KebonCinta.com – Kisi-kisi dan kartu soal membantu guru menyiapkan asesmen yang sesuai tujuan pembelajaran. Kisi-kisi memetakan kemampuan yang hendak diukur, sedangkan kartu soal memuat rincian setiap butir, termasuk pertanyaan, kunci jawaban, dan pedoman penskoran. Berikut langkah penyusunan dan contoh format sederhana yang dapat disesuaikan untuk berbagai mata pelajaran.
Kisi-kisi soal merupakan rancangan yang menghubungkan tujuan pembelajaran, materi, indikator, bentuk soal, dan nomor butir. Dokumen ini membantu menjaga kesesuaian antara materi yang sudah dipelajari dan kompetensi yang dinilai.
Kartu soal berisi satu butir pertanyaan secara lengkap, beserta identitas, indikator, jawaban, serta catatan penelaahan. Umumnya satu kartu disiapkan untuk setiap butir. Tidak ada satu desain tabel yang wajib digunakan semua sekolah untuk asesmen kelas.
Pertama, tentukan apakah asesmen ditujukan untuk umpan balik selama pembelajaran atau mengukur capaian pada akhir lingkup materi. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kemendikdasmen membedakan asesmen formatif dan sumatif menurut fungsinya.
Periksa tujuan pembelajaran dan materi yang benar-benar diajarkan. Jangan menyusun soal hanya berdasarkan jumlah halaman buku atau contoh ujian tahun sebelumnya.
Baca Juga: Apa Bedanya Asesmen Nasional dan Ujian Nasional? Simak Penjelasannya
Pilih materi penting yang mewakili tujuan. Kemudian tulis indikator soal yang spesifik, misalnya, “Disajikan dua pecahan berpenyebut sama, murid dapat menentukan hasil pengurangannya.”
Indikator harus menjelaskan tindakan yang terukur. Kata seperti “memahami” tanpa bukti yang hendak dinilai bisa menyulitkan proses penulisan soal. Panduan Penilaian Tes Tertulis Pusat Penilaian Pendidikan mengarahkan penyusun untuk memilih kompetensi, materi, tingkat kognitif, kemudian merumuskan indikator.
Pilih pilihan ganda, isian, uraian, atau bentuk lain sesuai kemampuan yang diukur. Soal uraian cocok untuk melihat penjelasan dan langkah berpikir; pilihan ganda dapat dipakai untuk cakupan materi yang lebih luas.
Variasikan tuntutan berpikir secara wajar. Soal yang panjang belum tentu menuntut penalaran tinggi, sedangkan soal singkat juga bisa menguji penerapan konsep.
Berikut contoh buatan redaksi untuk Matematika kelas IV. Guru harus menyesuaikannya dengan capaian dan tujuan pembelajaran yang berlaku.
Identitas: Sekolah [nama sekolah]; Mata pelajaran Matematika; Kelas IV; Materi pecahan; Jenis asesmen sumatif.
Butir 1
Butir 2
Untuk jumlah soal lebih banyak, gunakan satu baris per indikator dalam tabel spreadsheet. Kolom yang praktis ialah No | Tujuan | Materi | Indikator | Bentuk | Nomor Soal.
Baca Juga: Asesmen Sumatif Bukan Sekadar Nilai, Ini Perannya dalam Pembelajaran
Sekolah: [nama sekolah]
Mata pelajaran/kelas: Matematika/IV
Nomor soal: 1
Materi: Pecahan senilai
Indikator: Menentukan pecahan yang senilai dengan 1/2
Bentuk soal: Pilihan ganda
Soal: Pecahan manakah yang senilai dengan 1/2?
A. 1/3
B. 2/4
C. 2/5
D. 3/5
Kunci jawaban: B (2/4).
Pembahasan: Pembilang dan penyebut 1/2 sama-sama dikalikan dua.
Skor: 1 untuk benar, 0 untuk salah.
Nomor soal: 2
Indikator: Menghitung sisa pita dari cerita pengurangan pecahan.
Soal: Rani memiliki pita 3/4 meter.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir