Setelah memperoleh gambaran umum, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menganalisis sebuah kasus. Contohnya, terjadi perbedaan pendapat saat menentukan ketua kelas, seorang siswa tidak diberi kesempatan berbicara dalam diskusi, atau terdapat peserta didik yang mengabaikan aturan bersama.
Setiap kelompok diminta mengidentifikasi persoalan, menentukan hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat, serta merumuskan penyelesaian berdasarkan prinsip demokrasi dan nilai Pancasila.
Hasil pembahasan kemudian dipresentasikan di depan kelas. Kelompok lain dapat memberikan tanggapan atau pertanyaan dengan tetap menjaga sikap saling menghormati.
Guru bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan diskusi, memperbaiki pemahaman yang kurang tepat, dan menegaskan bahwa demokrasi memerlukan partisipasi sekaligus tanggung jawab.
Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Siswa diminta menyebutkan satu contoh tindakan demokratis yang dapat diterapkan di sekolah serta satu kewajiban yang harus dilaksanakan untuk menghormati hak orang lain.
Guru memberikan evaluasi singkat untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik. Pembelajaran ditutup dengan refleksi, penyampaian tindak lanjut, doa, dan salam.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh melalui pengamatan sikap, pemahaman materi, dan keterampilan peserta didik.
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan mengamati kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat selama diskusi.
Penilaian pengetahuan dilakukan melalui pertanyaan lisan, tugas tertulis, atau kuis. Sementara itu, penilaian keterampilan dapat didasarkan pada kemampuan siswa menganalisis kasus, menyampaikan argumentasi, bekerja dalam kelompok, dan mempresentasikan hasil pembahasan.
Baca Juga: Persib Bandung Puncaki Klasemen Grup E ACL 2 2026/2027, Kemenangan atas Viettel Bawa 6 Poin
Contoh soal evaluasi:
Peserta didik yang belum memahami materi dapat mengikuti pembelajaran ulang dengan penjelasan yang lebih sederhana, membaca materi pendukung, atau mengerjakan latihan tambahan. Guru dapat memberikan bimbingan sesuai bagian yang masih sulit dipahami.
Bagi siswa yang telah mencapai tujuan pembelajaran, kegiatan pengayaan dapat berupa analisis berita mengenai praktik demokrasi atau pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. Siswa kemudian diminta mengidentifikasi persoalan dan memberikan pendapat berdasarkan nilai Pancasila serta ketentuan konstitusi.
Setelah kegiatan berakhir, guru mengevaluasi apakah tujuan pembelajaran telah tercapai, apakah siswa aktif dalam diskusi, dan apakah metode yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan kelas.
Peserta didik juga dapat menuliskan materi yang telah dipahami, bagian yang masih membingungkan, serta contoh penerapan demokrasi yang akan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Contoh RPP PKN Kelas 11 Semester Ganjil, Lengkap dengan Tujuan dan Langkah Pembelajaran
Contoh RPP PKN kelas 11 semester genap Kurikulum Merdeka ini dapat menjadi referensi awal bagi guru dalam menyusun pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Materi demokrasi serta hak dan kewajiban warga negara dapat dikembangkan melalui diskusi kasus agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Catatan: Materi semester genap dapat berbeda sesuai program sekolah, alur tujuan pembelajaran, dan pembagian materi yang digunakan. Karena itu, guru perlu mencocokkan contoh ini dengan capaian pembelajaran dan dokumen kurikulum satuan pendidikan sebelum digunakan.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir