Pendidikan
Rahman Abdullah

Cakupan Materi TKA Bahasa Indonesia SMA 2026, Ini Kompetensi yang Perlu Dikuasai Siswa

Cakupan Materi TKA Bahasa Indonesia SMA 2026, Ini Kompetensi yang Perlu Dikuasai Siswa

11 Oktober 2026 | 15:38

KebonCinta.com-- Siswa SMA yang bersiap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) perlu memahami bahwa ujian Bahasa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan hafalan kaidah bahasa. Kemampuan membaca secara cermat, menangkap maksud penulis, menarik kesimpulan, hingga menilai isi bacaan menjadi bagian penting yang perlu dilatih.

Berdasarkan kerangka asesmen resmi Pusat Asesmen Pendidikan, TKA Bahasa Indonesia jenjang SMA/MA/sederajat berfokus pada keterampilan membaca. Materi yang digunakan mencakup teks informasi dan teks fiksi dengan tingkat kompleksitas yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. 

Karena itu, siswa perlu membiasakan diri menghadapi berbagai jenis bacaan, bukan sekadar menghafalkan definisi istilah atau rumus kebahasaan. Pemahaman terhadap isi teks dan kemampuan menggunakan informasi untuk menjawab persoalan menjadi bekal penting dalam persiapan ujian.

Baca Juga: TKA Matematika 2026: Ini Materi, Level Kognitif, dan Kisi-Kisi yang Wajib Dipahami! 

TKA Bahasa Indonesia SMA berfokus pada keterampilan membaca

Dalam TKA Bahasa Indonesia, siswa diuji melalui bacaan yang dapat memuat informasi, gagasan, peristiwa, maupun persoalan dari berbagai konteks.

Ada dua kelompok teks utama yang perlu dipahami, yakni teks informasi dan teks fiksi. Keduanya memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan cara membaca dan memahami yang sesuai.

Teks informasi dapat berupa bacaan yang menyajikan fakta, konsep, prosedur, atau pengetahuan dari berbagai bidang. Teks ini dapat hadir dalam satu bacaan maupun beberapa teks yang saling berkaitan.

Sementara itu, teks fiksi mencakup cerita rekaan dengan beragam latar, karakter tokoh, konflik, alur, dan sudut pandang. Siswa perlu memahami bukan hanya apa yang terjadi dalam cerita, melainkan juga hubungan antartokoh, makna peristiwa, dan pesan yang dapat ditafsirkan dari bacaan. <Cite refs={["turn258850search4"]}/>

Tiga kompetensi utama dalam TKA Bahasa Indonesia

Kerangka asesmen TKA Bahasa Indonesia SMA mengelompokkan kemampuan membaca ke dalam tiga kompetensi utama. Ketiganya menjadi dasar bagi siswa untuk memahami informasi, menyusun kesimpulan, dan memberikan penilaian terhadap bacaan.

1. Pemahaman tekstual

Pemahaman tekstual berkaitan dengan kemampuan menemukan informasi yang disampaikan secara langsung dalam teks.

Siswa perlu mampu mengenali informasi penting, menentukan gagasan yang dinyatakan secara eksplisit, memahami penggunaan istilah, serta menyusun kembali informasi sesuai kebutuhan.

Misalnya, ketika membaca sebuah artikel tentang lingkungan, siswa dapat diminta mengidentifikasi penyebab pencemaran yang disebutkan secara langsung. Pada soal lain, mereka mungkin harus menyusun kerangka atau ringkasan berdasarkan informasi utama dalam bacaan.

Untuk menguasai kompetensi ini, siswa perlu membiasakan diri membaca pertanyaan dengan teliti dan menemukan bagian teks yang relevan sebelum menentukan jawaban.

Baca Juga: Hasil MotoGP Mandalika 2026, Marco Bezzecchi Juara dan Marc Marquez Finis Keenam 

2. Pemahaman inferensial

Kompetensi berikutnya adalah pemahaman inferensial, yaitu kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tidak disampaikan secara langsung.

Soal pada bagian ini dapat meminta siswa menentukan ide pokok, menyimpulkan maksud penulis, memahami hubungan antargagasan, atau memperkirakan kelanjutan peristiwa berdasarkan petunjuk dalam teks.

Dalam bacaan fiksi, misalnya, siswa mungkin diminta menyimpulkan perasaan tokoh melalui tindakan dan dialognya. Sementara dalam teks informasi, mereka dapat diminta menjelaskan hubungan sebab-akibat yang tersirat.

Kemampuan ini tidak cukup dilatih dengan membaca cepat. Siswa perlu menghubungkan beberapa informasi, memperhatikan konteks, dan memastikan kesimpulan yang dibuat memiliki dasar yang jelas dalam bacaan.

3. Evaluasi dan apresiasi

Kompetensi ketiga menuntut siswa menilai gagasan, fakta, atau opini serta memberikan tanggapan terhadap isi dan penggunaan bahasa dalam teks.

Pada bagian ini, siswa perlu mempertimbangkan apakah suatu gagasan masuk akal, apakah informasi saling berkaitan, dan bagaimana pilihan bahasa penulis memengaruhi pemahaman pembaca.

Dalam teks fiksi, kemampuan apresiasi dapat berkaitan dengan penilaian terhadap karakter tokoh, konflik, nilai kehidupan, atau penggunaan bahasa yang membangun suasana cerita.

Siswa juga perlu memahami bahwa menilai bacaan bukan berarti memilih jawaban berdasarkan pendapat pribadi semata. Penilaian harus tetap mempertimbangkan bukti, konteks, dan informasi yang tersedia dalam teks. 

Karakteristik bacaan yang perlu diperhatikan

Teks dalam TKA Bahasa Indonesia SMA memiliki tingkat kompleksitas yang perlu diantisipasi siswa. Kerangka asesmen resmi menyebutkan penggunaan kosakata umum dan khusus, kata berimbuhan kompleks, kata abstrak, istilah teknis, serta makna denotatif dan konotatif sesuai konteks.

Kalimat dalam bacaan juga dapat memiliki struktur kompleks dengan beragam pola. Selain itu, hubungan antarkalimat dan antarparagraf, termasuk pertentangan dan sebab-akibat, menjadi bagian yang perlu dipahami.

Untuk teks selain puisi, panjang bacaan dalam kerangka asesmen tersebut berada pada kisaran 250–300 kata. Informasi ini dapat membantu siswa membiasakan diri membaca teks yang cukup panjang sambil mempertahankan ketelitian dan pemahaman. 

Baca Juga: Apa Saja Materi TKA Sejarah SMA? Simak Panduan Belajarnya 

Cara belajar agar lebih siap menghadapi TKA Bahasa Indonesia

Memahami cakupan materi akan lebih bermanfaat jika disertai latihan yang terarah.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
TKA Bahasa Indonesia Materi TKA SMA Kisi-Kisi TKA

Komentar Pengguna