Cara Mencatat Transaksi ke Jurnal Umum, Pahami Aturan Debit dan Kredit

Cara Mencatat Transaksi ke Jurnal Umum, Pahami Aturan Debit dan Kredit

18 Oktober 2026 | 10:50

KebonCinta.com - Salah satu tantangan ketika belajar akuntansi adalah menentukan akun mana yang harus dicatat pada sisi debit dan mana yang harus dicatat pada sisi kredit.

Bagi pemula, kedua istilah tersebut terkadang dianggap sebagai uang masuk dan uang keluar.

Padahal, debit dan kredit merupakan sisi pencatatan yang penggunaannya bergantung pada jenis akun.

Bagaimana cara menerapkannya dalam jurnal umum perusahaan jasa?

Memahami Aturan Debit dan Kredit

Dalam sistem pembukuan berpasangan, setiap transaksi memengaruhi setidaknya dua akun dengan jumlah debit dan kredit yang sama.

Aset dan beban bertambah pada sisi debit serta berkurang pada sisi kredit.

Sebaliknya, liabilitas, ekuitas, dan pendapatan bertambah pada sisi kredit serta berkurang pada sisi debit. Aturan tersebut menjadi dasar ketika menganalisis transaksi.

Baca Juga: Utang Jangka Pendek dan Jangka Panjang, Bagaimana Membedakannya dalam Akuntansi? 

Contoh Jurnal Setoran Modal

Misalnya, pemilik usaha laundry menyetorkan uang tunai sebesar Rp15.000.000 sebagai modal awal. Kas bertambah sehingga dicatat pada sisi debit. Modal pemilik juga bertambah sehingga dicatat pada sisi kredit

AkunDebetKredit
Kas15.000.000 
Modal pemilik 15.000.000

Jumlah debit dan kredit sama-sama Rp15.000.000.

Contoh Jurnal Pembayaran Beban
Perusahaan kemudian membayar biaya listrik bulan berjalan sebesar Rp400.000 secara tunai.

Beban listrik bertambah dan kas berkurang.

AkunDebetKredit
Beban Listrik400.000 
Kas 400.000

Transaksi ini tidak dicatat sebagai pengurangan modal secara langsung, melainkan melalui akun beban.

Baca Juga: Latihan Soal Penggolongan Akun dalam Akuntansi, Lengkap dengan Pembahasannya 

Contoh Pendapatan Jasa secara Kredit

Usaha laundry menyelesaikan layanan kepada pelanggan senilai Rp600.000, tetapi pembayaran baru dilakukan minggu berikutnya. Dengan asumsi pendapatan telah memenuhi kriteria pengakuan, pencatatannya adalah:

AkunDebetKredit
Piutang Usaha600.000 
Pendapatan Jasa 600.000

Piutang bertambah karena perusahaan memiliki hak menerima pembayaran.

Langkah Memeriksa Jurnal

Setelah mencatat transaksi, periksa nama akun, jumlah, dan posisi debit-kredit. Pastikan nilai debit sama dengan kredit. Namun, keseimbangan tersebut tidak otomatis membuktikan akun yang dipilih sudah benar.

Baca Juga: Uang Masuk Belum Tentu Pendapatan, Kenali Pencatatannya dalam Akuntansi Jasa 

Dengan latihan berbagai transaksi, siswa dapat memahami debit dan kredit berdasarkan perubahan akun, bukan sekadar menghafal posisi pencatatannya.

Tags:
Akuntansi Jurnal umum Debet dan kredit

Komentar Pengguna