7. Tinjau kembali secara berkala. Ajak siswa merefleksikan kesepakatan yang sudah berjalan dan yang masih sulit. Jika kondisi kelas berubah, rumusan boleh diperjelas melalui diskusi.
Berikut contoh yang bisa disesuaikan dengan usia siswa dan kebutuhan sekolah:
Agar konkret, guru dapat mengajak siswa memainkan dua adegan singkat: diskusi ketika semua memotong pembicaraan dan diskusi ketika setiap anggota diberi giliran. Setelah itu, siswa membandingkan suasana keduanya.
Pada jenjang SMP, kesepakatan dapat lebih spesifik. Misalnya, setiap anggota kelompok menyumbang minimal satu ide; pendapat disanggah dengan alasan, bukan serangan pribadi; tugas dibagi jelas; dan anggota kelompok menyampaikan kendala sebelum tenggat.
Guru perlu menjelaskan bahwa bentuk kontribusi tidak selalu bicara panjang. Siswa yang kesulitan berbicara di depan kelompok dapat lebih dulu mengirim gagasan tertulis, lalu berlatih menyampaikannya secara bertahap.
Baca Juga: Metode Pembelajaran Terbalik (Flipped Classroom): Ketika Siswa Menjadi Pengajar
Jangan langsung menyimpulkan siswa sengaja menentang aturan. Periksa keadaan dan alasan perilakunya, kemudian ingatkan kesepakatan yang relevan. Jika ada teman yang dirugikan, bantu siswa mengambil langkah memperbaiki, seperti meminta maaf secara tulus dan mengembalikan barang yang dipinjam.
Untuk perilaku serius seperti kekerasan atau perundungan, guru harus mengikuti prosedur perlindungan peserta didik dan kebijakan sekolah. Kesepakatan kelas bukan pengganti aturan keselamatan maupun mekanisme penanganan yang berlaku.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir