Setelah diskusi, kelompok menyampaikan hasilnya secara singkat. Kelompok lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif.
3. Kegiatan Penutup
Guru bersama siswa menyusun kesimpulan mengenai pengertian dan manfaat ilmu kimia. Siswa kemudian menuliskan satu hal baru yang dipahami dan satu pertanyaan yang masih ingin diketahui.
Catatan refleksi tersebut dapat digunakan guru untuk menentukan bagian materi yang perlu dijelaskan kembali pada pertemuan berikutnya.
1. Kegiatan Pendahuluan
Guru mengulas materi sebelumnya melalui pertanyaan singkat tentang penerapan ilmu kimia. Selanjutnya, guru mengajak siswa membahas pentingnya keselamatan ketika melakukan pengamatan atau praktikum.
2. Kegiatan Inti
Siswa mengamati gambar alat laboratorium, simbol bahaya bahan kimia, dan contoh perlengkapan keselamatan. Mereka kemudian mengidentifikasi fungsi alat serta mendiskusikan tindakan yang benar dan keliru saat berada di laboratorium.
Guru dapat memberikan studi kasus sederhana, misalnya tindakan yang harus dilakukan ketika bahan kimia tumpah atau ketika siswa menemukan botol bahan tanpa label yang jelas. Siswa diminta menjelaskan langkah aman yang seharusnya diambil, termasuk melaporkan kejadian kepada guru dan tidak menangani bahan berbahaya tanpa arahan.
Jika dilakukan kunjungan ke laboratorium, kegiatan harus berada di bawah pengawasan guru dan mengikuti prosedur keselamatan sekolah. Praktikum tidak perlu dilakukan apabila fasilitas atau kondisi keamanan belum memadai.
Baca Juga: Contoh RPP PKN Kelas 11 Semester Genap Kurikulum Merdeka, Lengkap dengan Tujuan dan Penilaian
3. Kegiatan Penutup
Guru dan siswa merangkum aturan keselamatan yang perlu dipatuhi. Sebagai tindak lanjut, siswa membuat poster singkat berisi pesan keselamatan laboratorium yang dapat dipajang di kelas atau area praktikum.
Penilaian dilakukan untuk mengetahui pemahaman siswa sekaligus membantu guru memperbaiki proses pembelajaran. Asesmen dapat mencakup tiga bagian.
Asesmen awal dilakukan melalui pertanyaan pemantik untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang kimia dan laboratorium.
Asesmen formatif dilakukan selama diskusi, pengamatan, dan presentasi. Guru dapat memperhatikan ketepatan informasi, kemampuan menyampaikan alasan, kerja sama kelompok, serta sikap bertanggung jawab.
Asesmen akhir dapat berupa kuis singkat, tugas mengidentifikasi fenomena kimia, atau poster keselamatan laboratorium.
Contoh pertanyaan evaluasi:
Guru dapat menggunakan rubrik sederhana untuk menilai ketepatan jawaban, kejelasan penjelasan, dan kemampuan siswa menerapkan prinsip keselamatan.
Siswa yang telah memahami materi dapat memperoleh tugas pengayaan berupa pencarian contoh penerapan kimia dalam industri pangan, kesehatan, pertanian, atau lingkungan. Mereka kemudian menyampaikan hasilnya dalam bentuk tulisan singkat atau presentasi.
Sementara itu, siswa yang masih mengalami kesulitan dapat mengikuti pembelajaran ulang melalui penjelasan yang lebih sederhana, kartu bergambar alat laboratorium, latihan mencocokkan simbol bahaya, atau pendampingan kelompok kecil.
Kegiatan tindak lanjut sebaiknya disesuaikan dengan kesulitan yang ditemukan selama asesmen, bukan hanya diberikan berdasarkan nilai akhir.
Contoh di atas merupakan rancangan awal yang dapat dimodifikasi. Guru perlu memastikan tujuan dan materi yang digunakan selaras dengan Capaian Pembelajaran Kimia Fase E, alur tujuan pembelajaran yang digunakan sekolah, serta kalender dan alokasi waktu pembelajaran.
Materi semester 1 juga dapat berbeda sesuai pengorganisasian pembelajaran masing-masing sekolah. Oleh karena itu, guru sebaiknya menyesuaikan urutan materi, metode, media, dan asesmen dengan dokumen kurikulum satuan pendidikan.
Dengan perencanaan yang tepat, pembelajaran Kimia kelas X dapat menjadi lebih kontekstual, mendorong siswa berpikir kritis, dan membantu mereka memahami bahwa kimia bukan hanya kumpulan rumus, melainkan ilmu yang menjelaskan banyak peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir