Beasiswa
M. Panji Maulana

Cara Menyiapkan Sertifikat Bahasa Inggris untuk Beasiswa LPDP: Memilih Tes dan Memeriksa Ketentuannya

Cara Menyiapkan Sertifikat Bahasa Inggris untuk Beasiswa LPDP: Memilih Tes dan Memeriksa Ketentuannya

26 Oktober 2026 | 20:07

KebonCinta.com – Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris merupakan salah satu dokumen yang sering dipersiapkan calon pendaftar Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dokumen tersebut digunakan untuk menunjukkan kemampuan bahasa sesuai persyaratan program beasiswa yang dipilih.

Namun, calon peserta perlu memahami bahwa LPDP tidak menetapkan satu jenis tes dan satu skor minimum yang berlaku sama untuk seluruh pendaftar.

Persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenjang magister atau doktor, tujuan studi dalam negeri atau luar negeri, kategori peserta, dan skema beasiswa.

Pada seleksi LPDP Tahap II tahun 2026, penyelenggara juga melakukan perubahan ketentuan dengan memperluas pilihan sertifikat Bahasa Inggris serta memberikan pengecualian bagi kelompok pendaftar tertentu.

Perubahan tersebut membuat calon peserta perlu lebih teliti sebelum mendaftar tes yang memerlukan biaya dan waktu persiapan.

Apakah Sertifikat Bahasa Inggris Wajib untuk Semua Pendaftar LPDP?

Tidak semua pendaftar LPDP diwajibkan mengunggah sertifikat kemampuan Bahasa Inggris.

Berdasarkan kebijakan LPDP Tahap II 2026, terdapat pengecualian untuk kelompok pendaftar tertentu.

Salah satunya adalah pendaftar yang telah mempunyai Letter of Acceptance atau LoA Unconditional sesuai ketentuan LPDP.

Dalam kategori yang diatur pada seleksi tersebut, peserta yang memenuhi persyaratan LoA Unconditional tidak diwajibkan mengunggah sertifikat Bahasa Inggris ketika mendaftar beasiswa.

Selain itu, kelompok afirmasi tertentu yang memilih perguruan tinggi dalam negeri juga memperoleh pengecualian.

Namun, ketentuan tersebut tidak boleh diartikan bahwa kemampuan Bahasa Inggris sudah tidak diperlukan dalam seluruh program LPDP.

Perguruan tinggi tujuan mungkin tetap menetapkan persyaratan bahasa sebagai bagian dari penerimaan mahasiswa.

1. Tentukan Program LPDP sebelum Memilih Tes

Langkah pertama adalah menentukan skema beasiswa yang ingin diikuti.

Pada Tahap II tahun 2026, LPDP membuka program utama STEM Industri Strategis dan SHARE, serta sejumlah program lain dengan ketentuan tersendiri.

STEM Industri Strategis diarahkan pada bidang-bidang yang mendukung pengembangan industri dan teknologi.

Sementara itu, SHARE mencakup kelompok ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, pendidikan, dan bidang terkait yang ditetapkan penyelenggara.

Kedua program mempunyai persyaratan akademik dan bahasa yang perlu diperiksa secara khusus.

Selain skema utama, terdapat kelompok afirmasi, peserta dari unsur aparatur negara, serta program kerja sama yang memiliki ketentuan berbeda.

Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak langsung mengikuti tes hanya berdasarkan rekomendasi teman yang pernah memperoleh beasiswa.

2. Mengenal Pilihan Tes Bahasa Inggris LPDP

Berdasarkan ketentuan LPDP Tahap II 2026, beberapa jenis tes yang dapat digunakan pada kategori yang memenuhi persyaratan antara lain:

TOEFL iBT

TOEFL Internet-Based Test digunakan untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris melalui beberapa keterampilan berbahasa.

Tes ini dapat menjadi pilihan bagi pendaftar yang ingin melanjutkan studi pada perguruan tinggi luar negeri yang menerimanya.

IELTS

International English Language Testing System atau IELTS merupakan tes kemampuan Bahasa Inggris yang digunakan oleh banyak perguruan tinggi.

Untuk kebutuhan pendidikan tinggi, calon peserta umumnya perlu memeriksa persyaratan IELTS Academic dari universitas tujuan.

PTE Academic

Pearson Test of English Academic merupakan tes kemampuan Bahasa Inggris berbasis komputer yang dapat digunakan untuk kebutuhan akademik pada lembaga yang menerimanya.

Duolingo English Test

Duolingo English Test merupakan alternatif tes berbasis daring yang diakui pada beberapa skema LPDP 2026.

Namun, calon peserta tetap perlu memastikan universitas tujuan menerima jenis tes tersebut.

TOEFL ITP

TOEFL Institutional Testing Program dapat digunakan pada sejumlah kategori dan tujuan studi yang memenuhi ketentuan LPDP.

Sertifikatnya harus berasal dari lembaga penyelenggara resmi yang diakui sesuai persyaratan.

TOEP dan Tes Internal Perguruan Tinggi

Pada Tahap II 2026, LPDP juga memperluas opsi sertifikat melalui Test of English Proficiency (TOEP) dan tes internal perguruan tinggi dalam negeri pada kategori tertentu.

Penggunaannya harus mengikuti daftar lembaga serta ketentuan program.

3. Berapa Skor Minimal Bahasa Inggris LPDP 2026?

Skor minimal berbeda menurut jenjang, tujuan, dan kategori beasiswa.

Sebagai gambaran, berikut contoh persyaratan untuk pendaftar kriteria umum pada Beasiswa SHARE skema pendanaan penuh Tahap II 2026.

Tujuan StudiTOEFL iBTIELTSDuolingo
Magister dalam negeri616,0105
Magister luar negeri806,5120
Doktor dalam negeri706,0110
Doktor luar negeri947,0130

Untuk kelompok yang sama, LPDP juga mencantumkan TOEFL ITP minimal 500 bagi magister dalam negeri dan 530 bagi doktor dalam negeri.

Selain itu, tersedia pilihan PTE Academic, TOEP, dan tes internal perguruan tinggi dalam negeri sesuai ketentuan.

Tabel tersebut hanya menggambarkan satu kategori Beasiswa SHARE Tahap II 2026.

Angka tersebut tidak boleh digunakan sebagai standar universal seluruh program LPDP.

Sebagai contoh, persyaratan peserta afirmasi dan program STEM Industri Strategis dapat berbeda.

Calon pendaftar harus membuka pedoman kategori yang sesuai sebelum menentukan target skor.

4. Jangan Menggunakan Skor Beasiswa Lain sebagai Acuan

Kesalahan yang dapat terjadi adalah menganggap seluruh beasiswa dengan dukungan LPDP mempunyai standar bahasa yang sama.

Padahal, program kerja sama dan pelatihan khusus dapat menggunakan ketentuan berbeda dari beasiswa bergelar reguler.

Misalnya, terdapat program pelatihan guru yang bekerja sama dengan LPDP dan Cambridge University dengan persyaratan bahasa tersendiri.

Skor yang digunakan pada program tersebut tidak otomatis berlaku untuk pendaftaran magister atau doktor LPDP.

Karena itu, calon peserta perlu membedakan informasi mengenai beasiswa S2/S3 dengan program pelatihan atau pengembangan kompetensi yang mempunyai sasaran berbeda.

Baca Juga: LPDP Tahap 2 Tahun 2026 Ubah Aturan, Pendaftar dengan LoA Tak Lagi Wajib Sertifikat Bahasa Inggris

5. Periksa Masa Berlaku Sertifikat

Selain jenis tes dan skor, masa berlaku sertifikat menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Pada persyaratan Beasiswa SHARE Tahap II 2026, LPDP mengatur bahwa sertifikat Bahasa Inggris yang diwajibkan harus diterbitkan dalam rentang dua tahun terakhir, dihitung berdasarkan tanggal acuan pada periode seleksi.

Untuk periode tersebut, tanggal acuan yang tercantum adalah 22 September 2026, yaitu tanggal pengumuman hasil sanggah.

Artinya, calon peserta tidak cukup hanya memastikan sertifikat masih tersimpan dalam bentuk PDF.

Tanggal penerbitan juga harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan LPDP.

Selain itu, universitas tujuan dapat memiliki kebijakan sendiri mengenai masa berlaku sertifikat dan batas waktu penerimaan dokumen.

Karena itu, periksa keduanya secara terpisah.

Untuk periode seleksi berikutnya, gunakan tanggal acuan yang diumumkan LPDP pada tahun berjalan.

6. Pilih Tes yang Diterima LPDP dan Universitas Tujuan

Salah satu strategi penting adalah memilih tes yang dapat digunakan untuk dua kebutuhan sekaligus.

Pertama, memenuhi syarat administrasi LPDP.

Kedua, memenuhi persyaratan penerimaan perguruan tinggi tujuan.

Sebagai contoh, seorang calon mahasiswa ingin mendaftar program magister luar negeri.

Ia menemukan bahwa skema LPDP menerima beberapa jenis sertifikat.

Namun, universitas tujuan mungkin hanya menerima tes tertentu atau menetapkan skor lebih tinggi dibandingkan batas minimal LPDP.

Dalam situasi tersebut, calon peserta sebaiknya memprioritaskan jenis tes dan target skor yang memenuhi kedua persyaratan.

Jika LPDP mensyaratkan IELTS 6,5, tetapi universitas mengharuskan IELTS 7,0, target yang perlu dipersiapkan adalah ketentuan universitas yang lebih tinggi.

Namun, skor total saja belum tentu cukup.

Beberapa universitas juga menetapkan nilai minimum pada setiap keterampilan, seperti Speaking atau Writing.

7. Lakukan Tes Diagnostik sebelum Mengikuti Ujian Resmi

Sebelum membayar biaya ujian, calon peserta sebaiknya mengetahui tingkat kemampuan Bahasa Inggris yang dimiliki.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengikuti latihan diagnostik.

Latihan ini bertujuan mengetahui kemampuan awal dan bagian yang masih memerlukan penguatan.

Misalnya, seseorang cukup baik dalam Reading tetapi masih mengalami kesulitan pada Listening.

Hasil latihan dapat digunakan untuk menyusun prioritas belajar.

Namun, skor simulasi tidak sama dengan sertifikat resmi.

Tes latihan hanya membantu memperkirakan kesiapan dan tidak dapat menggantikan dokumen yang diwajibkan dalam pendaftaran LPDP.

8. Buat Jadwal Persiapan yang Realistis

Setelah mengetahui jenis tes dan target skor, calon peserta dapat menyusun jadwal belajar.

Sebagai contoh, program persiapan selama delapan minggu dapat dibagi menjadi beberapa tahap.

Minggu 1–2: Memahami bentuk tes dan mengenali kelemahan kemampuan bahasa.

Minggu 3–4: Melatih keterampilan yang masih lemah serta memperbanyak latihan terarah.

Minggu 5–6: Mengerjakan latihan dengan batas waktu sesuai format ujian.

Minggu 7: Mengikuti simulasi penuh dan mengevaluasi hasil.

Minggu 8: Melakukan penguatan akhir dan mengikuti ujian resmi jika sudah siap.

Jadwal tersebut merupakan contoh, bukan jaminan seseorang akan memperoleh skor tertentu setelah delapan minggu.

Peserta dengan kemampuan awal berbeda mungkin membutuhkan waktu persiapan lebih panjang.

9. Pastikan Sertifikat Berasal dari Penyelenggara yang Diakui

Tidak semua dokumen dengan tulisan TOEFL atau IELTS otomatis memenuhi ketentuan LPDP.

Calon peserta perlu memastikan bahwa tes diselenggarakan atau diterbitkan oleh pihak yang diakui.

Untuk TOEFL ITP, misalnya, LPDP menetapkan ketentuan penggunaan sertifikat yang berasal dari lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.

Begitu pula hasil tes lainnya harus dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi persyaratan penyelenggara.

Hindari membeli sertifikat tanpa mengikuti ujian atau menggunakan dokumen yang tidak sah.

Selain berisiko gagal dalam seleksi, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip kejujuran dan integritas akademik.

10. Periksa Identitas dan Hasil Tes sebelum Diunggah

Ketika sertifikat sudah diterbitkan, periksa seluruh informasi yang tercantum.

Pastikan nama peserta sesuai dengan dokumen identitas.

Periksa jenis tes, tanggal pelaksanaan, tanggal penerbitan, serta hasil skor.

Jika sertifikat memiliki nomor verifikasi atau sistem pemeriksaan keaslian, pastikan informasinya dapat digunakan.

Saat mengunggah ke portal pendaftaran, ikuti ketentuan format dan ukuran file.

Hindari menggunakan gambar buram atau hasil pindai yang memotong bagian penting dokumen.

Simpan pula salinan sertifikat pada penyimpanan yang aman agar mudah ditemukan ketika diperlukan.

11. Apakah Pemilik LoA Unconditional Tetap Harus Mengikuti Tes?

Pada LPDP Tahap II 2026, beberapa kategori pendaftar yang telah memperoleh LoA Unconditional sesuai ketentuan mendapatkan pengecualian kewajiban mengunggah sertifikat kemampuan Bahasa Inggris.

Pengecualian tersebut berlaku pada tahapan administrasi LPDP sesuai persyaratan program.

Namun, calon mahasiswa tetap perlu memastikan bahwa dirinya telah memenuhi ketentuan bahasa dari universitas.

Memiliki LoA Unconditional tidak berarti seluruh proses penerimaan akademik, dokumen imigrasi, atau kebutuhan persiapan studi otomatis selesai.

Pendaftar juga perlu memperhatikan apakah LoA yang dimiliki benar-benar memenuhi definisi dan ketentuan LPDP.

Baca Juga: Cara Memilih Kampus dan Program Studi Beasiswa LPDP 2026 agar Tidak Salah Pilih

12. Bagaimana Jika Skor Bahasa Belum Memenuhi Persyaratan?

Apabila skor belum mencapai ketentuan, calon peserta perlu meninjau kembali hasil ujian.

Periksa bagian yang mempunyai nilai rendah dan tentukan strategi perbaikan.

Misalnya, skor Speaking belum memenuhi standar universitas.

Peserta dapat memperbanyak latihan berbicara, memperoleh umpan balik, serta membiasakan diri menjelaskan gagasan secara terstruktur.

Jika waktu pendaftaran sudah dekat, periksa apakah masih tersedia kesempatan ujian ulang dan apakah hasilnya dapat diterbitkan sebelum batas pengumpulan dokumen.

Jangan mengandalkan anggapan bahwa dokumen dapat menyusul apabila penyelenggara tidak memberikan ketentuan demikian.

13. Perhatikan Jadwal Seleksi LPDP yang Berlaku

Pendaftaran LPDP Tahap II 2026 berlangsung pada 30 Juni hingga 31 Juli 2026.

Dengan demikian, pada 26 Oktober 2026, periode pendaftaran tahap tersebut telah berakhir.

Panduan ini dapat digunakan sebagai bahan persiapan bagi calon peserta yang ingin mengikuti kesempatan berikutnya.

Namun, tanggal pembukaan, kategori program, jenis tes yang diterima, dan skor minimal perlu diperiksa kembali ketika LPDP menerbitkan panduan seleksi baru.

Informasi resmi dapat diakses melalui https://lpdp.kemenkeu.go.id/ serta portal pendaftaran LPDP yang ditetapkan penyelenggara.

Persiapan Sertifikat Bahasa Tidak Harus Dimulai Menjelang Pendaftaran

Menyiapkan kemampuan Bahasa Inggris sebaiknya menjadi bagian dari perencanaan studi, bukan hanya pekerjaan administrasi menjelang penutupan beasiswa.

Calon peserta dapat memulai dengan menentukan universitas tujuan, memahami persyaratan bahasa, mengikuti latihan awal, dan menyusun jadwal belajar.

Ketika hasil ujian sudah tersedia, periksa kembali skor, jenis sertifikat, masa berlaku, dan kesesuaian dengan program LPDP.

Jika berencana melanjutkan studi ke luar negeri, kemampuan menggunakan Bahasa Inggris dalam kegiatan akademik juga perlu terus ditingkatkan meskipun skor minimum telah terpenuhi.

Dengan persiapan yang terarah, calon pendaftar dapat menghindari pengeluaran untuk tes yang tidak sesuai sekaligus meningkatkan kesiapan mengikuti pendidikan pada jenjang yang dituju.

Tags:
Panduan sertifikat Bahasa Inggris LPDP 2026: pilihan IELTS Toefl PTE Duolingo skor minimal S2/S3 masa berlaku dan pengecualian LoA.

Komentar Pengguna