Khazanah
M. Panji Maulana

Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Senin-Kamis?

Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Senin-Kamis?

13 Oktober 2026 | 16:43

keboncinta.com- Puasa Senin-Kamis merupakan salah satu ibadah sunah yang banyak diamalkan umat Islam. Sementara itu, sebagian Muslim masih memiliki kewajiban mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan karena alasan tertentu.

Keadaan ini menimbulkan pertanyaan apakah puasa qadha Ramadan dapat dilaksanakan pada hari Senin atau Kamis sekaligus mengharapkan keutamaan puasa sunah pada hari tersebut.

Persoalan penggabungan niat puasa memiliki pembahasan tersendiri dalam fikih. Berikut penjelasan mengenai hukumnya serta ketentuan niat yang perlu diperhatikan.

Hukum Mengqadha Puasa Ramadan pada Hari Senin atau Kamis

Seseorang diperbolehkan melaksanakan puasa qadha Ramadan pada hari Senin atau Kamis selama hari tersebut bukan termasuk hari yang diharamkan untuk berpuasa dan tidak terdapat penghalang syar'i lainnya.

Puasa qadha merupakan kewajiban untuk mengganti puasa Ramadan yang belum ditunaikan.

Karena itu, niat utama yang harus dipastikan adalah niat mengganti puasa Ramadan.

Sementara itu, Senin dan Kamis merupakan hari yang dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah.

Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Senin Kamis yang Jarang Diketahui, Nomor 2 Jadi Alasan Rasulullah Selalu Berpuasa 

Bolehkah Menggabungkan Dua Niat?

Dalam pembahasan mazhab Syafi'i, terdapat pendapat ulama yang membolehkan penggabungan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa sunah yang berkaitan dengan hari tertentu, termasuk Senin-Kamis.

Salah satu penjelasannya terdapat dalam pembahasan Ibnu Hajar Al-Haitami mengenai seseorang yang mengerjakan puasa qadha pada hari Senin.

Menurut pendapat tersebut, apabila seseorang berniat qadha Ramadan sekaligus mengharapkan keutamaan puasa hari Senin, ia dapat memperoleh keutamaan kedua ibadah.

Namun, ulama memiliki rincian berbeda mengenai kesempurnaan pahala penggabungan tersebut.

Karena itu, kebolehan menggabungkan niat tidak berarti seluruh ulama menyamakan pahalanya dengan pelaksanaan dua ibadah secara terpisah.

Niat Qadha Ramadan Harus Dilakukan pada Malam Hari

Berbeda dari sejumlah puasa sunah, puasa qadha Ramadan termasuk puasa wajib.

Dalam mazhab Syafi'i, niat puasa wajib harus dihadirkan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Selain itu, niat perlu menentukan jenis puasa wajib yang sedang dilaksanakan.

Apabila seseorang ingin berpuasa qadha pada hari Senin, ia tetap harus memastikan niat qadha telah dilakukan sesuai ketentuan.

Niat puasa sunah saja tidak dapat menggantikan niat qadha Ramadan.

Baca Juga: Bolehkah Niat Puasa Sunnah di Siang Hari? Ini Batas Waktu dan Hukumnya 

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan

Salah satu contoh lafaz niat qadha Ramadan adalah:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu ṣauma ghadin 'an qaḍā'i farḍi Ramaḍāna lillāhi ta'ālā.

Artinya:

"Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa wajib Ramadan karena Allah Ta'ala."

Lafaz tersebut merupakan contoh untuk membantu menghadirkan niat.

Niat yang menjadi syarat sah puasa dilakukan di dalam hati, bukan bergantung pada pelafalan kalimat Arab dengan suara keras.

Contoh Pelaksanaan Qadha pada Hari Senin

Misalnya, seseorang masih memiliki tanggungan tiga hari puasa Ramadan.

Ia memilih melakukan qadha pada hari Senin, Kamis, dan Senin berikutnya.

Pada malam sebelum berpuasa, ia berniat mengganti puasa Ramadan.

Apabila mengikuti pendapat yang memperbolehkan penggabungan, ia juga dapat menghadirkan niat untuk memperoleh keutamaan puasa sunah sesuai hari pelaksanaannya.

Setiap hari puasa qadha yang sah menggantikan satu hari kewajiban Ramadan yang tertinggal.

Lebih Baik Digabung atau Dipisah?

Pelaksanaan puasa qadha dan puasa sunah secara terpisah dapat menjadi pilihan bagi seseorang yang ingin menjalankan masing-masing ibadah secara khusus.

Namun, bagi orang yang memiliki keterbatasan waktu, mengerjakan qadha pada hari Senin atau Kamis merupakan pilihan yang diperbolehkan.

Hal terpenting adalah kewajiban qadha tidak diabaikan.

Perbedaan pendapat mengenai penggabungan pahala juga perlu dihormati, terutama karena sejumlah ibadah sunah tertentu mempunyai ketentuan yang berbeda.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Menganggap niat puasa Senin-Kamis saja sudah cukup untuk qadha Ramadan.
  2. Baru berniat qadha setelah terbit fajar.
  3. Tidak mengetahui jumlah hari puasa wajib yang harus diganti.
  4. Menganggap semua bentuk penggabungan puasa memiliki hukum yang sama.
  5. Menunda kewajiban qadha tanpa memperhatikan batas waktu dan ketentuan fikih.

Dengan memahami perbedaan puasa wajib dan sunah, umat Islam dapat menyusun jadwal qadha secara tepat sekaligus memanfaatkan hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa.

Tags:
Puasa qada puasa hukum qada puasa

Komentar Pengguna