Gaya Hidup
Al Fina

Birdwatching Diprediksi Jadi Tren Wisata 2027, Ini 10 Destinasi Terbaik Dunia

Birdwatching Diprediksi Jadi Tren Wisata 2027, Ini 10 Destinasi Terbaik Dunia

20 Oktober 2026 | 14:50

KebonCinta.com - Wisata mengamati burung atau birdwatching diperkirakan menjadi salah satu tren perjalanan yang diminati pada 2027. Aktivitas ini menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mengenal keanekaragaman hayati di berbagai belahan dunia.

Tren tersebut mulai terlihat dari meningkatnya pemesanan perjalanan bertema pengamatan burung sepanjang 2026. Dikutip dari Euronews, Senin (19/10/2026), platform perjalanan GetYourGuide mencatat kenaikan pemesanan pengalaman birdwatching secara global sebesar 65 persen pada periode 1 Januari hingga 27 Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan serupa juga dilaporkan perusahaan perjalanan Voyageurs du Monde. Pemesanan liburan dengan tema pengamatan burung selama Juli hingga Oktober 2026 tercatat meningkat 57 persen dibandingkan enam bulan pertama tahun tersebut.

Pakar tren dan pengalaman global GetYourGuide, Anne Wallin, menilai birdwatching kini tidak lagi terbatas pada kelompok penggemar burung. Aktivitas tersebut semakin berkembang menjadi pilihan wisata yang dapat dinikmati lebih banyak kalangan.

Sementara itu, kepala merek Voyageurs du Monde, Tom Barber, melihat adanya peningkatan minat terhadap perjalanan berbasis hobi dan kegiatan yang memungkinkan wisatawan lebih dekat dengan alam di tengah kesibukan sehari-hari.

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

Peru Pimpin Daftar Destinasi Birdwatching Terbaik Dunia

Meningkatnya minat terhadap wisata pengamatan burung turut mendorong perhatian pada destinasi yang memiliki kekayaan spesies dan habitat alami. Salah satu pemeringkatan yang dapat menjadi referensi wisatawan dirilis oleh AllClear Travel.

Dikutip dari laman resmi AllClear Travel, Senin (19/10/2026), pemeringkatan tersebut dilakukan dengan menganalisis lebih dari 100 lokasi populer di dunia. Sejumlah indikator yang digunakan meliputi jumlah spesies burung, keberadaan burung khas wilayah, peluang melihat burung, kondisi cuaca, jarak dari bandara terdekat, hingga perkiraan biaya harian wisatawan.

Taman Nasional Manú di Peru menduduki peringkat pertama dengan skor 83,1 dari 100. Terletak di kawasan Amazon, taman nasional ini menjadi habitat beragam burung, mulai dari Andean cock-of-the-rock, macaw, kolibri, elang, hingga toucan.

Peru kembali menempati posisi kedua melalui Cagar Alam Nasional Tambopata yang memperoleh skor 67,5. Kawasan ini terkenal dengan fenomena macaw clay lick, yakni lokasi di tepi sungai tempat macaw, burung beo, dan parkit berkumpul untuk memakan tanah liat.

Posisi ketiga ditempati Taman Nasional Tsavo Timur di Kenya dengan skor 59,8. Selain menjadi rumah bagi ratusan spesies burung, termasuk burung unta Somalia, kawasan ini juga menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk mengamati satwa liar lainnya.

Berikutnya, kawasan lahan basah Pantanal di Porto Jofre, Brasil, berada di peringkat keempat dengan skor 59,2. Destinasi ini dikenal sebagai habitat bangau jabiru dan hyacinth macaw. Wisatawan juga berpeluang menjumpai jaguar di alam liar.

Sementara itu, Milpe Bird Sanctuary di Ekuador melengkapi lima besar dengan skor 58,2. Kawasan ini memiliki beragam spesies burung, termasuk manakin yang dikenal dengan perilaku unik saat menarik pasangan.

Kosta Rika hingga India Punya Daya Tarik Berbeda

Selain Peru dan negara-negara Afrika, sejumlah destinasi di Amerika Tengah dan Asia juga masuk dalam daftar lokasi birdwatching terbaik dunia.

Taman Nasional Carara di Kosta Rika menempati posisi keenam dengan skor 58,2. Kawasan ini dikenal sebagai habitat scarlet macaw. Jalur beraspal yang tersedia juga membantu pengunjung dengan kemampuan fisik beragam menjelajahi kawasan hutan.

Masih dari Kosta Rika, Taman Nasional Corcovado berada di peringkat ketujuh dengan skor 57,5. Hutan tropis seluas sekitar 424 kilometer persegi tersebut menjadi habitat scarlet macaw, toucan, serta berbagai jenis burung lainnya. Kawasan ini juga diperkirakan menyimpan sekitar 2,5 persen keanekaragaman hayati dunia.

Dari Asia, Taman Nasional Keoladeo di India menempati urutan kedelapan dengan skor 57,4. Situs Warisan Dunia UNESCO ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai burung dari Asia Tengah, terutama ketika musim dingin.

Pengunjung dapat menyusuri kawasan tersebut menggunakan becak sepeda. Pilihan transportasi ini membantu mengurangi kebisingan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Di Argentina, Cagar Ekologi Costanera Sur menempati peringkat kesembilan dengan skor 54,8.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
tren wisata Birdwatching destinasi wisata

Komentar Pengguna