KebonCinta.com — Penentuan tarif layanan ojek online (ojol) untuk pengantaran barang dan makanan tidak sesederhana menetapkan satu angka untuk seluruh pesanan. Berat barang, risiko perjalanan, biaya operasional, dan mekanisme penentuan harga di aplikasi menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini memfinalisasi peraturan menteri tentang pedoman tarif layanan on-demand delivery (ODD) menggunakan kendaraan roda dua. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan acuan bagi platform dalam menentukan tarif tanpa menetapkan harga secara langsung oleh pemerintah.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan formula tarif perlu mempertimbangkan karakteristik pengantaran barang dan makanan yang berbeda dari layanan pengantaran penumpang.
Pemerintah menargetkan aturan tersebut terbit sebelum 31 Desember 2026. Sebelum itu, Komdigi masih mendalami berbagai komponen pembentukan tarif dan berdiskusi dengan pemangku kepentingan.
Baca Juga: Tarif Ojol Antar Makanan Bakal Diatur Komdigi! Penghasilan Driver dan Harga Pesanan Jadi Sorotan
Layanan pengantaran barang dan makanan memiliki variasi kebutuhan yang tidak selalu sama. Sebuah pesanan dapat berupa makanan dalam kemasan, barang berukuran kecil, hingga kiriman yang membutuhkan penanganan lebih hati-hati.
Perbedaan berat, bentuk, dan cara membawa barang dapat memengaruhi risiko serta kebutuhan operasional pengemudi. Kondisi tersebut menjadi alasan tarif pengantaran barang dan makanan tidak bisa langsung disamakan dengan tarif pengangkutan penumpang.
Menurut Nezar, risiko membawa barang atau makanan berbeda dari risiko mengangkut orang. Komponen biaya transportasi yang muncul pun tidak selalu sama.
Atas dasar itu, Komdigi menilai diperlukan formula yang mempertimbangkan karakteristik layanan, alih-alih sekadar menyalin mekanisme tarif pada jenis layanan lain.
Dalam penyusunan formula tarif, pemerintah tengah mengkaji sejumlah aspek yang berpengaruh terhadap harga layanan. Setidaknya ada tiga kelompok pertimbangan utama.
1. Struktur biaya transportasi
Biaya perjalanan menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan tarif. Pengemudi perlu menanggung pengeluaran operasional kendaraan dan waktu yang digunakan untuk menyelesaikan pesanan.
Formula yang disusun perlu mempertimbangkan biaya yang relevan agar tarif tidak mengabaikan kebutuhan operasional pengemudi. Namun, rincian komponen dan cara penghitungannya masih menunggu ketentuan final.
2. Pola dan karakteristik layanan
Pengantaran barang dan makanan dapat memiliki kebutuhan berbeda berdasarkan jenis pesanan, jarak, serta karakteristik barang. Perbedaan tersebut perlu diperhitungkan agar formula tarif sesuai dengan layanan yang diberikan.
3. Algoritma penentuan harga
Komdigi juga mendalami algoritma yang digunakan platform untuk menentukan harga. Dalam layanan digital, penentuan tarif melibatkan sistem yang mengolah sejumlah variabel sesuai mekanisme masing-masing penyedia layanan.
Karena itu, penyusunan pedoman tarif perlu memperhatikan bagaimana formula pemerintah akan menjadi acuan bagi platform. Detail mengenai penerapan dan pengawasannya masih perlu menunggu peraturan resmi.
Nezar menegaskan pemerintah tidak akan menentukan tarif pengantaran barang dan makanan secara langsung. Komdigi akan menyusun formula yang berfungsi sebagai pedoman bagi perusahaan platform.
Pendekatan tersebut membedakan peran pemerintah sebagai penyusun acuan dengan peran platform dalam menentukan harga layanan berdasarkan formula dan mekanisme operasionalnya.
Komdigi juga telah berdiskusi dengan perwakilan pengemudi ojol, perusahaan platform, serta kementerian dan lembaga terkait. Pelibatan berbagai pihak menjadi penting karena perubahan tarif dapat memengaruhi kepentingan yang berbeda dalam ekosistem layanan pengantaran.
Meski demikian, pedoman formula belum dapat dipahami sebagai jaminan bahwa semua platform akan menerapkan tarif yang sama. Bentuk akhir kebijakan dan ruang penyesuaian platform baru dapat dinilai setelah peraturan diterbitkan.
Salah satu persoalan utama dalam penyusunan tarif adalah mencari keseimbangan antara pendapatan pengemudi dan keterjangkauan layanan.
Pemerintah ingin meningkatkan penghasilan pengemudi sekaligus memberikan perlindungan terhadap risiko yang mereka hadapi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir