KebonCinta.com — Informasi mengenai pendaftaran CPNS 2026 kembali banyak dicari masyarakat, terutama setelah beredar poster, tautan dan unggahan media sosial yang mengklaim rekrutmen telah dibuka.
Calon pelamar diminta tidak langsung percaya sebelum memastikan informasi tersebut berasal dari kanal resmi pemerintah.
Badan Kepegawaian Negara sebelumnya telah menegaskan bahwa poster yang mengklaim pendaftaran CPNS 2026 resmi dibuka dan mengarahkan masyarakat menuju tautan tertentu merupakan informasi palsu.
“Informasi resmi terkait seleksi CASN, termasuk CPNS, hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan portal resmi SSCASN,” kata BKN.
Peringatan serupa kembali disampaikan Kementerian Agama pada 10 Oktober 2026.
Kemenag menegaskan belum membuka pengadaan CPNS 2026 dan belum menerbitkan informasi mengenai formasi maupun jadwal pendaftaran.
Masyarakat karena itu perlu berhati-hati terhadap unggahan yang menggunakan logo instansi pemerintah kemudian mencantumkan link pendaftaran.
Keinginan masyarakat menjadi ASN sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan data pribadi.
Data seperti NIK, nomor Kartu Keluarga, email, nomor telepon hingga foto dokumen kependudukan memiliki nilai penting dan tidak boleh diberikan melalui situs yang tidak jelas.
Baca Juga: Skor TKA Tak Ditentukan Jumlah Jawaban Benar Saja, Ini Cara Membacanya
Lalu bagaimana cara memastikan CPNS benar-benar sudah dibuka?
Langkah pertama adalah membuka portal resmi SSCASN Badan Kepegawaian Negara.
Portal SSCASN menjadi sistem utama yang digunakan pemerintah dalam proses seleksi calon aparatur sipil negara.
Pelamar nantinya dapat melihat periode seleksi, jenis pengadaan, instansi, jenjang pendidikan serta program studi apabila pengadaan sudah tersedia.
Jangan menjadikan keberadaan halaman SSCASN sebagai bukti bahwa pendaftaran CPNS telah dibuka.
Pelamar tetap harus melihat apakah pemerintah sudah menerbitkan pengumuman resmi, periode pendaftaran dan rincian kebutuhan jabatan.
Langkah kedua adalah memeriksa situs resmi BKN.
Informasi penting terkait pengadaan ASN biasanya diumumkan melalui BKN maupun Panitia Seleksi Nasional.
Langkah ketiga adalah mengecek situs instansi yang ingin dilamar.
Misalnya calon pelamar CPNS Kementerian Agama perlu memastikan pengumuman terdapat di kanal resmi Kemenag.
Begitu pula calon pelamar kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah lainnya.
Jika sebuah informasi hanya ditemukan melalui Facebook, TikTok, WhatsApp atau akun yang tidak terverifikasi, jangan langsung melakukan pendaftaran.
Periksa terlebih dahulu domain situs yang diberikan.
Portal resmi SSCASN menggunakan domain bkn.go.id.
Pelamar juga perlu waspada apabila suatu situs meminta transfer uang dengan alasan biaya pendaftaran atau jaminan kelulusan.
Seleksi ASN dilakukan menggunakan sistem resmi pemerintah dan tidak ada pihak yang dapat menjamin seseorang lulus hanya dengan membayar sejumlah uang.
Sambil menunggu pengumuman resmi, calon peserta dapat mulai mempersiapkan dokumen pribadi.
Pastikan NIK dan data kependudukan benar, alamat email aktif serta dokumen pendidikan tersedia dengan baik.
Ijazah, transkrip nilai, pasfoto dan dokumen lain juga dapat disiapkan sehingga peserta tidak terburu-buru apabila seleksi resmi dibuka.
Namun persyaratan final tetap harus mengikuti pengumuman tahun berjalan.
Jangan menggunakan daftar persyaratan dari seleksi tahun sebelumnya sebagai ketentuan pasti CPNS 2026.
Setiap instansi dan periode pengadaan dapat mempunyai persyaratan berbeda.
Calon pelamar sebaiknya membiasakan diri melakukan verifikasi informasi sebelum mengklik tautan.
Dengan cara tersebut, masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi CPNS tanpa menjadi korban hoaks maupun pencurian data.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir