Kesehatan
Hilmi An Naufal

BGN Uji Coba MBG Model Prasmanan di Sekolah, Makanan Bisa Lebih Hangat dan Siswa Bisa Tambah Porsi

BGN Uji Coba MBG Model Prasmanan di Sekolah, Makanan Bisa Lebih Hangat dan Siswa Bisa Tambah Porsi

08 Oktober 2026 | 16:31

KebonCinta.com — Program Makan Bergizi Gratis atau MBG mulai menguji cara baru dalam penyajian makanan kepada siswa.

Badan Gizi Nasional mengembangkan model prasmanan yang memungkinkan makanan disajikan lebih dekat dengan waktu konsumsi.

Model tersebut tengah diuji coba di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

BGN menyebut pendekatan ini terinspirasi dari sistem penyediaan makanan sekolah yang diterapkan di Jepang.

“Jadi lebih fresh,” ujar Kepala BGN Sudaryono saat menjelaskan salah satu manfaat model tersebut.

Ia kemudian menyebut sistem prasmanan memungkinkan makanan tiba dan disajikan dalam kondisi lebih hangat.

Jeda antara proses memasak dan makanan dikonsumsi siswa diharapkan dapat dipersingkat.

Model tersebut juga memberikan kemungkinan siswa menambah porsi apabila masih terdapat makanan yang tersedia.

BGN berharap sistem ini dapat membantu menekan sisa makanan.

Baca Juga: Jantung Berdebar Saat Bertemu Gebetan? Ternyata Ini yang Terjadi dalam Tubuh 

Dalam sistem prasmanan, jumlah makanan yang diambil dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Namun perubahan mekanisme distribusi tentu membutuhkan kesiapan sekolah dan dapur.

Kebersihan peralatan, pengawasan makanan hingga alur siswa ketika mengambil makanan harus dipersiapkan dengan baik.

BGN juga membuka kemungkinan siswa dilibatkan dalam kegiatan pelayanan secara bergiliran.

Pendekatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan makan.

Kegiatan makan bersama dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pendidikan mengenai disiplin, kebersihan dan tanggung jawab.

Meski demikian, keterlibatan siswa tetap harus menggunakan perlengkapan serta standar kebersihan yang sesuai.

Sistem baru belum otomatis akan diterapkan di seluruh sekolah.

BGN masih melakukan uji coba untuk melihat efektivitas serta berbagai tantangan yang muncul.

Hingga awal Oktober, model tersebut dilaporkan telah diuji di lebih dari 60 dapur.

Hasil pelaksanaan akan menjadi bahan evaluasi sebelum sistem diperluas.

Setiap sekolah juga mempunyai kondisi berbeda.

Jumlah siswa, ruang makan, lokasi dapur, jarak distribusi hingga jumlah tenaga yang tersedia dapat memengaruhi keberhasilan sistem prasmanan.

Karena itu, satu pola belum tentu dapat diterapkan sama persis di seluruh daerah.

Tujuan utama MBG tetap memastikan siswa mendapatkan makanan bergizi dengan kualitas dan keamanan yang terjaga.

Jika model prasmanan terbukti efektif, sistem tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif penyajian MBG di sekolah.

BGN menegaskan evaluasi akan terus dilakukan sebelum mengambil keputusan mengenai penerapan yang lebih luas.

Tags:
MBG Makan Bergizi Gratis BGN Siswa sekolah Gizi Anak Prasmanan pendidikan

Komentar Pengguna