KebonCinta.com - Belajar dari rumah memang menawarkan fleksibilitas, tetapi suasana yang monoton dan berbagai distraksi sering membuat konsentrasi sulit dipertahankan. Bagi pelajar dan mahasiswa di Jakarta, perpustakaan dapat menjadi alternatif ruang belajar yang menyediakan suasana lebih tenang sekaligus akses terhadap berbagai sumber bacaan.
Sejumlah perpustakaan di Jakarta kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku. Fasilitas seperti ruang kerja, akses internet, colokan listrik, ruang diskusi, hingga area belajar individual membuat perpustakaan semakin relevan sebagai ruang belajar publik.
Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Edit Video di HP untuk Tugas Sekolah
Berikut lima perpustakaan yang dapat menjadi pilihan.
1. Perpustakaan Taman Ismail Marzuki
Perpustakaan di kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, menyediakan berbagai sudut belajar dengan fasilitas meja, kursi, pendingin ruangan, colokan listrik, dan lampu belajar. Pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas air minum, musala, dan toilet.
Koleksinya mencakup berbagai bidang, seperti sastra, politik, dan sejarah. Perpustakaan ini dapat diakses secara gratis menggunakan barcode pada aplikasi Jaklitera. Untuk peminjaman buku, salah satu persyaratannya adalah memiliki KTP Jakarta.
Baca Juga: Anugerah GTK 2026 Dibuka, Guru hingga Tenaga Perpustakaan Bisa Diusulkan Jadi Penerima Penghargaan
2. Perpustakaan Nyi Ageng Serang
Berlokasi di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, perpustakaan ini memiliki working space serta ruang khusus bagi pengunjung yang ingin belajar secara individual tanpa banyak gangguan.
Tersedia pula ruang diskusi untuk tiga hingga lima orang. Pengunjung dapat masuk secara gratis dengan menggunakan barcode aplikasi Jaklitera. Perpustakaan buka setiap hari pukul 09.00–22.00 WIB, kecuali saat libur nasional dan cuti bersama.
Baca Juga: Anugerah GTK 2026 Dibuka, Guru hingga Tenaga Perpustakaan Bisa Diusulkan Jadi Penerima Penghargaan
3. Perpustakaan Erasmus Huis
Perpustakaan yang berada di kompleks Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia ini terbuka bagi masyarakat umum. Koleksinya mencapai sekitar 15.000 buku, koran, dan majalah, termasuk literatur Belanda serta sejarah Indonesia.
Fasilitas belajar meliputi pendingin ruangan, meja, kursi, dan colokan listrik. Akses perpustakaan gratis, sedangkan kartu keanggotaan dikenakan biaya Rp50.000 per tahun.
4. Baca di Tebet
Perpustakaan di Tebet ini memiliki lebih dari 20.000 koleksi berbahasa Indonesia dan Inggris. Pengunjung juga dapat memanfaatkan meja, kursi, pendingin ruangan, toilet, serta kedai makanan.
Untuk akses harian, pengunjung dikenakan biaya Rp35.000. Tersedia pula pilihan keanggotaan bulanan dan tahunan dengan fasilitas berbeda.
5. Perpustakaan Nasional RI
Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan memiliki 24 lantai dengan beragam fungsi dan koleksi, mulai dari buku hingga manuskrip. Fasilitas belajar tersedia di sejumlah area, lengkap dengan meja, kursi, colokan listrik, dan Wi-Fi.
Perpusnas terbuka untuk umum secara gratis. Jam layanan Senin-Jumat pukul 08.00–19.00 WIB, sedangkan Sabtu-Minggu pukul 09.00–16.00 WIB.
Keberadaan ruang-ruang tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan dapat menjadi lebih dari sekadar tempat membaca.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir