Pendidikan
Hilmi An Naufal

Cianjur Kekurangan 1.400 Guru SD dan SMP, Wilayah Selatan Jadi Prioritas Pemerataan

Cianjur Kekurangan 1.400 Guru SD dan SMP, Wilayah Selatan Jadi Prioritas Pemerataan

07 Oktober 2026 | 09:19

KebonCinta.com — Dunia pendidikan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan tenaga pendidik.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mencatat daerah tersebut masih kekurangan sekitar 1.400 guru untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Kekurangan tenaga pendidik terutama terjadi di wilayah Cianjur bagian selatan.

Kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya guru yang memasuki masa pensiun serta perpindahan tenaga pendidik ke posisi atau tempat tugas lainnya.

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan kebutuhan guru telah dipetakan melalui Data Pokok Pendidikan atau Dapodik.

"Kekurangan guru terjadi secara bertahap," ujar Ruhli.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan tenaga pendidik yang memasuki masa purnabakti serta guru yang berpindah tugas.

Pemetaan melalui Dapodik digunakan untuk mengetahui kebutuhan tenaga pengajar di setiap sekolah.

Data tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan kebutuhan guru bersama instansi pemerintah daerah terkait.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah redistribusi atau pemerataan tenaga pendidik.

Baca Juga: Yayasan Guru Belajar Raih UNESCO-Hamdan Prize 2026, Programnya Sudah Jangkau 61.717 Guru 

Guru dari wilayah yang relatif lebih tercukupi dapat dipertimbangkan untuk mengisi kebutuhan sekolah yang masih kekurangan.

Namun proses pemerataan juga harus memperhatikan kebutuhan sekolah asal.

Pemerintah daerah tidak ingin pemindahan guru justru menyebabkan kekurangan tenaga pendidik di sekolah lain.

Wilayah Cianjur selatan menjadi salah satu kawasan yang mendapatkan perhatian khusus.

Di sejumlah sekolah dasar, pemerintah berupaya mengoptimalkan guru yang masih mempunyai jam mengajar.

Sementara pada jenjang SMP, pembagian tugas dapat disesuaikan dengan rumpun maupun kedekatan bidang mata pelajaran.

Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.

Disdikpora menegaskan bahwa kekurangan sekitar 1.400 guru hingga saat ini belum menyebabkan proses pembelajaran berhenti.

Sekolah-sekolah masih melaksanakan kegiatan pendidikan sebagaimana mestinya.

Meski demikian, kebutuhan guru harus segera mendapatkan perhatian agar persoalan tidak semakin besar.

Tenaga pendidik menjadi salah satu unsur utama dalam keberhasilan proses pembelajaran.

Jumlah guru yang tidak seimbang dengan kebutuhan sekolah dapat menambah beban mengajar tenaga pendidik yang masih aktif.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi efektivitas pembelajaran apabila tidak ditangani.

Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap terdapat dukungan kebijakan pemerintah pusat dalam pemenuhan kebutuhan guru.

Salah satu kemungkinan yang diharapkan adalah melalui pengadaan tenaga pendidik sesuai kebijakan kepegawaian yang berlaku.

Namun hingga kini belum ada pengumuman pembukaan 1.400 lowongan guru baru berdasarkan data kekurangan tersebut.

Angka 1.400 merupakan kebutuhan tenaga pendidik yang masih harus dipenuhi.

Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara data kekurangan guru dengan pengumuman resmi rekrutmen ASN.

Disdikpora Cianjur akan terus melakukan koordinasi dan pemetaan untuk menentukan langkah yang paling sesuai.

Pemerataan tenaga pengajar diharapkan membuat siswa di wilayah selatan maupun wilayah lainnya memperoleh layanan pendidikan yang lebih seimbang.

Persoalan ini sekaligus menunjukkan pentingnya perencanaan kebutuhan guru secara berkelanjutan, terutama ketika banyak tenaga pendidik memasuki masa pensiun.

Tags:
Guru Cianjur pendidikan sekolah Disdikpora Guru SD Guru SMP Jawa Barat ASN

Komentar Pengguna