KebonCinta.com — Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan setelah seorang anak lahir.
Kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi ibu sejak masa kehamilan juga mempunyai peran penting terhadap pertumbuhan bayi.
Pemerintah Kota Pangkalpinang mengoptimalkan 121 posyandu yang tersebar di berbagai kelurahan untuk memperkuat pendampingan kepada ibu hamil.
Kader posyandu dilibatkan dalam gerakan bersama untuk membantu menekan kasus stunting.
“Selain mengalokasikan anggaran untuk penanganan tengkes, kita juga telah menugaskan para kader posyandu untuk melakukan gerakan bersama,” ujar Wali Kota Pangkalpinang Saparuddin.
Ia menjelaskan pemerintah juga memperkuat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi.
Ibu hamil didorong melakukan pemeriksaan kehamilan sedikitnya enam kali sejak awal kehamilan hingga menjelang persalinan.
Pemeriksaan dapat dilakukan melalui sembilan puskesmas maupun fasilitas rumah sakit yang tersedia.
Selain pemeriksaan rutin, ibu hamil juga didorong menjalani pemeriksaan ultrasonografi atau USG setidaknya dua kali.
Pemeriksaan kehamilan penting untuk memantau kondisi ibu sekaligus perkembangan janin.
Tenaga kesehatan dapat mendeteksi lebih awal apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pemkot juga menyiapkan dukungan berupa makanan tambahan, vitamin hingga susu bagi ibu hamil sesuai program kesehatan yang berjalan.
Pendampingan tidak berhenti setelah bayi dilahirkan.
Posyandu dapat membantu keluarga memantau berat badan, tinggi badan dan perkembangan anak secara berkala.
Apabila pertumbuhan anak tidak sesuai grafik, kondisi tersebut dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti.
Peran kader menjadi penting karena posyandu berada dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Ibu tidak selalu harus datang ke rumah sakit hanya untuk mendapatkan pemantauan kesehatan dasar.
Meski demikian, pemeriksaan di posyandu tidak menggantikan layanan dokter maupun fasilitas kesehatan ketika terdapat kondisi berisiko.
Ibu hamil tetap perlu mengikuti jadwal pemeriksaan yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan.
Pencegahan stunting membutuhkan kerja bersama mulai dari kecukupan gizi, sanitasi, kesehatan ibu hingga pemantauan pertumbuhan anak.
Dengan memperkuat 121 posyandu, pemerintah berharap pelayanan dapat semakin mudah dijangkau keluarga dan risiko gangguan pertumbuhan bisa dideteksi lebih dini.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir