Kesehatan
Rahman Abdullah

Berikut 5 Jenis Makanan yang Perlu Dibatasi demi Menjaga Kesehatan Otak dan Daya Ingat

Berikut 5 Jenis Makanan yang Perlu Dibatasi demi Menjaga Kesehatan Otak dan Daya Ingat

13 Oktober 2026 | 19:46

KebonCinta.com-- Kesehatan otak tidak hanya ditentukan oleh aktivitas fisik dan waktu istirahat yang cukup. Apa yang dikonsumsi setiap hari juga berperan penting dalam mendukung kemampuan berpikir, menjaga konsentrasi, serta mempertahankan daya ingat seiring bertambahnya usia.

Otak membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang agar dapat bekerja secara optimal. Sebaliknya, kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan metabolisme, keseimbangan bakteri usus, hingga proses peradangan yang berkaitan dengan fungsi kognitif.

Karena itu, memperhatikan pilihan makanan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang. Bukan berarti semua makanan tertentu harus dihindari sepenuhnya, tetapi membatasi konsumsi yang kurang sehat dapat membantu membangun pola makan yang lebih seimbang.

Ada lima jenis makanan dan minuman yang perlu diperhatikan karena konsumsinya secara berlebihan berpotensi memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan otak.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Hanya Makan Sayuran Seumur Hidup? Ini Manfaat dan Risikonya 

1. Makanan dan Minuman Tinggi Gula Bisa Memengaruhi Daya Ingat

Gula merupakan salah satu sumber energi bagi tubuh, termasuk otak. Namun, kebutuhan energi tersebut tidak berarti tubuh memerlukan asupan gula tambahan dalam jumlah besar setiap hari.

Minuman bersoda, permen, kue manis, serta berbagai produk makanan kemasan sering kali mengandung gula tambahan yang tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes tipe 2, yang berkaitan dengan meningkatnya risiko penurunan fungsi kognitif.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan pola makan tinggi gula dengan perubahan kemampuan belajar dan mengingat. Salah satu bagian otak yang menjadi perhatian adalah hipokampus, yaitu wilayah yang berperan penting dalam pembentukan dan penyimpanan memori.

Untuk menjaga kesehatan otak, konsumsi makanan tinggi gula sebaiknya dikurangi secara bertahap. Pilih air putih sebagai minuman utama dan utamakan buah utuh ketika ingin menikmati rasa manis.

2. Terlalu Sering Makan Gorengan Perlu Diwaspadai

Gorengan menjadi pilihan makanan yang mudah ditemukan dan banyak digemari. Meski demikian, kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan, terutama yang tinggi lemak tidak sehat dan garam, perlu dikendalikan.

Kentang goreng, ayam berbalut tepung, serta aneka camilan yang digoreng dengan banyak minyak dapat menjadi bagian dari pola makan tinggi kalori apabila dikonsumsi terlalu sering.

Beberapa penelitian menemukan hubungan antara pola makan yang banyak mengandung makanan gorengan dengan kualitas fungsi kognitif yang lebih rendah. Pola makan yang kurang sehat juga dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme dan suasana hati.

Untuk mengurangi risiko tersebut, bukan berarti seseorang harus berhenti menikmati gorengan sepenuhnya. Langkah yang lebih realistis adalah membatasi frekuensinya dan memperbanyak makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang.

Baca Juga: Cara Mengatur Pola Makan Diabetes, dari Sayuran hingga Buah yang Tepat 

3. Karbohidrat Olahan Dapat Memicu Lonjakan Gula Darah

Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Akan tetapi, jenis dan kualitas karbohidrat yang dikonsumsi turut menentukan bagaimana tubuh mengolahnya.

Nasi putih, roti putih, serta sejumlah produk berbahan tepung olahan dapat meningkatkan kadar gula darah dengan relatif cepat, bergantung pada jenis makanan, porsi, dan kombinasi hidangan yang dikonsumsi.

Jika pola makan sehari-hari didominasi karbohidrat olahan dan rendah serat, pengendalian gula darah dapat menjadi lebih sulit. Dalam jangka panjang, gangguan metabolisme yang menyertainya dapat berdampak pada kesehatan otak.

Salah satu cara memperbaiki pola makan adalah mengganti sebagian karbohidrat olahan dengan pilihan yang lebih kaya serat, seperti oatmeal, roti gandum utuh, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.

Perlu diingat, nasi putih dan kentang bukan makanan yang otomatis merusak otak. Porsi, cara pengolahan, serta keseimbangan menu secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting.

4. Konsumsi Alkohol Berlebihan Berisiko Mengganggu Fungsi Otak

Alkohol termasuk zat yang dapat memengaruhi kerja sistem saraf pusat. Konsumsi dalam jumlah besar, terutama secara berulang dalam jangka panjang, dapat mengganggu kemampuan berpikir, koordinasi, serta daya ingat.

Dalam kondisi tertentu, penggunaan alkohol berkepanjangan juga dapat menyebabkan kerusakan otak dan meningkatkan risiko gangguan kognitif.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Kesehatan Otak Makanan untuk daya ingat Makanan

Komentar Pengguna