dilakukan dengan membatasi makanan secara berlebihan. Mengevaluasi kebiasaan sehari-hari justru bisa menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi perubahan berat badan, mulai dari pilihan makanan dan minuman, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, penting untuk melihat rutinitas secara menyeluruh sebelum memutuskan perubahan yang perlu dilakukan.

Baca Juga: Amalan Mustajab: Sholawat Munjiyat 11 Kali untuk Memohon Pertolongan Allah 

Lantas, kebiasaan apa saja yang perlu diperhatikan? Berikut ulasannya.

1. Sering Minum Minuman Manis Tanpa Menyadarinya

Salah satu kebiasaan yang kerap terlewat ketika mengevaluasi pola makan adalah konsumsi minuman manis. Banyak orang lebih memperhatikan makanan utama, tetapi tidak menghitung minuman yang dikonsumsi sepanjang hari.

Padahal, minuman seperti es kopi susu dengan tambahan sirup, teh manis, minuman bersoda, dan kopi dengan krim dapat mengandung gula serta energi dalam jumlah cukup tinggi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), konsumsi minuman berpemanis berkaitan dengan kenaikan berat badan dan sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Jika minuman manis sudah menjadi bagian dari rutinitas, kamu tidak harus langsung menghilangkannya sepenuhnya. Cobalah mengevaluasi frekuensi konsumsi dan jumlah gula tambahan secara bertahap.

Air putih dapat dijadikan pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan. Sementara itu, bagi pencinta kopi atau teh, jumlah gula bisa disesuaikan secara perlahan dengan preferensi masing-masing.

Perubahan sederhana ini dapat membantu membangun kebiasaan yang lebih baik tanpa harus menerapkan aturan makan yang terlalu ketat.

2. Gemar Ngemil Sambil Menonton atau Bekerja

Menonton serial favorit sambil menikmati keripik atau mengerjakan tugas ditemani biskuit memang terasa menyenangkan. Namun, ketika perhatian terpusat pada aktivitas lain, seseorang terkadang tidak menyadari jumlah makanan yang sudah dikonsumsi.

Kebiasaan makan tanpa memperhatikan rasa lapar dan kenyang dapat membuat seseorang lebih sulit mengenali kebutuhan tubuhnya.

Untuk mengatasinya, cobalah menyajikan camilan dalam wadah tersendiri daripada terus mengambil makanan langsung dari kemasannya. Cara ini membantu memberikan gambaran mengenai jumlah yang dikonsumsi.

Selain itu, beri waktu untuk menikmati makanan tanpa terlalu banyak gangguan. Perhatikan rasa, tekstur, serta sinyal kenyang yang muncul selama makan.

Pilihan camilan juga bisa dibuat lebih bervariasi, misalnya dengan buah, yoghurt, atau kacang-kacangan sesuai kebutuhan dan preferensi.

Perlu diingat, ngemil bukan kebiasaan yang harus selalu dihindari. Hal terpenting adalah membangun hubungan yang lebih sadar dengan makanan dan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

3. Terlalu Lama Duduk dan Jarang Bergerak

Kesibukan belajar maupun bekerja dapat membuat seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi duduk. Jika berlangsung terus-menerus, rutinitas tersebut dapat mengurangi kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa aktivitas fisik secara teratur memiliki manfaat bagi kesehatan dan mendukung pengelolaan berat badan.

Untuk mulai lebih aktif, kamu tidak harus langsung melakukan latihan berat atau menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran.

Ada beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan dalam keseharian, seperti berjalan kaki ketika memungkinkan, melakukan peregangan setelah duduk cukup lama, menggunakan tangga jika aman, atau memilih olahraga yang disukai.

Kamu juga bisa membagi aktivitas fisik menjadi beberapa sesi sesuai jadwal dan kemampuan tubuh.

Kuncinya adalah menemukan aktivitas yang terasa nyaman dan realistis untuk dilakukan secara konsisten. Dengan begitu, bergerak menjadi bagian dari rutinitas, bukan aktivitas yang terasa sebagai hukuman karena berat badan bertambah.

4. Pola Makan Kurang Seimbang dan Minim Variasi

Kebiasaan mengonsumsi camilan tinggi gula atau lemak secara berulang dapat membuat pola makan kurang beragam. Jika makanan tersebut sering menggantikan pilihan yang lebih bergizi, kebutuhan nutrisi tubuh mungkin tidak terpenuhi secara optimal.

Namun, bukan berarti gorengan, kue, keripik, atau makanan kesukaan harus dihapus sepenuhnya dari menu harian.

Pendekatan yang lebih realistis adalah memperhatikan keseimbangan pola makan secara keseluruhan. WHO menganjurkan konsumsi beragam makanan bergizi, termasuk buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, sekaligus membatasi konsumsi gula bebas dan lemak tidak sehat.

Kamu bisa mulai dengan menambahkan variasi makanan bergizi ke dalam menu sehari-hari.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Pola Makan Berat Badan Kesehatan Tubuh Diet

Komentar Pengguna