Sains
Hilmi An Naufal

BRIN Siapkan Lebih dari 200 Inovasi di IISE 2026, dari Teknologi Nuklir hingga Rumah Tahan Gempa

BRIN Siapkan Lebih dari 200 Inovasi di IISE 2026, dari Teknologi Nuklir hingga Rumah Tahan Gempa

15 Oktober 2026 | 14:15

KebonCinta.com — Badan Riset dan Inovasi Nasional menyiapkan lebih dari 200 produk inovasi untuk ditampilkan dalam Indonesia Innovation Summit & Expo atau IISE 2026.

Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 13 Desember 2026 di Hall 7 dan 8 ICE BSD, Tangerang.

Kegiatan terbuka untuk masyarakat dan dapat dikunjungi secara gratis sesuai mekanisme registrasi penyelenggara.

IISE tidak hanya dirancang sebagai pameran teknologi.

BRIN ingin mempertemukan periset dengan industri, investor, perusahaan rintisan dan masyarakat yang dapat memanfaatkan teknologi tersebut.

Ketua Penyelenggara IISE 2026 Walneg mengatakan salah satu tantangan riset adalah memastikan hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium.

“IISE menjadi bridging sehingga ‘lembah kematian’ riset dan inovasi semakin sempit ruangnya,” ujar Walneg.

Ia menjelaskan hasil riset perlu dihubungkan dengan industri dan pasar agar dapat berkembang menjadi produk yang benar-benar dimanfaatkan.

Lebih dari 200 inovasi BRIN akan berasal dari berbagai bidang strategis.

Di antaranya pangan, kesehatan, energi dan teknologi nuklir.

Bidang kedirgantaraan dan antariksa juga akan ditampilkan.

Selain itu terdapat inovasi industri strategis, ketahanan air, lingkungan dan berbagai bidang sosial.

Penyelenggara menyiapkan sekitar 230 stan.

Baca Juga: Kemenkes Buka Beasiswa Penuh Tenaga Kesehatan 2026, Pendaftaran hingga 30 Oktober dan Ada Biaya Hidup 

Sebanyak 30 hingga 40 stan khusus juga direncanakan untuk para pemegang lisensi produk inovasi BRIN.

Kegiatan tidak berhenti pada melihat produk yang dipamerkan.

IISE akan menyediakan mekanisme business matching.

Melalui program tersebut, industri dapat menyampaikan kebutuhan teknologi yang sedang mereka cari.

Panitia kemudian dapat membantu mempertemukan mereka dengan peneliti maupun pemilik teknologi yang relevan.

BRIN menargetkan terbentuknya hingga 100 perjanjian lisensi baru pada Desember 2026.

Angka tersebut merupakan target dan bukan jumlah lisensi yang telah terealisasi.

Beberapa contoh teknologi yang disebut dalam persiapan IISE mencakup produk sepatu berbasis limbah.

Ada pula inovasi genteng, rumah tahan gempa hingga teknologi penyediaan air siap minum.

Kegiatan ini juga akan menghadirkan berbagai program lain.

Penyelenggara menyiapkan konferensi, seminar, penghargaan, kompetisi startup dan Innovation Marketplace.

Terdapat pula program kunjungan laboratorium melalui Meet The Research Laboratory Visit.

Pengunjung dapat mengenal proses penelitian secara lebih dekat melalui program tersebut setelah melakukan registrasi.

IISE 2026 akan menempati area sekitar 9.720 meter persegi.

Selain BRIN, peserta akan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, BUMN, perusahaan teknologi, startup, investor hingga mitra internasional.

Tema yang diangkat adalah “Accelerating Innovation Collaboration Towards 2045, from Invention to National Impact”.

Tema tersebut menggambarkan target agar invensi tidak berhenti sebagai prototipe atau publikasi ilmiah.

Hasil penelitian diharapkan berkembang menjadi teknologi yang digunakan oleh masyarakat maupun industri.

Bagi pelajar dan mahasiswa, kegiatan ini juga dapat menjadi kesempatan melihat langsung perkembangan riset.

Sementara bagi pelaku usaha, IISE dapat menjadi ruang menemukan teknologi yang berpotensi dikembangkan secara komersial.

Pameran memang baru berlangsung Desember.

Namun BRIN telah mulai mempersiapkan kolaborasi dan memperkenalkan ratusan inovasi yang nantinya akan ditampilkan.

Jika target tersebut tercapai, IISE tidak hanya menjadi tempat memamerkan teknologi.

Ajang tersebut dapat menjadi jembatan yang membawa hasil penelitian dari laboratorium menuju penggunaan yang lebih nyata.

Tags:
BRIN IISE 2026 teknologi Inovasi Riset Nuklir Rumah Tahan Gempa Startup

Komentar Pengguna