Parenting
Rahman Abdullah

Cara Mengajarkan Kecerdasan Emosional pada Anak, Bunda dan Guru Perlu Tahu 3 Langkah Ini

Cara Mengajarkan Kecerdasan Emosional pada Anak, Bunda dan Guru Perlu Tahu 3 Langkah Ini

24 Oktober 2026 | 12:07

KebonCinta.com-- Membantu anak mengenali dan mengelola emosi merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembangnya. Anak tidak selalu mampu menjelaskan apa yang sedang dirasakan. Terkadang, rasa kecewa muncul dalam bentuk tangisan, kemarahan, penolakan, atau perilaku yang membuat orang tua dan guru kebingungan.

Dalam situasi seperti ini, anak membutuhkan pendampingan yang tepat, bukan sekadar teguran. Bunda dan guru dapat membantu mereka memahami perasaan, belajar menyampaikan emosi dengan baik, serta memilih tindakan yang tidak menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

Keterampilan tersebut berkaitan dengan kecerdasan emosional, yakni kemampuan mengenali perasaan, memahami penyebabnya, dan meresponsnya secara lebih sehat. Kemampuan ini tidak terbentuk dalam semalam, tetapi dapat dilatih melalui kebiasaan sederhana di rumah maupun di sekolah.

Merujuk pada pendekatan yang dibahas The Mind Journal, ada tiga langkah yang bisa dilakukan orang tua dan guru untuk mendukung perkembangan kecerdasan emosional anak.

Baca Juga: 5 Penyebab Mata Minus yang Perlu Diketahui Anak dan Orang Tua 

1. Bantu Anak Mengenali Perasaan yang Sedang Dialami

Langkah pertama adalah mengajak anak memahami emosi yang muncul ketika menghadapi suatu kejadian. Anak perlu belajar bahwa perasaan sedih, kecewa, takut, maupun marah merupakan bagian wajar dari kehidupan.

Saat anak menangis karena mainannya diambil oleh saudara, misalnya, orang tua tidak harus langsung menyuruhnya berhenti menangis. Cobalah menjelaskan situasi yang terjadi sekaligus memberi nama pada perasaannya.

Bunda bisa mengatakan, “Kamu sedih karena mainanmu diambil, ya? Ibu mengerti kalau kamu merasa kecewa.”

Kalimat sederhana seperti ini membantu anak menghubungkan suatu peristiwa dengan emosi yang dirasakannya. Anak juga belajar bahwa perasaannya didengarkan dan tidak dianggap sepele.

Hal yang perlu diingat, menerima emosi bukan berarti membenarkan semua tindakan yang muncul karenanya. Anak boleh merasa marah, tetapi tetap perlu belajar bahwa memukul atau menyakiti orang lain bukan cara yang tepat untuk mengekspresikan kemarahan.

Dengan pendampingan yang konsisten, anak diharapkan semakin mampu mengenali apa yang dirasakan dan mengungkapkannya melalui kata-kata.

Baca Juga: RPP Seni Budaya Kelas 9 Semester 1 Lengkap dengan Tujuan, Kegiatan, dan Penilaian 

2. Orang Tua Perlu Memahami Emosinya Sendiri

Mengajarkan kecerdasan emosional kepada anak tidak hanya berkaitan dengan cara menghadapi perilaku mereka. Orang tua dan guru juga perlu mengenali respons emosional diri sendiri.

Ketika anak mengalami tantrum, misalnya, orang tua mungkin merasa kesal, malu, lelah, atau terdorong untuk membentak. Perasaan tersebut bisa muncul secara spontan, terutama ketika situasi berlangsung di tempat umum atau saat orang tua sedang menghadapi banyak pekerjaan.

Namun, sebelum bereaksi, cobalah berhenti sejenak dan mencari tahu penyebab perilaku anak. Bisa jadi anak sedang kecewa karena keinginannya tidak terpenuhi, merasa lelah, atau belum mampu menjelaskan apa yang dibutuhkannya.

Alih-alih langsung membentak, orang tua dapat mengatakan, “Kamu marah karena Ibu melarangmu menyentuh benda itu. Ibu melarang karena ingin kamu tetap aman.”

Respons seperti ini tetap memberikan batasan, tetapi disampaikan dengan cara yang membantu anak memahami alasan di balik larangan tersebut.

Setelah situasi lebih tenang, orang tua juga dapat mengevaluasi reaksinya sendiri. Apakah kemarahan muncul karena perilaku anak benar-benar berbahaya, atau karena suara tangisnya membuat orang tua kewalahan? Apakah ada kelelahan atau tekanan lain yang turut memengaruhi respons tersebut?

Mengenali pemicu emosi diri sendiri bukan berarti menyalahkan orang tua. Justru, langkah ini dapat membantu mereka memilih respons yang lebih tenang dan sesuai dengan kebutuhan anak.

3. Ajarkan Cara Menyalurkan Emosi Tanpa Menyakiti Orang Lain

Setelah anak mulai mengenali perasaannya, tahap berikutnya adalah membimbing mereka memilih cara yang tepat untuk mengekspresikan emosi.

Anak yang sedang sedih mungkin membutuhkan waktu untuk menangis dan ditenangkan.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Kecerdasan Emosional Parenting Anak Mengelola Emosi

Komentar Pengguna