Misalnya, orang tua dapat menjelaskan bahwa mereka perlu beristirahat terlebih dahulu sebelum membantu orang lain. Dengan begitu, anak melihat bahwa menjaga kebutuhan pribadi bukanlah bentuk ketidakpedulian.
Keteladanan ini membantu anak memahami bahwa kepedulian terhadap orang lain dan kepedulian terhadap diri sendiri dapat berjalan berdampingan.
Mendidik anak agar empatik tetap penting, tetapi kebaikan hati perlu disertai kemampuan memahami kebutuhan diri sendiri. Anak perlu belajar membantu orang lain karena memang ingin melakukannya, bukan semata-mata karena takut ditolak atau tidak disukai.
Orang tua dapat membangun kemampuan tersebut melalui komunikasi terbuka, penghargaan terhadap pendapat anak, dan keteladanan dalam menetapkan batasan. Proses ini membutuhkan waktu karena keberanian menyampaikan keinginan dan menolak permintaan berkembang secara bertahap.
Jika anak terus-menerus merasa takut mengecewakan orang lain hingga mengganggu aktivitas atau kesehariannya, orang tua dapat mempertimbangkan berkonsultasi dengan psikolog anak atau tenaga profesional yang sesuai.
Pada akhirnya, tujuan pengasuhan bukan membuat anak selalu disukai semua orang. Yang lebih penting adalah membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang peduli, percaya diri, mampu menghargai orang lain, dan tetap berani menjaga batasan dirinya sendiri.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir